Selasa, 27 Oktober 2009

WANITA & ISLAM

Brader & Sista, untung beberapa posting saya kali ini, saya ingin membahas tentang wanita dalam Islam, karena ada sebagian Sista dari anggota BJ yang me-request untuk membahasnya. Tapi bukan berarti postingan ini ditujukan khusus kepada kaum hawa, tapi perlu juga diketahui oleh Brader, sebagai ilmu dan wawasan, agar tidak melihat wanita dengan pandangan sebelah mata.

Part 1# : Tujuan Pendidikan Wanita dalam Islam.

Banyak yang tak mengerti, bagaimanakah pendidikan wanita dalam kurikulum Islam. Bahkan sebagian bilang, bahwa Islam tak memberi kesempatan bagi wanita untuk belajar. Ups!! Tentu saja ini salah. Islam-lah yang membuka pintu untuk wanita agar bersemangat mencari ilmu! Tahukah Brader & Sista, bahwa sepertiga agama ini, semua hukumnya dibawa oleh seorang wanita mulia: Sayyidatuna Aisyah, istri sang Nabi!

Nah, tujuan pendidikan bagi wanita dalam Islam, dibagi menjadi 4 tahap:
1. Bintan Mukarroman, Seorang Putri yang Mulia.
Islam dengan pendidikannya bagi wanita, menjaga wanita dengan berbagai hukum; Bukan berarti Islam mengekang mereka, akan tetapi mengangkat harga diri mereka agar tak diganggu oleh sembarang orang. Lihatlah orang2 kafir yang membiarkan putri mereka bebas tanpa aturan, yang akhirna terbiasa untuk zina! Islam tak ingin itu semua terjadi dikaum wanita..
2. Zaujatan Sholihah
Tujuan kedua, adalah menjadikan wanita itu sebagai istri yang sholihah. Dengan begitu, sebuah kekeluargaan, akan terjaga kekokohannya, dan tak terjadi kerusakan. Dan suami pun bisa tenang dengan istrinya. Merekalah bidadari di dunia ini.
3. Umman Murobbiyah
Ini adalah tujuan terpenting: menjadikan wanita tersebut sebagai ibu pembimbing bagi anak-anaknya. Kebanyakan Nabi, bisa menjadi hebat dengan ibu mereka: Sy. Hajar ibu Nabi Isma'il, Ibu Nabi Musa, Sy. Maryam ibu Nabi Isa, Sy. Aminah, Ibu Rosululloh.. mereka semua sangat hebat! Sy. Anas, sang Khodim Rosululloh, pun menjadi hebat karena andil sang ibu. Imam Asy Syafii pun andil ibu sangat berarti. Islam ingin mencetak ibu-ibu yang akan melahirkan Imam-Imam dalam Islam. Dan Ibu seperti ini, mau tak mau haruslah melewati 2 point yang telah saya sebut.
4. Jaddatan Mu'addlomah.
Menjadi nenek yang dihormati. Seorang nenek yang dihormati, berarti telah berhasil membangun keluarga yang sangat berpendidikan dan beragama.

Nah, inilah tujuan kurikulum Islam dalam pendidikan wanita! Dan, semua ini hanya bisa direalisasikan dengan mempelajari Agama Islam!

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari ini semua. InsyaAllah.

Part 2#: Kedudukan Wanita dalam Islam.

Brader & Sista kemarin sudah membaca tentang tujuan pendidikan Islam untuk wanita.. Nah, semua itu berkaitan erat dengan kedudukan wanita dalam Islam pula. Hayuk, Brader & Sista simak...

Sebelum Islam datang, wanita sangat dikucilkan dunia. Penduduk bumi yang terjangkit virus jahiliyyah, sama sekali tak menghargai kedudukan seorang wanita. Bahkan di dunia Barat yang masih dalam kegelapan, yang notabene diperintah oleh pihak gereja, terjadi perdebatan sengit yang memperdebatkan, apakah wanita termasuk manusia pula? Astaghfirullah...

Bayangkan pula, ketika wanita menjadi barang warisan ataupun hanya sebagai pemuas seks belaka. Mereka sama sekali tak diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik. Sebagian lagi, ada adat membunuh seorang anak perempuan... karena mereka dianggap membawa petaka, atau mempersempit rizki. Bayangkan cara membunuhnya: Mereka dimasukkan dalam lubang yang dibuat sebelumnya, dan dikubur hidup-hidup. Na'udzubillah..

Islam pun datang dengan segala cahayanya; Wanita dianggap sederajat dengan laki-laki (tentu dengan aturan masing-masing). Wanita sama dengan lelaki, kecuali dalam hal memimpin keluarga.

Muslimin diharamkan menjadikan wanita sebagai barang warisan, apalagi pemuas nafsu belaka. Mereka diberi kesempatan yang sama untuk mencari ilmu seperti halnya kaum adam. Pun dalam mencari rizki, mereka mempunyai hak yang sama.

Islam pun menjaga kehormatan kaum hawa, dengan berbagai aturan. Mungkin dirasa aturan ini seperti mengikat, tapi tidak... Aturan2 tersebut adalah bertujuan menjaga "mawar didalam kaca". Mereka dengan pakaian yang menutup aurat, adalah perhiasan yang mahal. Bukan dengan membuka aurat seperti orang kafir, yang tak beda dengan hewan. Wanita Muslimah dijaga harga dirinya dan nama baiknya. Plus mendapat kesempatan yang sama dengan lelaki! Juga, pakaian yang menutup aurat, adalah mengembalikan wanita pada fitrah aslinya yang sebenarnya pemalu dan selalu berhias hanya untuk orang yang ia cintai!

Wanita yang notabene tak sekuat lelaki, pun bisa mendapatkan pahala seperti pahala kaum adam dengan dipermudah; Jika kaum adam mempunyai kesempatan untuk mengangkat pedang, shalat lima waktu dengan lengkap, atau hal-hal lainnya, memang wanita pun bisa mempunyai kesempatan yang sama. Tapi, semua itu bisa wanita raih dengan satu amalan saja: mentaati suami dan membahagiakannya. Dengan itu, seorang wanita sudah mendapatkan pahala jihad, shalat 5 waktu dan amalan-amalan lainnya!

Satu lgi kesempurnaan mereka yang tak mungkin dirasakan atau dimiliki seorang lelaki: disaat mereka melahirkan, kesakitan yang ia rasakan, menggugurkan semua dosanya! Oleh karena itulah, Islam menempatkan kedudukan Ibu, lebih tinggi daripada kedudukan seorang ayah.. mereka lebih mulia, karena segala pengorbanannya.

Begitulah Islam menempatkan seorang wanita: menjadi sederajat dengan lelaki, tapi tetap menetapkan wanita dalam fitrah aslinya, dan memberikan hak mereka sebagai ibu, sebagai kedudukan yang lebih mulia daripada seorang ayah.

Subhanallah, betapa indahnya Islam. Maka, Brader jangan sampai meremehkan kedudukan seorang Sista, satupun! Mereka adalah saudari bagi Brader... Annisa', Syaqoiqur rijal.. Wanita adalah saudari bagi lelaki.

Part #3: Yang Pertama Kali

Brader & Sista, Rasulullah saat menjelang diutus menjadi Nabi, waktu itu Sy. Khadijah telah menjadi istri beliau. Dan, diwaktu-waktu tersebut, Rasulullah menyukai Tahannuts, atau beribadah ditempat yang sepi, tepatnya di Gua Hira, di Gunung Nur, ditempat yg terjal sekali. Di gua tersebut, Rasulullah bisa melihat langsung Kakbah yang dibangun oleh Kakek beliau, Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il, alaihimassalam. Beliau selalu bertafakkur dan beribadah (dengan syariat kakek beliau) pada Allah, dan menjauhi plus mengingkari berhala yang berada disekitar Kakbah.

Dimalam Ramadlan tersebut, tiba-tiba saja beliau didatangi Malaikat Jibril, yang saat itu beliau belum mengenalnya. Dan tiba-tiba saja Jibril berkata, Iqra'! Bacalah! Beliau menjawab, "Aku tak bisa membaca.."

Jibril pun langsung mendekapnya, hingga Rasulullah merasa letih.

"Iqra'!"
"Aku tak bisa membaca!"
Jibril kembali mendekap beliau.

"Iqra'!"
"Aku tak bisa membaca!"
Jibril kembali mendekap beliau hingga beliau letih.

"Iqra' bismi Robbikalladzi Kholaq.. "
Hingga Jibril membacakan 5 ayat, yang kesemuanya langsung saja tercatat dan menyerap dihati beliau.

Masih dirundung kebingungan dengan apa yang terjadi, beliau langsung pulang menuju rumah beliau, "Selimuti aku! Selimuti aku!"

Sang Istri tercinta, Sy. Khadijah pun menyelimuti beliau dengan penuh kasih seorang istri pada suaminya, dan menanyakan dengan tenang, apa yang terjadi. Rasul pun menjawab apa adanya.

Karena Sy. Khadijah sendiri sebelumnya sudah menduga bahwa suaminya adalah calon Nabi Termulia sepanjang zaman, pun langsung menenangkan beliau, "Jangan takut... Allah tak akan membuat dirimu tersiakan.. Engkau selalu menyambung tali kekeluargaan, memuliakan orang lain yang bertamu padamu, slalu bersabar menghadapi perkara yang sulit, selalu membantu orang-orang yang kesusahan, dan selalu membantu menegakkan kebenaran..."

Kata-kata beliau sungguh menangkan hati Rasulullah...

"Wahai putera pamanku.. Berbahagialah dan tabahlah! Demi Dzat yang mencekal jiwa Khadijah, sungguh aku berharap bahwa engkau adalah Nabi Ummat ini..."

Setelah itu, Sy. Khadijah mengantarkan Rasulullah kepada Waraqah ibn Naufal, paman Sy. Khadijah yang telah banyak memiliki pengetahuan tentang Kitab-kitab Suci sebelumnya, dan menceritakan semua. Waraqah pun memberitahukan, bahwa beliau akan menjadi Rasulullah..

Dan, dengan itu pula, Sy. Khadijah, adalah orang yang pertama kali beriman pada Rasulullah sebagai seorang Nabi dan Rasul.. pula beliau adalah wanita yang selalu membela Rasul..

Nah, Apakah Sista tak berbangga, ketika ternyata orang yang pertama kali masuk Islam, mengkuatkan Rasul dan selalu mendukung beliau hingga dirinya wafat, adalah seorang wanita? Dan, jadikanlah Sy. Khadijah sebagai idola kalian, Sista!

Ya Allah, Ridloilah Ummul Mu'minin Sy. Khadijah Al Kubra, dan jadikan kami sebagai orang-orang yang sanggup meneruskan perjuangannya untuk selalu membela Rasulullah! Amin..

Part #4: Emansipasi?

Brader & Sista pasti sudah banyak mendengar tentang emansipasi wanita, dan sudah mengerti arti dan arah tujuannya. Emansipasi di Indonesia, dikiblatkan kepada Ibu Kartini. Tapi, apakah emansipasi yang selama ini kita dengar, seperti tujuan Ibu Kartini dahulu?

Brader & Sista jangan salah. Emansipasi yang diperjuangkan Kartini bukan seperti emansipasi yang ada sekarang. Emansipasi yang berkobar sekarang, adalah perjuangan orientalis yang ingin menghancurkan tatanan Islam.

Seperti yang Brader & Sista ketahui, dengan isu dan propaganda emansipasi, mereka mengkritisi ajaran Islam. Diantara point yang dibuat sasaran mengkritisi Islam dalam emansipasi adalah:
1. Pembagian harta warisan: Lelaki mendapatkan bagian lebih banyak daripada wanita, 2 : 1
2. Poligami: lelaki diperbolehkan beristri lebih dari 1, sedangkan wanita dilarang poliandri.
3. Profesi dan karir: Islam menganjurkan wanita untuk selalu menutup diri dan ruang geraknya hanya dalam lingkup domestik.

Tiga point diatas, adalah senjata andalan mereka untuk mendiskriminasikan Islam. Brader & Sista, saya ingin memberitahukan, bahwa mereka 100% salah mengartikan itu semua. Ikuti penjelasan saya berikut ini, bismillah.

1. Lelaki diberi bagian 2:1 dari wanita, karena lelaki mempunyai kewajiab menafkahi keluarga. Sedangkan wanita, sebelum menikah, semua tanggungan hidup ditanggung orang tua, dan setelah menikah, berada di tulang punggung suami. Mereka tidak dibebani kewajiabn menafkahi keluarga, berbeda dengan lelaki.
2. Memang boleh poliandri, akan tetapi dengan syarat yang berat, termasuk adil. Jika tidak adil, lelaki akan mendapat adzab yang berat nanti diakhirat, seperti yang diajarkan Islam.
Ini juga kebijakan Islam dalam menghadapi populasi, bahwa wanita lebih banyak daripada lelaki. Jika satu lelaki hanya diizini memiliki satu istri, kapankah wanita lainnya merasakan indahnya rumah tangga? Juga, kebijakan ini menghindarkan wanita dari pelacuran.
Sedangkan poliandri (wanita dengan banyak suami) dilarang, karena akan merusak jalur keturunan. Jika diizini, maka otomatis istri berhubungan badan dengan banyak suami. Lalu, ketika melahirkan, siapakah ayah dari bayi tersebut?
Sebelum saya meneruskan bahasan di part #4 ini, saya ingin meralat posting saya kemarin. Di point kedua, tertulis:
"2. Memang boleh poliandri, akan tetapi dengan syarat yang berat, termasuk adil..."
Maksud saya adalah POLIGAMI, bukan poliandri seperti yang tertulis.. Ini adalah keteledoran dan kebodohan saya, juga karena setan.. Dan saya mengucap Astaghfirullahal Adzim dari kesalahan saya ini, juga saya meminta maaf pada Brader & Sista atas kesalahan ini.. Terima kasih pula saya ucapkan, jazakumulloh ahsanal jaza, kepada Brader & Sista, Sobat BJ yang telah mengingatkan saya tentang ini.. Jika ada kesalahan lain, mohon Brader & Sista mau mengingatkan lagi.. Karena saya juga manusia biasa.

Oke, Brader & Sista, kita teruskan bahasan.

Brader & Sista kemarin sudah mengerti jawaban Islam untuk 2 pertanyaan dari 3 pisau yang digunakan orientalis untuk mendiskriminasikan Islam dan membedahnya. Sekarang, apakah jawaban Islam, menghadapi pisau mereka: bahwa Islam membatasi ruang gerak wanita?

Hmmm... Coba Brader & Sista ingat-ingat tulisan saya tentang tujuan pendidikan Islam, di Part #1 Wanita dan Islam yang saya posting kemarin. Ya, Islam ingin menjadikan wanita sebagai pendidik anak-anak mereka, agar menjadi generasi penerus bangsanya. Sedangkan diwajibkan untuk lelaki keluar rumah guna mencari rizki.

Islam menempatkan wanita pada posisi yang sangat terhormat: sebagai bumi dari langit. Lelaki seperti langit, mencari rizki kemudian memberikan rizki itu lewat hujan yang turun ke bumi. Sedangkan, bumi (yaitu wanita) menerima hujan dari langit, mereka kelola hingga tumbuhlah makhluk hijau bernama timbuha, dan dari rumbuhan gijau itu, bumi merawat mahkluk yang merayap diatasnya, yaitu anak-anak mereka.

Selain itu, lelaki diwajibkan berperang (jika terjadi), juga dibebani menjadi seorang pemimpin, yang kelak ditanya di Akhirat ketika tidak becus memimpin. Yang jelas, "kelebihan" lelaki terhadap wanita, penuh dengan konsekwensi yang lumayan berat.

tapi, bukan berarti Islam melarang wanita bekerja.. Islam tetap mengizinkan, dengan catatan, wanita tersebut mendapat izin dari sang suami. Ingat, Sy. Khadijah, adalah pedagang besar kaum Qurays.. Lalu, Sy. Fatimah, setelah menikah dengan Sy. Ali, pun bekerja, hingga telapak tangan beliau sedikit berubah. Juga banyak shohabat perempuan lain yang bekerja. (Lihat lagi kisahnya di Nidzomul Usroh karya Al Imam Assayyid Muhammad Alawi Al Maliky).

###

Nah, karena isu emansipasi, para wanita yang seharusnya menjadi ibu baik dan istri yang sholehah, berubah menjadi garang dan galak, menuntut banyak hal pada lelaki, hingga hilang semua kelembutan dan keindahan mereka sebagai wanita. Inilah, tujuan orientalis sebenarnya!

Padahal tanpa emansipasi pun, para makhluk jelita ini juga pernah menguasai dunia, dengan cara tersendiri. Bukan hanya dengan menjadi menteri atau ratu ataupun perdana menteri, tapi juga dengan menjadi istri dari para pemimpin. Pada umumnya (atau katakan: semua) keputusan para lelaki adalah pengaruh dari ide-ide dari istri mereka. Banyak pujangga yang mengatakan, bahwa wanita adalah inspirasi. Ini adalah bukti, bahwa wanita dengan jiwa yang lemah lembut itu, pun telah ikut mengatur dunia.

Jadi, Brader & Sista sekarang bisa mengerti, bahwa emansipasi yang dikembangkan oleh para orientalis, mengandung misi untuk menghancurkan Islam. Sekilas, memang menarik dan menyilaukan mata. Namun sebenarnya, justru membawa kehancuran wanita.

###

Hmm.. Brader & Sista, Di posting selanjutnya, kita akan membahas tentang dampak emansipasi pada generasi mendatang, InsyaAllah...
Part #5: Dampak Emansipasi

Brader dan Sista sudah mengetahui apakah itu emansipasi menurut liberal, dan bagaimana sikap Islam tentang emansipasi. Semoga Brader & Sista bisa memahami ini dengan jelas, amin. Dan, untuk lebih memahaminya, posting kali ini akan saya jabarkan bagaimanakah dampak emansipasi pada generasi mendatang.

Dari segala janji dan pandangan emansipasi yang selama ini digemborkan, mungkin Brader & Sista dapat menilai, bahwa emansipasi memang sangat menjanjikan kemajuan dari segala sisi. Produk kemodernan memang mempunyai khas: harus dikembangkan dan berkembang, tidak stagnan, ada persaingan dan lainnya -saya yakin Brader & Sista lebih tahu daripada saya! Termasuk emansipasi pun mempunyai ciri-ciri ini.

Tapi, semua "produk" mempunyai dua dampak: positif dan negatif. Dan, sisi positif emansipasi milik orientalis ini, tak sebanding dengan dampak negatif yang ditimbulkan.

Bayangkan, karena isu emansipasi, banyak wanita yang (memaksa) keluar rumah dan membaur dengan lelaki dalam aktifitasnya, dan wanita mulai melupakan kodrat aslinya. Sehingga, dengan gejala2 ini, muncullah generasi penerus yang kehilangan sentuhan lembut para ibu yang seharusnya menemani mereka dalam pertumbuhannya, mengawasi perkembangannya dan membentuk karakter mereka. Sangat banyak psikolog dan ahli kejiwaan yang berpendapat bahwa kerusakan remaja masa kini, adalah karena tak ada tempat mengaduh bagi para remaja yang sedang dirundung masalah. Padahal, seharusnya ibu adalah orang yang sangat dekat dan dipercaya untuk itu.

Figur ibu, seharusnya menjelaskan kepada mereka tentang segala seuatu (terlebih tentang agama dan norma), menenagkan masalah mereka. Tapi, sekarang mereka sibuk bersaing dengan para lelaki ditempat kerja.

Akhirnya, teman-teman kita yang tak menemukan tempat curhat, pun mengambil inisiatif untuk bertingak arogan, ceroboh, tanpa peduli apakah tindakan itu baik atau tidak untuk masa depan. Padahal, tindakan ini pula akan membentuk karakter dan jati diri mereka. Dan hasil akhirnya: makshiat muncul dimana-mana. Apakah ini adalah salah satu sebab gempa bumi yang melanda kita akhir2 ini? Wallahu A'lam! (Baca posting Ameer Qolawun: Gempa, Adzab apa Rahmat?)

Seorang tokoh negara Turki mengatakan dampak emansipasi, "Wanita-wanita fundamentalis adalah pencetak generasi berbakat dan berbudi luhur. Tapi sayang sosok-sosok demikian kini mulai luntur terkikis oleh isu emansipasi."

###

Ehm... Brader & Sista, kelihatannya bahasan kita akhir-akhir ini berat.. Hahaha. Tak apalah, sesekali kita belajar serius. Yang jelas, persamaan gender itu, bisa Brader & Sista perumpakan dengan contoh kecil berikut:

Pulpen itu dibuat menulis, sedangkan sendok dipakai makan. Ikan bisa berenang kemana-mana dalam air, sedangkan ayam bisa berlari bebas didaratan. Lalu, apakah benar jika ada orang dengan pede mengatakan, "Kenyataan ini tak adil!" lalu dia menuntut untuk pulpen juga dipakai makan dan senduk harus bisa dibuat menulis, ayam harus menyelam dalam air dan ikan harus berkeliaran dijalan raya?

Brder & Sista tak usah menjawab pertanyaan konyol diatas, hehehe. Demikian pula persamaan gender antara lelaki dan wanita; Allah dengan KeadilanNya telah menciptakan watak, sikap, naluri dan dunia bagi mereka masing-masing, dan Dia mengatur mereka untuk saling melengkapi, bukan saling bersaing dalam hal yang sama.

Ayolah, melihat sesuatu bukan hanya dari akal, tapi juga dengan kacamata Agama. Allah menciptakan akal bagi kita, bukan sebagai alat untuk mengutak-atik agama, akan tetapi menjadikan akal sebagai syarat untuk beragama dan menerima adanya agama. Karena orang gila tak diharuskan beragama. Akal pun Dia beri batasan, tak bisa mencakup semua pengetahuan. Lalu, apakah pantas, jika akal kita yang pendek ini, sok ingin berbalik mengatur dan mengutak-atik agama yang telah Dia atur??

Wallahu A'lam Bishshowab..

(( Makkah, 15 Syawwal 1430 H ))
Sumber: Adabul Islam fi Nidzomil Usroh (Al Imam Assayyid Muhammad Almaliky), Arrosul Almurobbi Almuallim (Dr. Abul Hamid Alhasyimi), Al Madkhal (Dr. Abd. Karim Zaidan), Majalah Addliya, Inovasi Santri Ngelmu (Ma'had Nuur al Anwaar Lamongan Jawa Timur).

0 komentar:

Followers

Mbh