Sabtu, 31 Oktober 2009

Alasan-Alasan Untuk Tidak Bersedekah!!!

stilah saya, “Guru kencing berdiri, dua-tiga pulau terlampaui. Kalau pakai kiri, semua jadi susah dilalui.” Hehehe! Tidak dapat dipungkiri, orang-orang kiri selalu punya sederet alasan untuk:
- menunda sedekah
- memperkecil sedekah
- bersedekah tidak dalam bentuk uang

Demi menyelamatkan dompetnya, ada-ada saja kilah mereka:
- “Sedekah itu seikhlasnya saja. Sekadarnya.” Lihat tuh, seolah-olah kata ikhlas itu sama maknanya dengan kata sekadarnya. Padahal tidak begitu! Asal tahu saja, ikhlas itu omongan para pemula. Mereka yang sudah terbiasa bersedekah, sudah lupa sedekah berapa, sedekah di mana, sedekah kepada siapa.
- “Sedikit tidak apa-apa! Yang penting ‘kan ikhlas!” Padahal banyak dan ikhlas, jelas-jelas lebih baik tho? Dan hingga detik ini, saya tidak menemukan satu pun dalil agama untuk bersedekah sedikit. Yang ada hanyalah dalil-dalil untuk bersedekah banyak-banyak dan segera. Sudahlah, jangan kikir!
- “Ah, tidak perlu banyak-banyak. Ntar bisa riya (pamer), ujub (bangga diri), dan sombong lho!” Padahal bukankah lebih baik bersedekah lebih banyak dan lebih segera, sambil memelihara keikhlasan? Sudahlah, jangan banyak alasan!
- “Sedekah itu tidak harus berbentuk uang. Senyum juga sedekah. Ilmu juga sedekah.” Nah, ini ada benarnya. Hanya saja, itu semua tidak cukup. Tetap perlu sedekah dalam bentuk uang. Makanya muncul angka 2,5 persen, 2 kali lipat, 10 kali lipat, dan 700 kali lipat. Sudahlah, jangan berdalih terus!
- “Sedekah itu amalan khusus buat orang kaya.” Siapa bilang? Kitab suci menegaskan, sesiapa yang disempitkan rezekinya (miskin) hendaklah menafkahkan sebagian hartanya (sedekah) (QS. 65: 7). Jadi, orang miskin sekalipun disuruh sedekah. Yah, apalagi Anda! Hanya orang fakir saja yang tidak disuruh sedekah. Right?



www.ipphosantosa.com
Pembicara Seminar, Penulis Mega-Bestseller, Penerima MURI Award

0 komentar:

Followers

Mbh