Selasa, 27 Oktober 2009

Dzikir menarik KESADARAN

Assalamualaikum Wr.Wb

Untuk pada sahabat termasuk diri saya..

Dzikir artinya mengingat dan Dzikrullah artinya mengingat ALLAH.

Kenapa kalangan pengamal Tasawuf (pengamal bukan pembaca atau pengamat ya ! ) yang mengikuti Jalur Thoriqoh Mutabaroh menggunakan metoda Dzikirullah untuk menuju kepada Allah dengan dibimbing oleh Mursyid Kamil Mukamil ?

Saya coba mengurai secara singkat berdasarkan pengalaman dan ilmu saya yang terbatas ini.

Apabila kita teringat sesuatu maka pastilah Kesadaran kita tertuju kepada sesuatu tersebut. Contoh Jika kita ingat hari ini mau ketemu si FULAN, otomatis kesadaran fikiran kita langsung tertuju kepada si Fulan. Dan apabila si FULAN tersebut mempunyai peranan penting menyangkut hal2 yang sangat penting misalnya si Fulan hari ini janji mau memberikan kita bantuan untuk anak kita yg sedang butuh biaya operasi, maka Kesadaran Fikiran kita DITAMBAH Kesadaran HATI kita HAMPIR SEPENUHNYA tertuju kepada si FULAN. Detik, menit, Jam berlalu dengan KESADARAN FIKIRAN dan HATI kepada si FULAN. Masalah dan urusan yang lain dapat kita kesampingkan sebelum si FULAN tersebut datang, bahkan dirikita sendiri bisa lupa keadaan kita sendiri.. Ini yang disebut dengan Tenggelam (FANA) kepada yang DIINGAT.... Hanyaaaaaa Fana tersebut bukan kepada ALLAH tapi kepada Makhluk.

NAH !! Metoda Dzikir Qolbu (HATI) dengan melafalkan Lafadz ALLAH..ALLAH...ALLAH dihati secara istiqomah (jika lupa, mulai lagi) DAPAT MENARIK KESADARAN DIRI kita kepada YANG DIINGAT yaitu ALLAH SWT.
Bahkan Kesadaran diri kita bisa tenggelam dalam KEBERADAAN ALLAH SWT.
Karena memang HAKIKATnya tidak ada KEBERADAAN selain KEBERADAAN ALLAH. ALam semesta berserta isinya ini di-ADA-kan oleh ALLAH hanyalah sebagai TANDA_TANDA KEBERADAAN-NYA. Seperti (contohnya) diri kita ingin melihat keahlian kita sebagai programmer, maka kita nyatakan/wujudkan sebuah software program sesuai keinginan kita (ini hanya contoh supaya akal dapat menerima/membayangkan, BUKAN penyamaan ALLAH dng makhluk).

Terus saja DZIKRULLAH di HATI kita usahakan untuk bisa istiqomah dalam kondisi dan situasi apapun. Untuk menambah pengetahuan kita baca buku2 mengenai ALLAH yang dibuat oleh ULAMA-ULAMA Arif Billah seperti Ibnu Athoillah, Imam Ghozali, Ibnu Arabi. Ikuti juga pengajian2 Tasawuf yang diadakan oleh Thoriqoh2 Mutabaroh.
TAPI JANGAN BERHENTI dengan ILMU yang kita peroleh ya.. Banyak2 lihat ke "dalam HATI", sedang mengingat ALLAH atau tidak.
Karena jika HATI kosong/lalai dari DZIKRULLAH dapat diumpamakan mobil yg mogok, tapi jika HATI terus terisi dengan DZIKRULLAH itu HATI yang HIDUP terus "berjalan"menuju TUHANnya untuk BERSERAHDIRI kepada ALLAH.

KENAPA harus BERSERAHDIRI kepada ALLAH ??
Ya iyalah, karena segala sesuatu terjadi atas KEHENDAK ALLAH, ALLAH itu MAHA TUNGGAL tidak ada SEKUTU bagi-NYA dalam hal mengatur, memelihara, mematikan, menghidupkan, melapangkan, menyempitkan dll atas Makhluqnya termasuk diri kita.. Tapi kenapa kita sering merasa bisa begini, bisa begitu, merasa ADA , bahkan sering protes atas sesuatu yg terjadi. NAH .. mestinya khan nggak perlu begitu, harusnya HATI khan Ridhoooooo aja dengan PENGATURAN-NYA, HATI ya !! bukan JASAD dan PIKIRAN. Kalau Jasad dan Pikiran yang tugasnya beriktiar...

DAN yang lebih PENTING, Tumbuhkan terus kesadaraan dihati kita bahwa SELURUH GERAK dan DIAM kita (termasuk seluruh amal kebajikan SYARIAT bahkan Dzikir itu sendiri yg kita kerjakan ) adalah SEMATA anugerah dan pertolongan-NYA. Ini berguna untuk mengikis penyakit hati seperti Riya, Sum'ah, Ujub yang dapat menjadi HIJAB antar dirikita dengan ALLAH.

Allohu'alam

Tidak ada komentar:

Followers