Selasa, 27 Oktober 2009

AMALAN YANG TIDAK AKAN TERPUTUS

RUBRIK TANYA JAWAB SEPUTAR ISLAM

PERTANYAAN DARI IBU FUTRI LALA WULANDARI
Futri Lala Wulandari 12 Oktober jam 8:35

Ustadz saya mau nanya bolehkan, gini kan orang yang sudah meninggal hanya anak yang sholeh yang dapat sampai doannya kepada orang tuannya, sekarang yang jadi pertanyaan saya apabila orang tersebut tidak mempunyai anak siapa yang akan mendoakannya?

JAWABAN SAYA INSYAA ALLAH :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Ibu Futri yang dirakhmati Allah SWT, jazaakillah khaiir telah berkenan bertanya tentang sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk diketahui oleh sahabat facebook yang lain pula. Saya berdo’a kepada Allah SWT semoga berkenan membimbing saya dalam memberikan jawaban, sehingga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.

Ibu Futri yang budiman, Memang betul ada sebuah hadist Rasul SAW yang menjelaskan bahwa amal / perkara yang bisa menolong seseorang setelah terputus hubungannya dengan dunia ( meninggal ) tidak hanya anak yang sholih, tapi ada tiga perkara yang dua diantaranya adalah shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, redaksi hadist nya kurang lebih sebagai berikut :

Di dalam As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya”.
( HR Muslim )

Lebih khusus dalam masalah yang ibu pertanyakan adalah pada point anak shalih yang mendo’akan orang tuanya, lalu siapakah yang mendo’akan, jika seorang ibu tidak punya keturunan / anak.

Maka yang harus ibu pahami, sebetulnya setiap do’a dari orang yang shalih adalah nilainya sama dengan do’a anak yang shalih. Hanya kenapa anak yang shalih punya kedudukan yang istimewa, sehingga dia punya do’a khusus untuk menolong orang tuanya, paling tidak ini adalah merupakan sebuah penghargaan yang diberikan Allah SWT kepada orang tua shalih yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang shalih. Tetapi jika Allah SWT berkehendak seseorang tidak punya anak, maka orang lain yang shalih, insyaa Allah bisa mendo’akan kita dengan ketulusan do’anya maka insyaa Allah do’anya pun akan mustajab / di dengar oleh Allah SWT.

Memang ibu, do’a itu tidak bisa setingkat derajatnya dengan anak yang shalih dikarenakan didikan orantuanya yang betul – betul menjaga amanah Allah SWT ( anak ) sehingga dia menjadi anak yang shalih, sehingga sebagai bonusnya sebagaimana hadist diatas, bahwa anak shalih termasuk satu diantara tiga perkara yang urusannya ( do’anya ) tidak terputus walaupun seseorang sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, jika seseorang tidak mempunyai keturunan / anak, maka janganlah bersedih, karena didalam hadist diatas disebutkan 3 perkara, bukan saja satu ( anak yg shalih ), tapi juga masih ada shadaqah jariyah, dan juga ilmu yang manfaat. Oleh karena itu ibu, jika kita orang yang insyaa Allah beriman dan shalih maka doa orang yang shalih senantiasa akan di dengar oleh Allah SWT.

Dan jika kita tdk mempunyai anak / keturunan, maka kita bisa mengoptimalkan dua perkara yang lain. Yaitu dengan memperbanyak amal shadaqah jariyah, dan juga memeperbanyak ilmu yang manfaat. Maka insyaa Allah dengan dua perkara itu saja sebetulnya sudah cukup bagi seseorang untuk bisa mendapatkan kenikmatan surga Allah SWT walaupun dia tidak mempunyai anak / keturunan.

Sehingga bagi kita yang kebetulan di uji oleh Allah SWT dalam masalah keturunan, maka insyaa Allah tdk perlu khawatir, dan tidak perlu bersedih, karena Allah SWT masih menyediakan perkara shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat yang bisa melanggengkan pelakunya mendapatkan kiriman pahala yang akan terus mengalir, sehingga pada akhirnya akan mengantarkan ahlinya meneguk kenikmatan nikmat surga yang disediakan oleh Allah SWT untuk orang yang shalih / shalihah.

Demikian ibu Futri, penjelasan dari saya, semoga bisa dipahami maksud jawabannya, selanjutnya saya beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT bilamana ada khilaf dari jawaban saya.

Wallahu a’lamu bish shawab.

0 komentar:

Followers

Mbh