Selasa, 27 Oktober 2009

Maaf, Aku Selingkuh !! Silahkan cap aku seorang Playboy !!

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS 94 : 7 )

Ada sebagian yang menganggap bahwa tindakan seorang pria yang begitu cepat berpindah kelain hati adalah perbuatan tidak setia. Permasalahan selanjutnya adalah katagori hubungan yang terbina adalah hubungan penjajakan. Biasanya, ada sebagian yang berharap agar orang yang sedang patah hati, kecewa, putus asa, haruslah terlena terlebih dahulu dalam waktu yang cukup lama. Benarkah demikian? Lalu bagaimana dengan himbauan al quran diatas? tiiiiiittttt......

Hayyah..serius amat bacanya.he he he. Jadi gini, jika ada sebagian orang mengatakan kepada kita kalau tidak setia karena begitu “cut” langsung ngincer yang lain lagi. Alasannya, kemarin-kemarin berarti kita tidak sungguh-sungguh mencurahkan hati kepadanya. Cieee… emangnya ada aturannya gitu?

Bukannya ada hadist yang mengatakan

“janganlah kamu mencintai sesuatu secara berlebihan, bisa jadi kamu akan membencinya… ” nah, berarti tidak salah dong, ketika dalam masa-masa penjajakan tidak memberikan perasaan seutuhnya. Serius sih serius. Tapi apa hubungannya ama ngasih hati semuanya? Lalu kita dapat apa dong kalau semua hatinya dah dikasih ke calon. Padahal belum tentu juga dia bakalan jadi pasangan yang sah. Terus nih, yang lebih parah lagi. Allah kebagian apaan? Teh botol sosro doang? Habisnya semua hati sudah dipersembahkan (hueekss) kepada kekasih hati. Mana jatah Allah? Kan biar gimanapun kudu proporsional dan sesuai tempat. Benar nggak ya?

Sayangnya, sikap yang tidak mau tenggelam dalam urusan yang berlarut-larut sering kali dinilai negative. Ada yang mengatakan tidak setia lah, playboy lah, atau sampai lebih parah lagi tukang mempermainkan hati wanita..beuuuuuuh segitunya niyeee.. kalau baru penjajakan aja sudah demikian penilaiannya gimana ya kalau suatu hari nanti “terpaksa” berpoligami? Waaah nggak kebayang deh apa lagi sebutannya.

Bukan tidak setia, tapi kenapa harus tenggelam didalam patah hati dan kesedihan juga kecewa? Waktu terus berjalan. Umur tambah tua. Muka makin lama makin jelek. Syukur-syukur kalau masih ada yang mau ketika semuanya sudah kelar, padahai umurnya ampun deh. Lah, kalau kagak ada lagi yang mau gimana? Mau tanggung jawab??

Bagi saya, jika perihal seperti ini saja seorang pria harus terlena dalam kesedihannya. Hanya karena ditinggal kekasih yang belum tentu jadi sah buatnya. Gimana ntar kalau sudah jadi kepala rumah tangga? Al quran dah nyuruh kita segera bangun lagi setelah selesai satu urusan untuk mengerjakan urusan lainnya. Nikah kan juga urusan akhirat?? He he he he (bilang aja kebelet…).

Boleh sih bersedih, tapi jangan lama-lama. Malu ama umur, waktu, dan tenaga. Ditangisin sampai mata keluar darah juga kalau emang bukan jodoh masa iya mau dipaksa? Kalau memang si doi juga nggak mau masa iya kudu ke dukun pelet? Malu dong..dah sarjana masa kayak anak nggak sekolah. Jika saya tidak salah, sedih itu cukup tiga hari. Lebih dari itu sudah menjadi penyakit. Rasullah saja ketika tertimpa musibah beruntun yang mana dikenal dengan tahun kesedihan (mudah-mudahan kagak salah), tidak lama kemudian kembali berdakwah? Nikah juga dakwah kan? Hehehe (suer nih..lama-lama dikira kebelet aku!).

Landasannya satu, wanita baik-baik untuk pria baik-baik. Biarlah aku tak setia untuk perihal terlena dalam kesedihan. Karena aku masih punya banyak mimpi yang harus di kejar. Niat hati hanya ingin menikah. Bukan ingin terlena pada hal yang bukan haknya.


Aku ga mau cinta yang sekonyong - konyong konyol.. Allah bisa cemburu..karena aku bisa di cap sebagai MEN "TUHAN"KAN cewe...Dan itu pula yang akan membuat Allah menjauhkan aku dari jodohku..karena seolah2 aku adalah laki - laki yang bisa menentukan jodohku dengan melupakan kehendak SANG PENCIPTA.. :-)


Yang jelas Allah tahu langkahku ini..biar di cap Playboy jg ga masalah...Inilah aku..
yang nomer satu adalah Tuhanku..dan Tuhan akan memberiku istri terbaik yang seperti aku minta..amiin..

SALAM CINTA A

Tidak ada komentar:

Followers