Senin, 09 November 2009

“ TUJUH KUNCI / RESEP SUKSES QS AR – RA’DU AYAT 11 ”

“ Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” ( QS. Ar Ra’d ( 13 ), ayat 11 )


السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Sahabat facebook fillah rahimakiumullah, Alhamdulillah saya coba untuk bisa meluangkan waktu lagi untuk bersua dengan sahabat fillah semua, khususnya teman – teman yang tergabung didalam Group Taushiah Nur Hidayah. Semoga senantiasa kita diberikan petunjuk dan kekuatan iman sehingga kita bisa lebih istiqomah untuk menjadi hamba Allah SWT yang dikasihi-Nya dan dicintai-Nya sebagai hamba yang taat dan tunduk terhadap hokum dan ketetapan yang telah difitrahkan pada diri makhluk-Nya.

Sahabat fillah berkaitan dengan QS Ar Ra’du ( 13 ), ayat 11, bahwa setiap perubahan yang kita inginkan itu harus disertai dengan ikhtiar / usaha. Tanpa usaha dan kerja keras, tentulah perubahan atau sesuatu yang ingin kita capai adalah hanya mimpi kosong tiada makna. Tetapi bagaimana kita dengan semangat untuk berusaha merubah diri dengan optimisme akan adanya pertolongan Allah SWT sehingga keinginan yang ada pada diri kita perlahan tapi pasti menjadi sebuah kenyataan. Jadi dengan Tekad yang kuat, berawal dari sebuah atau beberapa buah mimpi, kemudian difollow up dengan ikhtiar dan kerja nyata, dihiasi dengan do’a dan kesabaran serta keikhlasan, maka insyaa Allah apapun hasilnya, kita akan selalu dalam posisi sebagai seorang mu’min yang sukses didunia pula sukses diakhirat. Sebagai mana do’a yang sering kita panjatkan, “ Rabbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzabannar “

Sahabat fillah, kebetulan pada hari Kamis malam Jum’at kemarin tanggal 5 Nopember 2009, saya mendapat undangan dari salah seorang binaan / murid saya yang bernama Alga Panduwinata / atau kalau difacebook “ Pria bernama Alga “ Direktur utama AJEONLINE “..^_^. Undangan itu dalam rangka Tasyakuran Usaha Baru berupa pembayaran Listrik, telepon, pulsa, dll secara Online. Dan didalam pertemuan itu juga hadir murid saya yang lainnya seperti Akhi Jihaduddin Fikri Amrullah “ Direktur Utama Group Cerita – cerita Motivasi I & II, lalu akhi Purwo Sucahyo juga salah satu assisten / ADMIN Group CCM I / II, adapula akhi Muhammad Bara, dan juga akhi Syaiful Huda tambahan ada juga akhi Arif ( tekhnisi Computer AJEONLINE ), Plus hadirin dan hadirat yang jumlahnya sekitar 40 orang. Shubhanallah..acara dimulai dengan muqaddimah oleh Ibu Ida Ghusholah ( Ibunda Jihaduddin Fikri ) dan dilanjutkan dengan sambutan Bp Pardede ( Ayahanda Alga Panduwinata ) kemudian ramah tamah makan – makan, kemudian acara inti yaitu santapan Rohani oleh Ustadz Sholahuddin / GUS SHOLAH ( Ayahanda Jihaduddin Fikri Amrullah ) Yang inti ceramahnya menjelaskan Tujuh resep sukses yang terkandung didalam QS Ar Ra’du, ayat 11.

Dan didalam penjelasannya Ustadz bercerita tentang sebuah keluarga muslim yang memiliki 3 orang anak, anak pertama perempuan, dan kedua adiknya laki – laki.Sang Ayah mempunyai usaha wirausaha dengan berdagang, dan beliau mempunyai 2 buah took. Singkat cerita, anak gadisnya akhirnya dipinang, dan menikah dengan seorang laki – laki yang berasal dari Kalimantan. Dan setelah menikah anak perempuannya itu diajak suaminya untuk tinggal di Pontianak. Tinggallah dua orang anak laki – lakinya yang menemani orang tuanya yang tinggal di Ungaran.

Kemudian suatu saat sang ayah jatuh sakit dan cukup parah, sehingga kemudian sang ayah ini memanggil kedua anak lelakinya. Didepan kedua anak lelakinya itu sang ayah memberikan wasiat / amanah, “ Wahai anakku, sesungguhnya kalian berdua adalah anak yang bapak banggakan, dan kalian adalah anak laki – laki, harus bisa membuktikan sebagai anak bapak yang akan meneruskan usaha bapak. Sepertinya bapak sudah tidak bisa lama lagi menemani kalian didunia ini, bapak punya dua toko, satu untuk kamu, dan satu lagi buat adikmu, sedangkan kakakmu sudah menikah dan ikut suaminya dan Alhamdulillah sudah sangat berkecukupan.

Bapak pesan pada kalian berdua, tolong usaha bapak diteruskan, dan kedua toko itu tolong dirawat dan jangan dijual sampai kalian berhasil mengembangkan usahanya. Anakku bapak ingin memberikan wasiat agar kalian bisa berhasil dalam usaha dagang kalian, ada tiga hal yg ingin bapak sampaikan :

1.Jika kalian keluar dan masuk rumah lagi jangan sampai terkena sinar matahari.
2.Janganlah kalian menagih hutang orang / tetangga yang punya hutang, karena itu akan sangat menyakitkan orang yang berhutang.
3.Selalu berpegang teguh kepada Firman Allah SWT dalam QS Ar – Ra’du ayat 11 dalam kalian berusaha untuk sukses / berhasil dengan usaha kalian.

Nah, anakku..itulah tiga wasiat bapak tolong kalian berdua melaksanakannya agar sukses usaha kalian. Insyaa Allah.

Sahabat facebook fillah, singkat cerita lagi, sang bapak akhirnya meninggal dunia. Istri dan anak – anaknya sangat terpukul, namun bagaimanapun juga mereka harus tetap melanjutkan hidup. Sang Ibu akhirnya memutuskan untuk ikut anak perempuannya tinggal di Pontianak, tapi sebelum pergi sang ibu berpesan agar kedua anak lelakinya itu melaksanakan wasiat almarhum ayahnya.

Sahabat fillah, tiga tahun sudah sang ibu berada di Pontianak, dan akhirnya sang ibu kangen dengan anaknya yang ada di Ungaran, akhirnya memutuskan utk menengok anaknya yang ada di Ungaran. Setelah sampai di Ungaran, sang ibu bertemu dengan kedua anak lelakinya, sang kakak tampak punya mobil dan dan rumah yang cukup mewah yang dibeli juga dari hasil usahanya, karena usahanya berkembang dan sukses sehingga kehidupannya sangat mapan, sedangkan sang adik justeru sebaliknya usahanya bangkrut, dan tampak wajahnya murung, bahkan masih tinggal dirumah alm bapaknya, artinya dia belum bisa beli rumah sendiri seperti kakaknya.

Akhirnya sang ibu bertanya kepada anaknya yang ragil ( adiknya ), “ Kenapa usaha tokomu bangkrut, apa kamu tidak melaksanakan wasiat almarhum bapakmu ? “. Maka sang adik menjawab, “ Justeru itulah bu, saya curiga, gara – gara melaksanakan wasiat almarhum bapak, usaha saya jadi bangkrut, dan tdk bisa berkembang “ Lhoo..kok bisa..? “ Tanya ibunya, “ Betul bu, wasiat pertama bapak, kalau keluar sampai masuk rumah lagi, tidak boleh kena sinar matahari, maka saya selalu nyewa andhong ( dokar ) atau kadang – kadang taksi pulang pergi agar saya tidak terkena sinar matahari, dan untuk itu saya mengeluarkan dana yang cukup banyak dalam sebulan bu, Kemudian wasiat kedua bapak, ini justeru yang lebih parah lagi bu, wasiat almarhum bapak janganlah menagih hutang orang yang berhutang padamu, karena itu akan menyakitkan hati orang / tetanggamu yang berhutang, dan kenyataannya banyak sekali yang berhutang dan banyak yang kredit macet bu, sehingga saya kehabisan modal untuk mengembangkan usaha bu.

Sedangkan wasiat bapak yang ketiga, yaitu firman Allah SWT dalam QS Ar – Ra’du ayat 11, saya juga selalu membacanya, dan mencoba untuk mengamalkannya, tapi hasilnya ya sepeti yang ibu lihat ini “. Mendengar penjelasan anak ragilnya, sang ibu tersenyum. Kemudian sang ibu bertanya kepada sang kakak, “ lha kamu, apa kamu tidak melaksanakan wasiat bapakmu, sehingga usahamu bisa sukses dan berkembang, sehingga kehidupanmu jadi lebih mapan dan berkecukupan tidak seperti adikmu ? “

Sahabat fillah, sang kakakpun akhirnya menjawab, “ Ibu..sebetulnya saya sudah menasihati adik, tapi dia ngotot dengan pendiriannya, ya sudah saya tidak memaksa. Ibu menjawab pertanyaan ibu, Alhamdulillah, justeru berkat wasiat dari almarhum bapak itulah, usaha saya bisa berkembang dengan pesat dan sukses bu, wasiat pertama bapak, kalau keluar sampai masuk rumah lagi, tidak boleh kena sinar matahari, makanya saya tidak menelan mentah – mentah nasihat itu bu, dan saya siasati dengan berangkat habis sholat Subuh pagi sekali untuk berangkat ketoko, dan biasanya yang lain belum buka saya sudah buka duluan bu, dan setelah maghrib kadang setelah Isya’ saya baru tutup tokonya bu, dan Alhamdulillah hasil jualan saya dapat keuntungan yang lumayan. Kemudian utk wasiat kedua almarhum bapak janganlah menagih hutang orang yang berhutang padamu, karena itu akan menyakitkan hati orang / tetanggamu yang berhutang, maka saya harus tegas bu, dagangan saya TIDAK ADA YANG SAYA HUTANGKAN bu, ya Alhamdulillah modal selalu bisa diputar terus, dan keuntungannya Shubhanallah..saya bersyukur kepada Allah SWT bu,

Dan wasiat ketiga bapak, yaitu firman Allah SWT dalam QS Ar – Ra’du ayat 11, saya juga selalu membacanya, dan mencoba untuk mengamalkannya, dan yang paling berharga, justeru karena saya memahaminya tidak satu sisi saja, tapi ada tujuh resep sukses yang terkandung didalam ayat tersebut, yang saya dapat dari seorang ustadz ketika saya ikut majelis ta’lim rutin di masjid. Sebetulnya adik sudah sering saya ajak untuk ikut ta’lim biar tambah ilmunya, tapi selalu saja ada alasan untuk menolak bu, susah adik kalau diajak ngaji. Saya sudah sering kasih dia nasihat bu, biar berkah, usaha dunia kita jalan, tapi ‘ibadah juga jalan, jadi “ Fidunya hasanah, wal akhirati hasanah “ tapi memang adik masih susah untuk diajak ngaji bu.

Kemudian sang ibu bertanya kepada sang anak, “ lalu apa tujuh resep sukses yang terkandung didalam QS Ar – Ra’du ayat 11 itu anakku ? “ Begini bu, menurut penjelasan pak Ustadz, Bahwa ada TUJUH resep sukses dari QS Ar – Ra’du ayat 11, yang insyaa Allah seseorang yang mengamalkan akan sampai TUJUHAN / TUJUAN, atau istilah JAWA nya resepnya “ ONO PITU “ ( Ada Tujuh ), insyaa Allah “ bakal entuk PITULONGAN “ ( Akan mendapat Pertolongan ).

Dan TUJUH resep sukses yang terkandung didalam surat Ar – Ra’du ayat 11,


“ Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” ( QS. Ar Ra’d ( 13 ), ayat 11 )


1.SUKSES TIDAK DATANG BEGITU SAJA tidak cukup dengan berharap dan berdo’a saja , tetapi harus disertai dengan usaha / ikhtiar yang nyata dan sungguh – sungguh, serta tidak putus asa / pantang menyerah.

2.SUKSES SELALU DIAWALI DENGAN LANGKAH BELAJAR, dan jangan pernah menyerah atau pesimis selama proses belajar itu.

3.SUKSES BUTUH KERJA KERAS, KERJA IKHLAS, KERJA CERDAS, & KERJA TUNTAS, orang yang berjiwa sukses tidak mudah mengeluh, tetapi selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan masa lalu, agar bisa mengantisipasi sebab – sebab kegagalan, menuju sebab – sebab orang menjadi SUKSES.

4.SUKSES ADALAH RANCANGAN ALLAH SWT, Jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses yang sudah Allah SWT sediakan secara adil untuk hamba-Nya. Sahabat filah Kesuksesan itu sudah disediakan oleh Allah SWT, tinggal kita mau meraihnya atau tidak, banyak orang yang belum sukses karena tidak tahu ilmunya untuk mengambil sukses itu, ibarat ikan yang berjuta – juta bahkan bermilyar – milyar di LAUT yang disediakan Allah SWT uk manusia, tinggal bagaimana kita bisa mengambilnya, dengan memancing, menjala, dengan menggunakan kapal, perahu, atau dengan menyelam langsung menangkap dengan jarring, dsb. TENTUNYA berbagai cara dilakukan maka berbagai macam hasilnya pula didapatkan. Begitu pula akhi wa ukhti fillah dengan ilmu apa, dengan cara apa kita coba meraih sukses, maka ada yang berhasil meraih sukses tapi ada juga yang belum berhasil meraih sukses.

5.SUKSES TIDAK HANYA MENJADI BAGIAN DARI SEGELINTIR ORANG SAJA, tetapi menjadi hak setiap orang yang mau berjuang untuk merubah nasibnya.

6.SUKSES DIAWALI DARI MIMPI, YANG DIGERAKAN OLEH HASRAT DAN HARAPAN, jangan berhenti dari mimpi dan teruslah bermimpi untuk sukses, bergeraklah walaupun dimulai dengan tindakan kecil. Karena Kesuksesan itu dimulai dari hal yang sepele / hal yang kecil. Artinya jangan meremehkan hal yg kecil, Karen dari yang kecil itu akan menjadi besar.

7.SUKSES SETIAP ORANG JALANNYA BERBEDA, BAIK CARA MAUPUN WAKTUNYA, Jadi janganlah silau dengan kesuksesan orang lain, jadilah dirimu sendiri untuk sukses ‘ S0 BE YOUR SELF “

Sahabat fillah, mendengar penjelasan itu, sang ibu pun tersenyum sambil menepuk bahu kedua anaknya itu, dan berkata kpd sang adik, “ Nak..kamu juga harus mencontoh apa yang sudah dilaksanakan kakakmu, “ sang adik menjawab, insyaa Allah bu, mulai sekarang saya akan coba menjalankan seperti yang dijelaskan kakak “.

Sahabat fillah, ceritanya sampai disini saja, intinya, dalam menafsirkan / menterjemahkan suatu masalah memang dibutuhkan kepekaan terhadap langkah – langkah yang nyata dan realistis dan terus belajar / berguru dengan orang yang lebih tahu / memahami suatu masalah. Sehingga kita tidak salah langkah gara – gara kita menafsirkannya keliru. Jangan malu untuk bertanya jika kita ragu. Sebab malu bertanya sesat dijalan. Jangan malas belajar, sebab malas belajar, pastilah kita akan bodoh, dan janganlah menunda –nunda utk bergerak, sebab jika kita tidak segera bergegas, pastilah kita akan ketinggalan kereta.

Nah sahabat facebook fillah rahimakumullah, demikian saja dulu catatan kali ini, sebuah kisah pembangkit semangat, yang insyaa Allah akan sangat bermanfaat bagi orang yang mencoba membaca dan mengamalkan apa yang terkandung dalam uraian diatas. Mohon maaf dengan segala kekurangannnya dan saya beristighfar serta bertaubat kepada Allah SWT bilamana ada khilaf yang terjadi.

SALAM SUKSES SELALU
YYEEESSSS !!


Wallahu a’lamu bish shawab.

Tidak ada komentar:

Followers