Selasa, 10 November 2009

Obsesi Semu

Kadang kala kita tanpa sadar bisa berangan lebih tinggi dari pada langit yang menaungi kita, obsesi-obsesi yang hanya ada dalam pikiran kita, namun tak dibarengi oleh kemauan kita untuk merealisasikannya. Entah setan mana yang merasuki kita kala waktu itu. Bahkan,saat sholatpun, tak banyak dari kita yang bisa konsen pada Yang Memanggil kita untuk menghadap.

Sebuah prinsip hidup dipertaruhkan kala kita terobsesi dengan lamunan kita, iya atau tidak? Yang jelas, obsesi saat kita tak berobsesi (melamun) hanyalah imajinasi yang tak ada batas kebohongannya, bila terseret arus imajinasi kita yang aneh kala waktu itu, tentu prinsip kita akan goyah, di situlah setan akan berperan menjadi sutradara lamunan kita.

"Cukuplah bagi seseorang kebodohan yang ada pada dirinya di kala bangga dengan pendapatnya", karena pendapat itu tak dibarengi dengan ilmu, maka jelas sudah bisa dipahami kalau hal itu bisa menyebabkan seseorang besar kepala terhadap pendapatnya sendiri. Padahal? Siapa yang tahu? Jika pendapat itu hanya memplagiat dari orang lain yang diklaim sebagai pendapatnya.

Kesemuanya itu,jika kita tahu bahwa obsesi kita terkadang disutradarai oleh "musuh abadi" kita, maka tak akan ada rasa berbangga diri yang menjurus pada kesombongan. Tapi bagaimanapun juga,manusia tetatplah manusia, tak akan luput dari kesalahan, dan juga akan selalu terpeleset. Nah,saat terpeleset, iman kita yang harus berjalan, hingga kita langsung bisa tersadar dan menekan emosi kita yang bisa menyebabkan tawa membahana dari setan yang dengan suka cita skenarionya diikuti.

Ketebalan iman kita,tak bisa dibandingkan dengan orang sebelum kita. Dari sini, obsesi yang tak semu bisa dimunculkan,dengan cara melihat yang lebih tinggi pada keakhiratan dan melihat yang lebih bawah pada keduniaan.

Kedudukan dunia,hanyalah dasar dari pijakan kedudukan di akhirat. Apa obsesi kita?

Semu dan tak semunya obsesi terletak pada keadaan kita, apakah kita sering melamun? Ataukah merenung? Bedakan antara merenung dan melamun, karen kontras perbedaannya jelas terlihat. Dan jangan sampai iman dan prinsip kita tergoyahkn hanya karena obsesi yang tak jelas arah dan tujuannya.
Hilangkan keraguan,dan ciptakan keyakinan pada diri kita, karena firman Alloh dalam hadits Qudsi, "Ana inda Dzonni abdii bii. . ."

0 komentar:

Followers

Mbh