Kamis, 12 November 2009

Gwe kaya coy....

Alkisah ada seorang Hamba Allah bertanya kepada Malaikat Izrail, “Wahai Izrail bagaimanakah engkau mencabut nyawa orang yang kaya raya?”

“Orang kaya?”, Izrail sedikit mengernyitkan keningnya. Alisnya terangkat sedikit.

Yah orang kaya tidak beda sebenarnya dengan makhluk Allah lainnya. Saat kematian menjemput, maka kekayaannya tidak akan berarti apa-apa. Sebab, kekayaan yang akan dinilai oleh-Nya adalah amaliah yang muncul dari dasar hatinya. Kekayaan duniawi hanya berguna untuk anak cucu dan jandanya (dudanya) saja.

“Yang paling menyebalkan adalah kalau aku mencabut nyawa orang yang kaya karena menggadaikan kemanusiaannya”, Izrail menegaskan.

Itulah kekayaan yang diraih dari jalan yang diharamkan Allah. Mereka yang korupsi, menipu, merampas harta anak yatim, membohongi publik, pura-pura membangun yayasan, karena riba, dan cara-cara lain pengambilan kekayaan yang tidak sah. Mereka sebenarnya sebodoh-bodohnya manusia. Mereka bisa dikatakan terkelabui.

Mungkin kaummu sering mengucapkan pepatah “Muda Foya-foya, Tua Kaya Raya, Mati masuk Surga”. Itulah peribahasa kaum hedonis yang mengira dengan tipu muslihatnya bisa menipu Allah SWT. Mereka lupa bahwa dari mulai bapak-ibunya bertemu sampai ajal menjemput, Allah menggenggam kehidupan mereka, baik digenggam dalam Kebaikan-Nya maupun Kemurkaan-nya.

Bodohlah manusia yang mengira kekayaaan yang diperoleh dengan jalan haram, bisa ditebus dengan aktivitas amal-amal lahir, apakah itu dengan berzakat , berumroh dan berhaji, mendirikan rumah yatim piatu, atau mendirikan masjid-masjid dengan tiang-tiang yang besar. Selama kesyirikan dan riya masih menempel dalam lubuk hati mereka yang terdalam, meskipun sebesar zarah atom sekalipun (QS 99:7-8), kesyirikannya dan kekurang ajarannya dengan menyogok Allah akan berdampak mengerikan. Orang yang kaya seperti ini, seakan membawa kesombongannya selama di dunia dengan menganggap Allah pun bisa disogok

Karena itu, akupun tidak sungkan untuk menampakkan diri dalam bentuk yang paling mengerikan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Aku akan cabut nyawa mereka sesuai dengan tindakan-tindakan mereka. Aku akan menyeret roh mereka dari dalam tubuhnya yang membusuk secara perlahan-lahan. Agar ia bisa mencium sendiri kebusukannya itu sebelum sakratul maut tuntas menunaikan tugasnya. Rohnya akan kuseret seperti diseretnya tubuh melalui dinding bergerigi, yang sakit dan sangat menyakitkan. Banyak yang tidak kuat melalui fase ini, dan menangis meraung-raung, tidak saja dalam wujud jasadnya yang membusuk. Namun, juga ruhnya akan meraung dan bersedih, sekaligus juga tidak rela meninggalkan kekayaannya yang tersisa yang tidak sempat dinikmatinya

”Tetapi kan tidak semua orang kaya diperoleh dari tipu menipu dan kejahatan,” orang tersebut bertanya lagi

“O, ya jelas. Ada juga orang kaya yang tidak seperti itu. Tapi kebanyakan, kekayaan telah membutakan matahati seseorang sehingga alpa dari menelusuri dan menggunakan kekayaannya.” Ujar Izrail menjelaskan

Dia melanjutkan,” Hanya sedikit orang kaya yang menyadari apa arti kekayaannya itu.”. “Dari yang sedikit itu, lebih sedikit lagi yang lolos dengan mulus”, tegasnya.

Pernah suatu ketika aku mendatangi orang kaya raya. Karena ia tahu kedatanganku, maka ia pun gemetar dan memerintahkan semua harta bendanya untuk dikumpulkan dihadapanku. Setelah semua hartanya berada didepan matanya, dia berkata mencaci maki harta bendanya ”Semoga Allah mengutukmu sebab engkau telah memalingkan aku dari beribadah kepada Tuhanku dan menghalang-halangi aku dari pengabdian kepada-Nya”.

Allah kemudian membuat harta bendanya berbicara :

”Mengapa engkau menghinaku, sedangkan karena akulah engkau bisa diterima oleh presiden, para pejabat, pengusaha, selebritis, kalangan jet-set, dan golongan yang mengandalkan kekayaan dunia lainnya, padahal orang-orang yang bertakwa kepada Allah malah diusir dari pintu rumahmu?

Karena akulah engkau bisa mengawini wanita-wanita lacur, duduk bersama raja-raja, pelesiran ke tempat-tempat yang hina, dan membelanjakan aku di jalan keburukan. Namun, aku tidak pernah membantah.

Seandainya saja engkau membelanjakan aku di jalan kebajikan, niscaya aku akan memberi manfaat kepadamu. Engkau dan semua anak Adam diciptakan dari tanah, kemudian sebagian dari mereka memberikan sedekah, sedang yang lain berbuat keji seperti dirimu yang bodoh dan terkelabui oleh gemerlap diriku.”

Malaikat Izrail pun tanpa basa-basi lagi mencabut orang kaya yang bodoh itu, maka robohlah ia ke tanah dengan penyesalan yang mendalam.


Kemana hilangnya rumah megah itu?

Kemana perginya mobil-mobil sedan itu?

Kemana raibnya pehiasan emas berlian itu?



Mereka tak ingat lagi

Malas mengingatnya

Mereka bahkan lupa...

kapan terakhir kali bertamasya



Sekarang mereka terbaring dalam sakitnya

Tak tahu harus berobat kemana

Jangankan untuk ke dokter

Untuk beli makanan saja pas-pasan



Setidaknya, kini mereka punya dua pilihan

Pergi ke dokter tapi tidak bisa makan

Atau tetap makan tapi tidak usah ke dokter

Sedangkan dulu mereka hanya punya satu pilihan

Yakni....

Pergi ke dokter sekaligus tetap bisa makan enak



Getir....

Lelaki tua kikir itu merasa getir

Ia berandai dapat memutar ulang waktu

Untuk menjalani kembali hidupnya

Walau sekali tapi dengan benar

Terpuruk....

Wanita tua angkuh itu merasa terpuruk

Menyesal karena telah berlaku maruk

Berharap semua ini hanya sebuah mimpi buruk

0 komentar:

Followers

Mbh