Kamis, 12 November 2009

Di Mata Para Imam Wahhâbi, Ahlusunnah Adalah Aliran Sesat!

Kaum Wahhâbiyah -yang berusaha dengan segala cara untuk lari dari nama tersebut dan menamakan diri mereka dengan nama Salafi- mereka mengklaim bahwa hanya mereka semata yang berada di atas petunjuk Allah SWT., sementara kelompok lain selain mereka adalah kelompok dan aliran sesat! Hanya merekalah yang mewaliki al Firqah an Nâijyah (kelompok yang selamat) sementara selain mereka adalah celaka dan calon tetap penghuni neraka jahîm!

Ketika mereka mengumbar lisan mereka menyebut-nyebut Salaf Shaleh mungkin terbesit dalam benak Anda yang mereka maksud adalah para sahabat dan tabi’în atau para ulama Islam gerenasi ketiga misalnya. Akan tetapi anggapan itu akan segera terusir karena Anda akan segera mengetahui bahwa yang mereka maksud adalah “Syeikh Islam” mereka yang bernama Ibnu Taimyah dan Ibnu Qayyim serta kaum mujassimah dan Musyabbihah lainnya!

Kaum Wahhabi/Salafy mengklaim bahwa pengikut Ibnu Taimiyah lah yang sejatinya Ahlu Sunnah! Adapun selainnya adalah Ahli Dhalâl (kelompok dan aliran sesat)! Mereka mencoret pengikut empat mazhab; Hanafi, maliki, Syafi’i dan Hanbali dari daftar anggota Ahlu Sunnah! Setelah sebelumnya mengeluarkan kelompok lain darinya!

Para pengikut fanatik Wahhabi-Salafy pasti akan segera menuduh kami sekali lagi menebar fitnah murahan untuk mencoreng “kecemerlangan” wajah da’wah Pendekar Pemberantas Syirik dan kekafiran! Karena hanya itu yang dapat mereka lakukan. Tapi janganlah terburu nafsu karena kami bukan ahli fitnah, kami hanya membongkar kejahatan kelompok ini mengingat keganasan doktrin tafir dan pemusyrikannya yang sangat membahayakan keutuhan wahdah Islamiyah!

Karenanya kami segera akan membuktikannya melalui pernyataan para imam dan tokoh sekte sempalan ini baik tokoh klasik mereka maupun tokoh kontemporer.


Pernyataan Syeikh Abdullah ibn Abdur Rahmân Abu Bathîn (W.1282 H) ketika ia berkata:


إذا عرفت ذلك عرفت خطأ من جعل الأشعرية من أهل السنة كما ذكره السفاريني في بعض كلامه ويمكن أنه أدخلهم في أهل السنة مداراة لهم لأنهم اليوم أكثر الناس ، والأمر لهم ، والله أعلم مع أنه قد دخل بعض المتأخرين من الحنابلة في بعض ما هم عليه)

“Jika kamu telah ketahui kesalahan orang yang menggolongkan kelompok Asy’ariyah seperti disebutkan as Safâranîni dalam sebagian pembicaraannya. Bisa jadi ia memasukkan mereka ke dalam golongan Ahlu Sunnah sekedar berbasa-basi sebab mereka sa’at ini adalah kelompom mayoritas, kekuasaan di tangan mereka –Allah yang maha mengetahui-, padahal sebagian kalangan mutaakhhirîn pengikut mazhab Hanbali terjebak dalam hal yang mereka yakini.”


Abu Salafy berkata:

Di sini Syeikh Abdullah ibn Abdur Rahmân Abu Bathîn terang-terangan mengusir kaum Asy’ariyah dari golongan Ahlu Sunnah! Dan salahlah siapa saja yang memasukkan mereka ke dalam Ahlu Sunnah!

Suara sumbang di ataas bukan suara tunggal yang dipekikkan oleh para masyâikh Wahhâbi. Syeikh Abdul Aziz bin Bâz juga tidak mau ketinggalan dalam menyuarakan suara sumbang tersebut. Ia berkata, seperti dalam kitab al Aqîdah ash Shahîhah Wamâ Yudhâdduhâ/Akidah yang benar dan yang menyalahinya:20:

ومن العقائد المضادة للعقيدة الصحيحة في باب الأسماء والصفات عقائد أهل البدع من الجهمية والمعتزلة ومن سلك سبيلهم في نفي صفات الله عزَّ وجل وتعطيله سبحانه من صفات الكمال … ويدخل في ذلك من نفى بعض الصفات وأثبت بعضها كالأشاعرة… ويدخل في ذلك من نفى بعض الصفات وأثبت بعضها كالأشاعرة … أما أهل السنَّة والجماعة فقد أثبتوا لله سبحانه ما أثبته لنفسه)

“Dan termasuk akidah yang menyalahi/menentang akidah yang benar dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah akidahnya Ahli (Penyandang) Bid’ah dari kelompok Jahmiyyah, Mu’tazilah dan menenmpuh jalan mereka dalam menafikan sifat-sifat Allah –Azza wa Jalla- dan mengosongkan-Nya dari sifat Kemaha-Sempurnaan… . Dan masuk dalam golongan ini kelompok yang menafikan sebagian sifat dan menetapkan sebagian lainnya, seperti kelompok Asy’ariyyah… adapun Ahlu Sunnah wal jamâ’ah mereka menetapkan bagi Allah SWT apa-apa yang ia tetapkan untuk diri-Nya.”


Abu Salafy berkata:

Di sini Anda menyaksikan bagaimana Mufti Tertinggi umat Wahhabi-Salafy di zamannya; Syeikh Abdul Aziz bin Bâz dengan terang-terangan mengeluarkan para pemimpim Asy’ariyah dan pengikut mereka dari golongan Ahlu Sunnah! Dan ia menetapkannya secara khusus bagi Ibnu Taimiyah dan pengikut akidahnya.

Perlu Anda cermati bahwa yang ia maksud dengan menafikan sifat bukanlah menafikan bahwa Allah SWT menyandang sifat-sifat sempurna seperti Maha Hidup, Maha Berkuasa, Maha Mengetahui, Maha Sempurna, dll. akan tetapi yang ia maksud –seperti juga kaum Mujassimah lainnya- adalah menafikan sifat bahwa:

* Allah punya tangan (dan anehnya kata kaum Wahhabi/Salafy –berdasarkan riwayat yang mereka terrima bahwa tangan Allah kedua-duanya kanan, tidak ada yang kiri, coba Anda bayangkan!!),
* Allah punya betis,
* Allah punya mata,
* terkadang Allah juga Maha Menipu,
* Allah Maha bermakar,
* Allah berlari-lari kecil (harwalah),
* Allah terheran-heran (ta’ajjaba), Allah tertawa,
* Allah berambut lebat dan memanjang hingga ujung telinga dan sifat-sifat lain yang serupa!

Jadi siapapun yang menafikan sifat-sifat itu dari Allah mereka tuding sebagai Mu’aththilah, Nufâtush Shifât!

Padahal para ulama Islam yang menafikan sifat-sifat seperti itu dari Allah dan mena’wilkannya dengan makna yang sesuai dengan Kemaha Agung dan Kemaha Sempurnaan Allah SWT jelas-jelas sedang mensucikan-Nya dari pensifatan yang ilhâd (menyimpang)!

Tapi anehnya di mata Wahhâbi/salafy sesiapa yang menafikannya keluar dari Ahlu Sunnah, sedangkan kaum Mujassimah Musyabbihah yang menetapkannya adalah Ahlu Sunnah wal Jam’â’ah! Sungguh tanpa malu pembajakan nama itu!

Tapi anehnya di mata Wahhâbi/salafy sesiapa yang menafikannya keluar dari Ahlu Sunnah, sedangkan kaum Mujassimah Musyabbihah yang menetapkannya adalah Ahlu Sunnah wal Jam’â’ah! Sungguh tanpa malu pembajakan nama itu!

Jadi sekali lagi, dalam pandangan Syeikh Bin Bâz Cs para ulama yang memaknai misalnya, kata: يد الله atau "tangan Allah" dalam ayat:

{يد الله فوق أيديهم}

Dengan kekuasaan/qudrah, sebab pemaknaan itu yang sesuai dengan keagungan Dzat yang Maha Tinggi adalah kaum Mu’aththilah!

Atau kata: بأعيننا atau "dengan mata-mata Kami" dalam ayat:

{تجري بأعيننا}

Dengan bahwa bahtera Nabi Nuh as. itu berjalan di bawah kontrol dan perhatian serta kelemah-lembutan Kami (Allah), dan tidak mungkin kata itu diartikan dengan mata… menurut kaum Wahhâbi adalah kaum Mu’aththilah! Dan kaum Mu’aththilah adalah kafir!

Jadi demikianlah vonis Bin Bâz atas golongan Asy’ariyah! Kini ia memonopoli hak paten Ahlu Sunnah hanya umtuk kelompok Wahhâbi/Salafy saja!!


Ibnu Abdil Wahhâb Adalah Panutan Mereka!

ika Anda tau sebab yang menjadikan kedua masyâikh Wahhabi itu berfatwa seganas itu, pastilah Anda tidak akan terheran-heran, sebab idzâ ‘urifa as sabab bathalal ‘ajab (idzâ ‘urifa as sabab bathalal ‘ajab!). Dan segala Sesutu jika keluar dari sumbernya tidak akan mengherankan! Jika panutan mereka adalah Syeikh Galak yang menvonis kafir kelompok Asy’ariyah dalam kitab at Tauhid-nya, maka pasti sirnalah keterheran-heranan Anda! Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb lah yang mendoktrin pengikutnya sehingga menjadi mufti-mufti galak dan para pengikut militant di jalan pengkafiran umat Islam!


Ibnu Abdil Wahhâb berkata:

Kesimpulan kedua puluh: Penetapan sifat-sifat bagi Allah, berbeda dengan kaum Asy’ariyyah yang Mu’aththialh itu! (Kitab at tauhid (dengan syarahnya berjudul Fathul Majîd):204. cet. Dâr al Kotob al Ilmiah. Beirut.)

Dalam hal 402 pensyarahnya; Syeikh Abdur Rahman ibn Hasan Âlu dari keturunan) Syeikh (Ibnu Abdil Wahhab sendiri), ketika menerangkan bab: Man jahada syaian min al Asmâ’ wa ash Shifât (Siapa yang mengingkari nama-nama dan sifat-sifat). Ia mengatakan: “Mereka kaum Mu’aththilah itu telah kafir kepada Al Kitab (Al Qur’an) dan Sunnah.”


Jadi apakah sulit bagi Anda untuk menyimpulkan vonis para imam sekte sempalan Wahhabi dari kedua mukaddimah dari pernyataan kedua imam Wahabi di atas:


* Mukaddimah pertama: kaum Asy’ariyah adalah Mu’aththilah!
* Mukaddimah kedua: kaum Mu’aththilah adalah kafir!
* Jadi kesimpulannya: Kaum Asy’ariyah adalah kafir!

Jika ada yang menyimpulkan lain maka akalnya perlu diperiksakan dan kewarasaannya perlu dipertanyakan!

Wassalam!

0 komentar:

Followers

Mbh