Selasa, 10 November 2009

" TIGA HAL YANG MEMBUAT BAHAGIA "

Ass. Wr Wb

Selamat pagi teman-teman sekalian, Alhamdulilah ke hadirat Alloh SWT, karena atas kuasanya kita sampai hari ini masih diberikan nafas nikmat.
Semoga Jum'at yang indah ini kita diberkahi.

Dalam doa, kita pastinya sering mengucapkan " Ya Alloh berilah Kamikebahagian Dunia & Akhirat", sungguh doa yang luar biasa dan syarat makna. Setiap manusia yang beriman pasti menginginkan kebahagian dan kesuksesan hidup dalam kehidupannya, dunia dan akhirat. Pemimpin umat, Rasulullah SAW, memberi kiat yang sangat sederhana untuk meraihnya. Bukan dengan gelimang harta, memperoleh jabatan tinggi, atau beristri perempuan tercantik.

Sahabat Nabi SAW, Uqbah bin Amir RA bertanya, ''Hai Rasulallah, apa saja yang membuat seseorang sukses (bahagia) dalam hidupnya? Rasul menjawab, ''Peliharalah lidahmu, berlapanglah kamu di rumahmu, menangislah terhadap kesalahan (dosa) yang engkau lakukan.'' (HR Abu Dawud, Turmudzi, dan lain-lain).

Ada tiga hal yang membuat bahagia, yaitu:

Pertama, memelihara lidah dari mengucapkan hal-hal yang tidak dibolehkan Allah SWT. Lidah itu tak bertulang, tetapi punya peran sentral dalam kehidupan. Begitu bahayan lidah sehingga ada pepatah mengatakan bahwa lidah itu ibaratnya seperti pedang. Setiap saat bisa melukai siapaun.Karena lidah bisa digunakan untuk memfitnah, berbohong, mencela, mengumpat dan aktivitas jelek lainnya.
Demikian pentingnya kedudukan lidah, maka Islam menginginkan masing-masing kita menjaga ucapannya dan mengarahkannya kepada hal-hal yang positif serta baik. Hadits Nabi SAW, ''Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata yang baik atau diam.'' (HR Bukhari dan Muslim)

Kedua, berlapang-lapang di dalam rumah, artinya bagaimana rumah bisa dijadikan perisai dalam menghadapi berbagai godaan dan gangguan. Jadikan rumah sebagai surga bagi keluarga kita, jadikan rumah sebagai tempat terindah dan membuat penghuninya terasa segar dan nyaman.Memfungsikan rumah sebagai tempat membina keluarga bahagia, tempat beribadah, beramal, berukhuwah, dan membina masa depan keluarga. Rumah juga merupakan 'madrasah' pertama.
Untuk itu perlu kiranya rumah selalau dinanungi dengan iman dan islam. Jangan jadikan rumah sebagai tempat maksiat, bertengkar dan hal yang tidak diridhoi oleh Alloh.

Ketiga, menangisi kesalahan, perbuatan dosa yang pernah kita lakukan. Kita adalah manusia yang tak luputu dari dosa. Tetapi Alloh Maha pengampun, maka kita hendaknya bersegera untuk "Bertobat", mohon ampun atas semua dosa-dosa yang pernah kita lalkuan. Tidak akan mengulangi dosa yang sudah pernah kita lakukan.
Ini sesuai dengan Firman-Nya, ''...bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung...'' (An-Nur [24]: 31).

Begitulah kunci meraih bahagia yang diberikan Rosululloh. Kebahagian tidak semata berlimpah harta dan kedudukan yang tinggi. Semoga kita semua dapat menggunakan kunci kebahagian ini, karena tidak susah untuk mencarinya. Sudah ada dalam diri kita sendiri, tinggal kita mau atau tidak memanfaatkan kunci tersebut. Harapan kita semua adalah dengan kebahagian hidup maka jiwa kita senantiasa tenang. Semoga kita semua setelah ini kita semua dapat segera mengambil kunci itu dan siap meraih kebahagian hidup yang kita harapkan. Amin

Wassalam

Tidak ada komentar:

Followers