Kamis, 12 November 2009

Keagungan Seorang Khalifah

UMar bin al-Khaththab adalah khalifah kedua stelah Abu BAkar. ketika BEliau menjabat sbg khalifah sekitar 10,5 tahun. Dibawah kepemimpinan umar pada saat itu wilayah ISLAm berkembang pesat. Mulai dari seluruh jazirah arab, syria, MEsir, Irak, PErsia, Armenia, Azerbaijan dan beberapa wilayah lainnya.

sebatnya lagi, saat peperangan, khalifah melarang Keras tentaranya untuk membunuh org yg lemah,perempuan dan anak2, menodai kuil serta tempat ibadah lainnya. kebijakan2 umar bertentangan dg penindasan dan kebuasan alexander, caesar, Atilla. lihat saja saat alexander menaklukan Sur. Sebuah kota Syria. dia memerintahkan para jendralnya untuk melakukan pembunuhan massal dan menggantung seribu warga negara terhormat di dinding kota. Demikian pula ketika menaklukan kota persia, dia memerintahkan memenggal kepala smua laki-laki. Raja lalim seperti jengi Khan, Atilla bahkan lebih ganas lagi.

Meski memimpin wilayah negara yg sangat luas. Khalifah umar hidup layaknya seperti org biasa lainnya. Suatu kali, dalam sebuah rapat umum. Seseorang berteriak, “wahai umar, takutlah kepada Allah !!” para hadirin bermaksud untuk menyuruh org ini diam. Namun, khalifah mencegahnya dan berkata, jika sikap jujur seperti itu tdk ditunjukan oleh rakyat mereka menjadi tdk ada artinya.

Khalifah umar sangat tegas terhadap bawahannya. Ketika suatu kali umar berpidato dihadapan para gubernur, beliau berkata : Ingatlah, sy mengangkat kalian bukan untuk memerintah rakyat tapi agar kalian melayaninya. Kalian harus memberikan contoh dg tindakan yg baik agar rakyat dapat meneladani kalian. Kondisi ini sungguh jauuuh berbeda dengan kondisi saat ini...sungguh prihatin.

Pada saat pengangkatannya, seorang gubernur harus bersedia menggunakan pakaina sederhana : makan roti yg kasar dan setiap org yg ingin mengadukan sesuatu hal bebas menghadapinya setiap saat. Wah..lihatlah bagaimana dg kondisi pejabat2 negara saat ini. Gaji yg tinggi, rumah dan mobil dinas yg lebih dari 1, fasilitas2 lainnya yg terkadang tdk terlalu mereka butuhkan, untuk masalah mengaduh pun mereka jarang melihat bahwa rakyatnya di bawah sana sedang merintih kesakitan, makan yg sulit, pendidikan yg mahal sedangkan mereka melakukan rapa2 yg terkadang tdk ada realitasnya untuk rakyat dg menghabiskan uang negara yg tdk sedikit.
Lihatlah umar...beliau menaruh perhatian yg besar dalam usaha memperbaiki keuangan negara dengan menempatkannya pada kedudukan yg sehat.

Kebesaran khalifah umar juga terlihat dalam perlakuannya terhadap non-muslim. Beliau mengembalikan tanah2 yg dirampas oleh para penguasa jahiliyahkepada yg berhak, yg sebahagian besar milik non muslim. Beliau berdamai dg org Kristen Elia yg menyerah. Beliau menyatakan inilah perdamaian yg ditawarkan umar, hamba Allah kepada penduduk Elia. Org2 non muslim diizinkan tinggal digereja2 mereka dan rumah2 ibadah tdk boleh dihancurkan. Mereka bebas sepenuhnya menjalankan ibadahnya dan tidak dianiyaya sedikitpun. Bahkan dlm wasiatnya yg terakhir, khalifah umar memerintahkan kaum muslim untuk menepati sejumlah jaminan yg pernah diberikan kpd non muslim, melindungi harta dan jiwa mereka.

Khalifah yg agung ini hidup bgitu sederhana. Tingkat kehidupannya tdk lebih tinggi dari kehidupan org biasa. Suatu ketika, Gubernur kufah mengunjunginya sewaktu beliau makan. Sang Gubernur menyaksikan makanannya berupa roti kering yg dilumuri minyak zaitun kemudian berkata, amirul mukminin mengapa anda tidak makan roti dari gandum ??? khalifah umar kemudian menjawab, apakah enkau pikir dalam wilayah kekuasaanku yg begitu luas, setiap org bisa mendapatkan gandum ? tidak jawab gubernur tadi. Lalu bagaimana aku bisa dg mudah makan roti dari gandum ? kecuali jika itu bisa dg mudah didapat oleh setiap rakyatku, tambah umar...subhanallah....

Sejarawan kristen Mesir George Zaidan berkomentar, “pada zamannya berbagai negara ia taklukan : barang rampasan kian menumpuk : harta rampasan kian menumpuk, harta kekayaan raja2 persia dan romawi mengalir deras dihadapannya. Namun, ia sendiri menunjukkan kemampuan menahan nafsu serakah sehingga kesederhanaannya tdk pernah bisa ditandingi oleh siapapun. Ia berpidato dihadapan rakyatnya dg pakaian bertambalkan kulit hewan. Dia mengawasi setiap perkataannya, mengawasi gubernur dan jendralnya dg cermat dan berlaku adil baik dg non muslim skalipun.

Sepintas fragmen diatas sejatinya muncul pertanyan : Belum Tibakah satnya bagi kaum muslim mendambakan kembalinya seorang khilafah seperti umar ??? belum tibakah waktunya bagi kita untuk segera mengenyahkan sistem sekular yg terbukti hanya melahirkan pemimpin yg buruk !?!?

Semoga Allah SWt. Segera menolong kita dalam upaya menegakkan kembali khilafah islam yg telah banyak melahirkn pemimpin yg agung dan hebat seperti umar.

Tidak ada komentar:

Followers