Kamis, 12 November 2009

Kecemburuan Sejati

Dalam kitab madarijus salikin, ibnu Qoyyim al-jauziyyah menuliskan :
"Kecemburuan yang sejati, adalah cemburu akan waktu yang hilang. Dan inilah cemburu yang mematikan. Karena sesungguhnya waktu itu cepat habis dan sangat lambat kembali (bahkan tidak kembali sama sekali). Bagi ahli ibadah, waktu adalah ibadah dan wirid, bagi orang yang menghendaki ridho Alloh, waktu adalah menghadapkan diri kepada Alloh. Waktu adalah sesuatu paling mulia bagi ahli ibadah. Dia tak akan rela bila waktu lewat begitu saja tanpa digunakan untuk sesuatu yang mengantarkan pada Alloh. Sebab bila ia telah kehilangan waktu yang ada, maka tak mungkin baginya untuk meraihnya kembali, karena waktu yang berikutnya berhak diisi dengan kewajiban khusus lainnya".
So, penyia-nyiaan waktu tu ga pantas dilakukan oleh orang yang mau pakai akalnya. Ingat, (al-waqtu kassaifi,in lam taqtho'hu, qotho'aka) waktu laksana pedang,jika kau tidak mematahkannya, maka dia akan berbalik memenggalmu..

PS : dalam kitab Al-Hikam, ibnu Atho'illah assakandariy menuliskan : "menunda amal perbuatan kebaikan, karena menantikan waktu senggang,adalah timbul dari hati yang bodoh".

Enyahkan Dengki dari Hatimu

Salah satu penyakit hati yang kronis dan sanggup membunuh pengidapnya lahir batin adalah DENGKI. Dengki yaitu, mengharap hilangnya anugerah yang diterima orang lain. Sebuah sifat yang sangat buruk dan tercela. Memang tiap orang punya potensi untuk dengki, namun di sana ada yang mengoperasikannya, ada pula yang tidak. Sekali saja kita mengoperasikannya, maka hati akan segera mengalami komplikasi. Semua penyakit hati seketika masuk gara-gara dengki yang diaktifkan. Yang lebih parah, dengki sanggup meruntuhkan daya tahan kekebalan iman, dan mengerosi pahala. Sebesar apapun pahala ibadah kamu,bisa lenyap gara-gara kedengkian, na'udzu billah. Rosululloh mendeskripsikan, dengki itu mengikis pahala seperti api yang melahap kayu bakar.
Tak cuma itu,jika api kedengkian telah sampai puncak, maka itu bisa mendorong seseorang untuk mengganggu ketenangan teman yang dia siriki, berusaha membahayakan hidupnya, dan mengerahkan segala upaya untuk berbuat jahat padanya. Orang yang seperti ini telah bermutasi menjadi binatang buas yang sangat liar. Ironisnya, justru kejahatan yang ditimbulkannya, selalu berbalik kepadanya lantas membunuhnya.
Akhir catatan, apa gunanya dengki? Masalahnya masing-masing individu sudah ada jatah hidup masing-masing. Alloh ta'ala Memastikan hal ini dalam alqur'an, (nahnu qosamna bainahum ma'isyatahum fil hayati-d dun-ya)..

PS : Lihat apa yang ada di tanganmu, jangan melihat apa yang ada di tangan temanmu

Tidak ada komentar:

Followers