Senin, 09 November 2009

ENAM ( 6 ) ALASAN KENAPA ORANG TUA MELARANG ANAKNYA " PACARAN "

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Sahabat fillah, Alasan ortu melarang anaknya pacaran tentu karena orang tua sayang sama anaknya. Dari hasil survey yang teman saya lakukan ada 5 Alasan kenapa ortu (orang tua ) Melarang anaknya pacaran

6. Alasan kenapa orang tua melarang anaknya pacaran

1.Takut hamil.

Ini adalah alasan yang paling banyak ditemukan. Mereka, orang tua takut anak gadisnya hamil di luar nikah sehingga akan bikin malu keluarga dan menghancurkan masa depan si anak itu sendiri. Ketakutan yang wajar mengingat gaya pacaran anak muda zaman sekarang yang gila-gilaan.

2. Terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan narkoba

Para orang tua sekarang sadar betul, keterkaitan antara pacaran, pergaulan bebas dan narkoba. Dan menurut mereka pacaran adalah sebuah jembatan yang bisa menghubungkan anaknya dengan pergaulan bebas. Karena alasan itulah mereka melarang anaknya pacaran.

3. Belum cukup umur dan Mengganggu waktu belajar.

Yang dikhawatirkan orang tua ketika anaknya pacaran adalah keasyikan berpacaran. Sehingga akan mengganggu jadwal dan konsentrasi belajar si anak.Sebagai seorang pelajar, tugas utamanya tentu belajar. Orang tua menganggap pacaran akan memecah konsentrasi anaknya dalam belajar.

Faktor umur menjadi pertimbangan lain bagi orang tua untuk melarang anaknya pacaran. Semua ada masanya. Masa anak utk belajar agar anak lebih bisa FOKUS terhadap pelajarannya. Dan tidak terjebak dalam kasus – kasus yang memalukan dari hasil “ pacaran “ seperti hamil sebelum menikah, terlibat dalam bentuk kenakalan remaja, narkoba, pergaulan bebas, kasus criminal remaja, depresi berat akibat putus cinta yang merusak kesehatan kejiwaannya, bahkan tidak jarang bunuh diri, dsb.

Yang dengan kasus itu otomatis akan mengganggu proses belajarnya, bahkan tidak jarang masa depan anak menjadi suram / hancur gara – gara beberapa kasus diatas, yang diawali dengan pacaran. Apalagi yang jelas mereka belum siap utk menikah !

Kalau sudah memang sudah matang / dewasa dan siap menikah maka insyaa Allah ortu akan menyarankan anaknya utk mencarikan orang yang tepat ( shalih ) yg jelas tdk dengan pacaran,. Malahan mereka justru akan menganjurkan anaknya untuk cepat mencari pasangan dan menikah dengan cara yang mudharat yang sedikit ( yaitu dengan ta’aruf ). Tapi memang hal ini tergantung kepahaman tiap ortu, syukur – syukur sang anak yang inisiatif utk menempuhnya ( ta’aruf ) jadi orang tua justeru harusnya bersyukur, dan mensupport / merestuinya.



4.Takut kehilangan

Pada diri orang tua terkadang ada rasa cemburu ketika melihat anaknya dekat dengan orang lain selain mereka. Ada perasaan takut kehilangan. Buah hati mereka yang dulu masih ingusan ternyata sekarang sudah mulai menapaki fase kedewasaan. Satu bentuk lain dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya.

5.Takut anaknya salah pilih.

Orang tua takut anaknya salah pilih dalam menentukan pasangan buat dirinya. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anaknya. Seharusnya, pada usianya sekarang seorang anak punya banyak pilihan untuk bergaul dan mengenal lebih banyak karakter orang. Dan pacaran justru hanya akan membuat ruang gerak si anak terbatas. karena merasa terikat oleh pacarnya. Mending kalau pacarnya itu bisa memberikan pengaruh yang baik, yang positif. Bagaimana kalau justru memberikan pengaruh yang buruk..?

Jadi kebanyakan ortu menginginkan proses yang lebih selamat dan aman, yang jelas setiap ortu menginginkan seorang calon pendamping hidup anaknya / menantu yang Shalih / shalihah, dan biasannya pula dengan ta’aruf ( cara islami utk mencari pasangan hidup ) akan mendapatkan menantu yang shalih / shalihah. Karena insyaa Allah orang yang menempuh jalur ta’aruf dalam mencari pasangan hidupnya adalah orang yang shalih / shalihah, atau paling tidak memahami nilai agama dengan baik.

Artinya orang yang tidak paham agama akan sangat sulit utk bisa menerima proses ta’aruf, dan mereka lebih suka “ pacaran “ yang lebih banyak bisa leluasa “ berbuat “ dengan pasangannya, tanpa lagi takut kpd hokum Allah SWT. Artinya bila sudah berduaan apalagi ditempat yang sepi / dikamar, maka mereka “ LUPA DIRI “ memanfaatkan setiap kesempatan yg ada utk menyalurkan hasrat syahwat terhadap lawan jenisnya, bahkan akhirnya terjadi “ Perzinahan “ na’udzubillahi min dzalik !! “

6. Jelas bagi orang tua yang memahami agama dgn baik, takut akan Hukuman dari Allah SWT.

Orang tua mempunyai peran utama dalam mengarahkan dan mendidik putra putrinya, utk menjadi anak yang shalih / shalihah, atau sebaliknya. Bahwa anak adalah amanah yang dititipkan Allah SWT kepada para orang tua. Kewajiban ortu adalah bagaimana sang anak menjadi hamba Allah SWT yang beriman dan bertaqwa, yang taat dan tunduk menjalankan syariat Allah SWT.

Artinya, amanah itu akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT. Dan kita tegaskan lagi bahwa tidak ada “ PACARAN “ didalam syariat Islam kecuali setelah keduanya menikah. Yang bearti bahwa aktifitas pacaran itu penuh dengan perbuatan lahir dan bathin yang mendekati zina. Sedangkan Zina adalah HARAM didalam Islam. Dan aktititas yang mendekati zina juga dilarang.

“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (Al-Isra [17] : 32)

Sehingga sebagai ortu yang shalih / shalihah yang takut akan la’nat / hukuman / adzab dari Allah SWT, akan betul – betul “ memprotec “ anaknya agar tidak jatuh dalam “ lembah penghalalan syahwat yg haram / pacaran “.

Walau bagaimana pun, alasan orang tua melarang anaknya pacaran bukan untuk mengekang atau memasung kebebasan si anak. Melainkan perlindungan sebagai bentuk kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Kita sebagai anak, hendaknya menyikapi hal ini dengan bijaksana. Dan menunjukkan sisi kedewasaan kita.

Nah sahabat fillah, pahamilah dan renungkanlah, khususnya bagi para ortu terutama yang mempunyai anak gadis, untuk lebih bisa mengawasi / mengontrol / melindunginya dari aktifitas yg bernama “pacaran “ agar amanah dari Allah SWT itu tdk rusak dan sukses dalam mengejar cita – citanya, juga mendapatkan pasangan hidupnya yang shalih / shalihah, sehingga akan membawa dampak kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Anak adalah anugerah Allah SWT, tempat kita meneruskan cita-cita dan garis keturunan. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Dalam persoalan ini, kita harus meneladani sikap Nabi Zakaria AS dan Nabi Ibrahim AS. Kedua Nabi ini senantiasa berdoa kepada Allah Maha Pencipta.

“Ya Rabbana, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami. Jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74).

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim (66): 6)

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim). Kedua-dua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi.”
(Bukhari)

Wallahu a’lamu bish shawab.


Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan atau kesalahan ketik
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wa Shubhanaka wabihamdika Asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka watubuu ilaihi

والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

1 komentar:

firman mengatakan...

Mantap!!!!

Followers

Mbh