Minggu, 15 November 2009

Dzikrullah

Dzikrullahadalah amalan yang utama, memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah subhanahu wata'ala, dan sangat besar pahalanya. Dzikrullah merupakan perkara yang paling agung yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an dan melalui lisan Rasulnya. Dan Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi pelakunya.

Bahkan Dzikrullah adalah sebaik-baik amal di sisi Allah. Abu Darda' radhiallahu berkata, "Rasulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda:
"Maukah kalian aku beritahu amalan yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah subhanahu wata'ala), paling dapat mengangkat derajat kalian dan lebih baik bagi kalian dari pada berinfaq dengan gunung emas dan perak serta lebih baik bagi kalian daripada menyerbu musuh lalu kalian memenggal leher mereka?" Para sahabat menjawab: "Tentu wahai Rasulullah." Beliau melanjutkan: "Yaitu dzikir ke pada Allah subhanallah."
(Hadist shahih, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi nomor(2374), Ibnu Majah nomor(3790), Al-Hakim nomor(I/496), Al-Baghawi dalam Syarah Sunnah nomor(V/15), Abu Nu'aim dalam hilyah nomor(II/12), Ath-Thabraani dalam Ad-Du'aa nomor(1872), Ahmad nomor (21702) dan Syu'aib Al-Arnauth berkata dalam Al-Musnad: "Sanadnya shahih."

Dalam wasiat ini Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa Dzikrullah sangat agung keutamaanya dan sangat melimpah pahalanya. Rutin mengamalkannya merupakan amal yang paling utama dan paling disukai Allah. Karena hakikatnya adalah mengisi waktu dan umur dengan mengingat Allah. Dan termasuk salah satu jenis jihad yang membuahkan takwa bagi pelakunya dan menjauhkannya dari fitnah-fitnah, syahwat dan nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan. Melalui Dzikrullah ini seorang mukmin senantiasa berhubungan dengan Rabbnya.

Sungguh indah perkataan yang di ungkapkan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah berikut ini:
"Hai orang yang melalaikan Dzikrullah karena kesibukan, hai orang yang setiap kali di gugah dengan nasihat selalu lengah, hai orang yang kurang derajat ketaatannya namun sempurna derajat kemaksiatannya. Tidakkah engkau malu melihat orang naik amalnya sementara hari-harimu berlalu cepat seperti awam namun engkau tetap bermalas-malasan. Engkau tidak tergerak dengan teguran orang yang menyampaikan teguran dan tidak menerima nasihat orang yang menyampaikan nasihat. Padahal sebentar lagi engkau akan menjadi penghuni kubur. Apa yang akan engkau katakana kepada Rabb yang akan menuntut hak-hakNya darimu dan akan meminta pertanggung jawaban hak-hak hamba-Nya.!?"

Beberapa Perkara Yang Dapat Membantu Kita Agar Banyak Berdzikir

1.Mengetahui pahala yang Allah janjikan bagi orang-orang yangbanyak berdzikir. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS.Al-Ahzab: 35)

2.Selalu membayangkan surga dan neraka dalam benaknya.
Karena apabila seorang insan dalam kondisi seperti ini, ia akan semangat berdzikir untuk meraih surga dan kenikmatannya serta menyelamatkan diri dari neraka dan adzabnya.

3.Menghadirkan Kebersamaan Allah subhanahu wata'ala bahwasanya Dia senantiasa melihatmu dan mendengar ucapanmu.
Dan Dia akan senantiasa bersamamu jika engkau mengingat-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist qudsi, Allah subhanahu wata'ala berkata:
"Aku menuruti persangkaan hamba-Ku dan Aku senantiasa bersamanya jika ia mengingat-Ku…"(Hadist Riwayat Al-Bukhari(7405))

4.Menghadirkan didalam hati bahwa dzikrullah akan menjadi pelindung dari setan yang senantiasa mengganggu manusia selama hayat dikandung badan.

5.Mengetahui dzikir sebagai pengganti dari banyak ibadah dan menutupi kekurangannya.

6.Memahami bahwa dzikir merupakan ibadah yang paling ringan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, paling sedikit membutuhkan energi dan tidak perlu mengeluarkan harta.

7.Memahami bahwa dzikir dapat membantu seseorang dalam menunaikan ibadah yang lain, di samping dzikir itu sendiri juga termasuk ibadah.
Sebuah kebaikan yang akan membawa kebaikan yang lain pula.
Beberapa Perkara Yang Perlu Diperhatikan Berkaitan Dengan Dzikrullah

1.Perbanyaklah dzikir dalam setiap keadaan
Sesungguhnya dzikir merupakan amal yang paling utama. Ia menjadi penutup bagi kekurangan dalam ibadah lainnya. Sebagai penutup kekurangan dalam qiyamul lail(shalat malam) dan puasa pada siang hari. Dzikir merupakan amal yang paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah subahanahu wata'ala, dan termasuk perkara yang menjadikan seorang muslim senantiasa bersama Allah. Alllah subhanahu wata'ala berfirman:
"Hai orang-orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebiut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (QS.Al-Ahzab: 41-42)

Demikian petunjuk Nabi shallallahu'alaihi wasallam, beliau senantiasaberdzikir kepada allah subhanahu wata'ala dalam setiap keadaan.

'Aisyah radhiallahu'anha berkata:
"Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam senantiasa dzikrullah dalam setiap keadaan." (HR.Muslim(3730) dari 'Aisyah.

Yakni dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun berbaring. Dalam setiap waktu dan keadaan kecuali ketika buang hajat.

2.Memadukan antara dzikir dengan hati, lisan dan Anggota badan

Yaitu bersungguh-sungguh menggabungkan antara dzikir dengan hati, lisan dan Anggota badan.dzikir dengan hati yaitu menghadirkan kebersamaan Allah, pengawasan, keagungan, kemuliaan dan kedekatan-Nya. Melafadzkan dzikir dengan lisan karena hal itu termasuk amal yang mulia dan kesibukan lisan yang paling agung. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
"Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikrullah." (HR.Ahmad (IV/188), At-Tirmidzi (3375), Ibnu Majah (3793), Ibnu Hibban (811), Al-Hakim (I/79) dan ia menshahihkannya disetujui oleh Adz-Dzahabi dari 'Abdullah bin Busr. Shahihul jaami'(7700).

Sedangkan dzikir Anggota badan, misalnya menghitung ucapan tasbih (Subhanallah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (laailaaha illallah), tahmid (Alhamdulillah) dan lain sebagainya dengan tangan, sebagai bentuk ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Disebutkan dalam hadist bahwa beliau menghitungnya dengan tangan kanan. (HR.An-Nasaa'i(III/79), At-Tirmidzi(3486) dan ia menghasankannya, Abu Dawud(1502), Ibnu Hibban(803) dan Al-Hakim(I/547) dan ia menshahihkannya dari 'Abdullah Bin Amr. Shahihul jaami'(4989).

Dan di antara bentuk dzikrullah dengan anggota badan adalah mengamalkan segala bentuk ketaatan kepada Allah dalam setiap waktu dengan segala tuntunannya, serta menjauhi segala perkara yang di haramkan Allah.

3.Menangis dan melembutkan hati ketika berdzikir

Karena barangsiapa menangis ketika berdzikir kepada Allah, ia berhak mendapat pahala yang sangat besar, apabila ia ikhlas dalam tangisannya. Khususnya ketika ia sedang seorang diri. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
"Tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan pada hari tiada naungan selain naungan Allah:…..dan seorang berdzikir kepada Allah seorang diri lalu kedua matanya meneteskan air mata." (Muttafaqun 'alaihi)

Dan Allah subhanahu wata'ala berfirman:
"(yaitu) orang-orang yang beriman yang hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS.Ar-Ra'du: 28)

4.Rendahkanlah suara ketika berdzikir

Karena cara seperti ini lebiih dekat kepada keikhlasan dan kekhusyu'an. Ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menyaksikan para sahabat beliau mengangkat suara mereka membaca takbir dalam sebuah perjalanan, beliau shallallahu'alaihi weasallam bersabda:
"Wahai manusia! Tahanlah diri (rendahkanlah suara kalian) kalian, sesungguhnya kalian tidaklah menyeru Dzat yang tuli dan jauh. Sesungguhnya kalian menyeru Dzat yang maha mendengar dan lagi maha dekat. Dzat yang kalian seru lebih dekat kepada salah seorang kalian daripada leher tunggangannya." (HR.Al-Bukhari(6384) dan Muslim(2704) dari Abu Musa. Makna sabda beliau "irba'u" adalah rendahkanlah suara kalian dan lembutkanlah jiwa kalian. Karena tidak perlu mengangkat suara karena Allah dekat dengan kalian.

Dan seketika seseorang mengangkat suara ketika berdzikir mungkin saja ia akan terjatuh kepada riya'.

5.Jauhilah dzikir-dzikir bid'ah

Ini termasuk adab kepada Allah subhanahu wata'ala, yakni tidak beribadah kepada-Nya kecuali dengan apa yang telah di syari'atkan. Sepeti dzikir dengan mengucapkan Allah,Allah, atau mengucapkan hu,hu, dan sejenisnya. Demikian pula tidak menambah-nambahi dan merobah-robah redaksi dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

6.Mendahulukan dzikir muqayyad daripada dzikir mutlak

Apabila terdapat riwayat dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam tentang dzikir tertentu pada tempat, keadaan, atau waktu tertentu, maka dalam keadaan seperti itu dzikir tersebut lebih utama dari dzikir-dzikir yang lain. Bahkan mengamalkan dzikir tersebut pada kondisi demikian lebih utama daripada membaca Al-Qur'an sekalipun karena kekhusyuannya dengan momen tersebut. Misalnya dzikir-dzikir yang khusus dibaca sesudah shalat fardhu seperti yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu'alaihi wasallam.

7.Perbanyaklah dzikir-dzikir yang ma'tsur (ada riwayatnya dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam)

Yaitu dzikir-dzikir yang shahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam lebih banyak daripada yang selainnya. Karena ini termasuk ittiba'(mengikuti) sunnah beliau shallallhu'alahi wasallam. Dan tidak di ragukan lagi, ini termasuk jenis dzikir yang paling utama. Dalam buku ini kami akan menyebutkan beberapa di antaranya, insyAllah.


Dari buku Panduan Amal Sehari Semalam
Penulis : Abu Ihsan Al Atsari
Penerbit : Pustaka Darul Ilmi


Di sebutkan oleh ustadz Abu Ihsan dalam buku ini Dzikir pagi dan petang, dzikir setelah shalat fardhu..dll
Karena dzikir-dzikir ini banyak dan panjang, dan kebetulan alhamdulillah ana punya Hisnul Muslim dalam bentuk PDF yang berisikan do'a-do'a atau dzikir-dzikir..maka yang berkenan memilikinya silahkan mengirimkan alamat email saudaraku sekalian agar ana dapat mengirimkannya.
silahkan yg mau..

0 komentar:

Followers

Mbh