Senin, 09 November 2009

DOA SUKSES YANG EFEKTIF

Semua hal baik yang kita lakukan harus kita lakukan dengan baik.

Apalagi bila sesuatu itu menentukan kesuksesan Anda seperti mengajukan permintaan atau doa sukses Anda langsung kepada Tuhan Sang pencipta Alam Semesta.

Lebih jelasnya, berikut inilah pola-pola yang saya ikuti sebagai cara doa atau permintaan yang efektif, yaitu:

1. Cara doa efektif yang pertama adalah dengan menuliskan permintaan Anda dalam kalimat positif, SELALU.


Anda meminta apa yang Anda inginkan di sini. Jangan berpikir tentang apa yang tidak Anda inginkan. Minta saja apa yang ANDA INGINKAN untuk terjadi atau diberikan pada Anda.

Contoh (tulis):
* Aku merasa tentram dan bahagia seharian hari ini.

(Bukan: Aku tidak merasa sedih lagi hari ini.)

* Aku selalu membayar tagihan listrikku tepat waktu.

(Bukan: Aku tidak pernah lupa lagi membayar tagihan listrikku.)


2. Cara doa efektif yang kedua, tulis permintaan Anda dalam bentuk "kini", seolah sedang terjadi dan sedang Anda alami saat ini.

Ini akan meninggalkan kesan di bawah sadar kita bahwa kita sudah atau sedang mengalaminya sendiri. Jadi bukan sesuatu yang masih di 'awang-awang' dan yang Anda sendiri-pun belum tahu kapan terjadinya.

Merasakan 'ke-kini-an' permintaan Anda ini membantu menambah keyakinan Anda akan terkabulnya.

Karenanya, jangan sekali-kali menggunakan kata "akan", "nanti", "kelak", "besok", "suatu hari nanti", atau semua penanda waktu "mendatang" lainnya. Karena, "esok" tidak akan pernah datang. Satu-satunya saat kita hidup adalah saat ini.

Contoh (tulis):
* Aku punya mobil baru.

(Bukan: Aku akan membeli mobil baru.)

* Aku tinggal di rumah impianku.

(Bukan: Kelak, aku akan tinggal di rumah impianku.)


3. Cara menulsi doa efektif ketiga, tulis permintaan Anda seolah sudah mengalaminya.

Jangan pernah menggunakan kata "INGIN".

Betul, ini yang Anda inginkan, dan justru karena itu kalau Anda tulis "Anda ingin" berarti ini yang Anda inginkan.

Anda "ingin" untuk "menginginkan", dan hanya "menginginkan" terus, tanpa pernah benar-benar bisa mengalami atau merasakannya. Masuk akal?


Percayai seolah sudah terjadi.

Contoh (tulis):
* Aku langsing, sehat dan bugar.

(Bukan: Aku ingin langsing, sehat dan bugar.)

* Aku punya sofa baru.

(Bukan: Aku ingin sofa baru.)


4. Dalam menulis doa efektif, usahakan kalimat permintaan Anda sesederhana dan sesingkat mungkin.

5. Anda tidak boleh meminta keburukan sama sekali.

6. Anda tidak boleh meminta untuk orang lain.


Anda misalnya tidak boleh menulis bahwa:

** Anak saya jadi dokter yang hebat. Atau
A (menyebut sebuah nama) adalah calon istri saya. Atau
Suami saya mendapatkan promosi jabatan,

dan sebagainya, yang intinya memintakan sesuatu untuk orang lain. Ini tidak boleh.

Semua orang punya jalan hidup dan ketetapan mereka sendiri. Bukan hak Anda untuk menggariskan apa yang akan terjadi pada mereka.

Juga bukan hak Anda untuk menginginkan sesuatu untuk mereka atau meminta mewakili mereka. Mereka haruslah menginginkan hal tersebut sendiri.

Satu-satunya permintaan yang boleh Anda ajukan untuk orang lain adalah permintaan akan keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, kebahagiaan dan kebaikan mereka secara umum. Tidak lebih..



Saya tahu, saya beriman bahwa Tuhan memang menyayangi kita. Dan DIA Maha Mengabulkan Doa. Insya'allah.




aku...mimpi..dan doaku...


SALAM CINTA

Tidak ada komentar:

Followers