Minggu, 29 November 2009

Telaga Hati

Sahabatku..
Sebagai manusia, kita tentu menemui masalah maupun kegagalan. Tidak ada satupun diantara kita tak pernah bermasalah dan gagal. Dimanapun, kapanpun kita selalu diintai gagal dan dgn siapapun kitapun berpotensi menimbulkan persoalan hidup.

Sahabat...
Namun, respon kita terhadap persoalah dan kegagalan, ternyata berbeda. Ada dari kita yang panik merespon masalah maupun kegagalan. Ada pula yang menjadi goyah, bahkan tidak sedikit yang stress dan putus asa merespon kegagalan.

Sahabat...
Namun, tidak sedikit pula yg menghadapinya dengan senyum kebahagiaan. Mereka merespon persoalan dgn lapang dada, juga sebuah senyum karena kegagalan memberikan batu pijakan untuk menapak lebih tinggi. Tak tersirat kepedihan dan duka di wajah dan tubuhnya. Benar2 menikmati persoalan hidup maupun kegagalan yang mendera.

Sahabat...
Apa yang dapat kita ambil dari masalah, persoalan hidup maupun kegagalan..?
Satu kata saja, yaitu sikap. Ya, sikap hidup kita dalam merespon persoalan hidup maupun kegagalan. Persoalan hidup yang muncul maupun kegagalan yang muncul itu ternyata bukan terletak pada persoalan hidup maupun kegagalan kita, tapi pada sikap kita menghadapinya.

Sahabat...
Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yg kita miliki.

Sahabat..
Kepahitan itu selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung hati kita.

Sahabat...
Ketika kita merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal saja, sikap kita merespon dgn lapang dada dan menerima semuanya. Luaskanlah hati untuk menampung stiap kepahitan dan kegagalan dalam hidup kita. Luaskan wadah pergaulan kita supaya kita punya pandangan hidup yang luas. Kita akan bnyak belajar dari keluasan itu..

Sahabat..
Hati kitalah wadah itu. Perasaan kitalah tempat itu. Kalbu kitalah tempat menampung sgalanya.

Sahabat..
Jangan jadikan wadah kita seperti gelas untuk memampung segenggam garam, buatlah laksana TELAGA yg mampu meredam setiap kepahitan itu dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. Insya' Allah.

Sahabat...
Mohon kiranya lautan maaf dari sahabat2ku semua untk memaafkan ksalahan kata maupun kalimat dalam catatan ini.

0 komentar:

Followers

Mbh