Minggu, 29 November 2009

KALAM

بسم الله والحمد لله والصلوة والسلام على رسول الله سيدنا وحبيبنا وشفيعنا وقرة أعيننا محمد ابن عبد الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعه هداه. وبعد
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menciptakan hawadist (mahluq) itu bukan karena Ia butuh, penciptaan hawadist adalah hak muthlaq dan bebas dari keterpaksaan. Namun demikian, bukan berarti penciptaan hawadist itu adalah kesia siaan. Ada tujuan2 yg hakikatnya Allah sendirilah yg tahu. Kita tahu karena memang di beri tahu olehNya melalui sebagian firmanNya وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون Di antara ciptaanNya yg paling unik, istemewa, dan sekaligus juga hina adalah MANUSIA.
Allah, dalam menciptakan Manusia, bukannya setelah jadi kemudian di biarkan begitu saja. Allah bukan DLOLIM. Walaupun Manusia telah di beri modal utama berupa AKAL, rasa MALU dan panca indera, yg dengan ini cukup kiranya manusia itu mampu sedikit membedakan dan memilih mana yg baik, buruk dan manfaat bagi diri dan alam sekitarnya. Namun sebagai Mahluq, tentu terhiasi dg keterbatasan pencapaian akan hakikat kebenaran dan kemanfa,atan. Sesungguhnya, hanya Allah lah yg paling tahu hakikat itu , karena yg menciptakan tentu dan pasti lebih tahu dari yang di ciptakan. Dan Allah pun berkenan membimbing Manusia!!! Namun karena tidak memungkinkannya setiap manusia mampu berinteraksi dg Allah, maka Allah berkenan memilih sebagian di antara manusia itu sebagai mediator untuk menyampaikan aturan2 yg harus di ta,ti oleh Manusia agar mendapatkan kebenaran, keselamatan dan mengenal Penciptamya. Itulah yg di sebut Rosul. Dan dalam menyampaikan wahyu, sang Rosul di tuntut untuk luwes dalam berDIALOG, unkapan2 yg logis, sesuai dg kadar pemikiran Manusia pada waktu itu. Karena yg di hadapinya bukanlah seonggok daging yg tanpa keinginan, tanpa akal dn tanpa khayalan.وجادلهم بالتي هي أحسن Maka di ajaklah Manusia itu berpikir dn merenungi realitas kehidupan dn alam semesta ini yg kemudian di kaitkannya dg pihak ke tiga, yaitu Sang pencipta, Pengatur dan Kuasa. Dg demikian tertumpulah sendi2 pokok Aqidah yg mampu merubah cara pandang dn sikap dalam menyadari keManusiaannya. فبأي آلآء ربكما تكذبان Dg kemampuan Ilmu kalam, para Rosul pun mampu membuktikan dan mendatangkan argumen2 yg tidak terbantahkan

0 komentar:

Followers

Mbh