Minggu, 29 November 2009

Seseorang Membangun Sorganya Sendiri

Sorga yang sesungguhnya adalah diakhirat kelak yang tak mungkin bisa digambar oleh kita.

Adapun sorga yang diceritakan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist adalah pengertian sorga di dunia ini. Bahwa orang akan merasakan kehadiran sorga, dikatakan hadir karena bukan kita yang mendatangi. Sorga hadir sebagai perolehan atas ketakwaan seseorang.

[47.19] Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.

Sadar ataupun tidak di dunia ini setiap orang sedang membangun sorganya sendiri. Adapun wilayah yang membedakan mana sorga yang sesungguhnya, dan mana sorga yang sesungguhnya neraka. Hal ini perlu penjabaran yang sangat panjang dan adanya perbedaan yang sangat kontras, bagi orang yang mengetahui. Bagi orang yang hatinya masih mendua sangat susah untuk merasakan, membenarkan apalagi mengetahui semua ini, sebelum ia dapat membedakan dua sorga yang saya maksudkan diatas sebelum ia dapat menjadi pembeda.

Sorganya Muslim (sorga sesungguhnya)

Awalnya orang menganggap bahwa ia hidup pada dunia yang sama yaitu alam dunia yang sedang sama-sama kita nikmati, namun setelah ia lelah berbuat baik dan tak merasakan kehadiran sorga ia akan putus asa. Yang ia tahu hanya pahala setelah kehidupan ini berakhir. Hal ini bukan suatu kesalahan namun suatu tahap dimana setiap orang berangkat dari pengertian ini. Namun ketika ia memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat bukan sebagai timeline yang harus dilalui berarti ia telah terputus.
Terputus dalam artian seseorang harus mengetahui mana wilayah pengetahuan mana wilayah pelaksanaan.

Pengetahuan mendefinisikan akan :
- hubungan vertikal (seseorang dengan Tuhannya) dan horizontal (sesama mahluk).
- Mana akhirat mana dunia.

Wilayah pelaksanaan dimana kita bergerak/tumbuh seiring dengan waktu dan tak sedikitpun kita dapat menolaknya; antara hidup dan mati dalam beberapa tahap memasuki ruang yang berbeda dan waktu yang berbeda. Semua orang dihadapkan pada masalah yang sama. Namun ada dimensi lain diluar pengertian tersebut. Ada yang mengartikan sebagai dunia ini paralel dalam film the one yang dibintangi jet lee menggambarkan hal ini. Dalam paham budha memahami sebagai reinkarnasi. Jika seseorang tidak punya pijakan yang benar ia akan larut dalam pemahaman ini. Terserah orang akan menamai apa yang jelas perbedaan itu ada, mana yang menempati posisi yang benar dan mana yang salah walaupun yang ditangkapnya adalah benar.

Apakah ini logis?
=========
Sangat logis jika kita tahu bagaimana komputer bekerja. Setiap kali kita tambah suatu komponen baru komputer akan minta di restart. Kemudian didalamnya ada kemampuan baru sesuai komponen yang ditambah. Begitu juga tidur adalah serupa dengan kematian, ia akan kembali pada posisi semula yang lebih fresh. Bagaimana dengan tidur bayi? Dimana ia belum punya beban, bukankah kita tahu bahwa dalam 3 tahun pertama merupakan proses pertumbuhan otak yang luar biasa bahkan fisik. Ini menjadi bahan penelitian penting buat kita untuk meyakini ayat-ayatNYA.
Dalam surah Al-Kahfi dimana penduduk goa berlindung adalah dalam pengertian ini. Begitu juga ketika Musa as meminta bukti kepada Alloh justru ia pingsan.
Jika dikaitkan dalam al-hadist banyak sekali yang mengisyartkan tentang hal ini, bahwa jarak akhirat dengan dunia adalah dekat. Begitu juga peristiwa Isra Miraj apakah melibatkan 3 dimensi antar ruang gerak dan waktu, atau salah satunya saja. Pada saatnya nanti kita akan percaya, walaupun awalnya menolak, kesemuanya bisa dibenarkan seiring dengan perjalanan keimanan seseorang.

Timeline
=====
Seorang animator tahu betul istilah timeline. Silahkan anda perhatikan film/video bahwa dalam 1 detik ada 24 gambar/frame (standar movie). dalam gambar ada aktor ada setting/tempat ada cerita, ada lawan dsb.

Kembali kepada sorga, manusia diberi otoritas untuk menentukan jalannya. Jika manusia digambarkan sebagai pemeran yang ada dalam film tersebut ia hanya sebuah gambar yang berjalan pada timeline sesuai dengan perannya. Namun pada dimensi kehidupan yang sesungguhnya tidak seseimpel itu. Perumpamaan ini hanya menjelaskan bagaimana waktu berjalan. Frame by frame dilalui, scane atau sub dalam frame bisa dianalogikan sebagai bulan/tahun/abad bahkan lebih besar adalah era.

Bagaimana orang membangun sorganya sendiri?
============================
Dengan masing-masing diri memiliki hati dan pikiran seseorang mempunyai image tentang kehidupan ini, inilah yang saya maksud bahwa seseorang membangun sorganya masing-masing.
Coba kita renungkan baik-baik melihat kedalam diri masing-masing awalnya kita menganggap didunia ini kita hidup bersama, namun pola-pola yang ia tangkap dari pengalaman hidup membentuk karakter dan membudaya, masing-masing menuju Tuhannya sebagai arah dan tujuan hidup. Tapi disisi lain pengertian Tuhan bisa menjadi beda jika seseorang hidup tidak mengarah kepada Tuhan, misalnya menghambakan diri kepada uang/harta membutuhkan Tuhan disaat-saat tertentu saja; inilah orang yang masing mendua hatinya. Tidak merasakan hadirnya Tuhan dalam setiap nafasnya. Dilain pihak bagaimana jika Tuhannya adalah Tuhan yang keliru bukan Alloh yang Maha Esa, namun Tuhan yang diadakan oleh orang tuanya, lingkungannya, orang yang diyakini telah mengajaknya kepada Tuhan secara turun-temurun sampai lekat pada imagenya bahwa ia telah menemukan Tuhan dan mengabdi sebaik-baiknya.

Hakikat sorga dan neraka
===============
Ada 2 sorga yaitu di dunia dan di akhirat, sorga dalam pengertian seluas-luasnya adalah image kesenangan dan sebaliknya neraka adalah penderitaan dan kehinaan.
Mari kita batasi bahwa sorga dan neraka di akhirat kelak tidak mungkin tergambar oleh perasaan ataupun tak terjamah oleh pikiran kita. Adapun sorga dan neraka dalam Al-Qur'an adalah gambaran dimana kita bisa memperhitungkan sedikit saja melalui analogi bentuk-bentuk yang ada.
Sekarang kita di dunia ini mari kita lihat sorga (kesenangan) bahwa masing-masing diri mempunyai image kesenangannya.
- Hobbi. Dari hal kecil saja misalnya hobby seseorang beda dengan orang lain. Masing-masing mempunyai objek kesenangannya.
- Makan. Walapun dalam dunia kesehatan kita mengenal jam makan 3x sehari namun kita dapati bahwa masing-masing orang memiliki jam biologis sendiri tetang makan. Begitu juga tidur ataupun hal-hal lain.
- Sakit, walaupun sama-sama namun tingkat kesakitan ataupun keakutannya berbeda pula. Apakah kita pikir seseorang sama dalam mengalami penderitaan? Seberapa sakit? Kita hanya mengenali dari beberapa penamaan ; perih, mulas, pusing. Seberapa sakitnya kita tidak tahu betul, hanya yang mengalami sakitlah yang mengetahui. Bagaimana dengan menghadapi sekaratul maut?

Sesangsara membawa nikmat
==================
Hidup ini laksana memakan buah ketimun, jika kita makan ujung yang pahitnya dulu kita tak mengenal pahit diujung berikutnya. Bagaimana jika pahit ini dianalogikan sebagai hidup sampai sakaratul maut (ajal)? Apa-apa saja yang meringankan kita dalam menghadapi sakaratul maut? Begitu juga rasa pahit, ada yang kuat menelan rasa pahit ada pula yang tidak sama sekali.

Untuk menghindari kesan atau dalam pengertian seolah-olah tidak menemukan suatu gambaran pasti, saya mohon jangan membuat kesimpulan terlalu jauh. Seseorang hendaknya mengerti mana analogi(contoh) mana pengetahuan sesungguhnya. Karena contoh bisa memperkecil wilayah pemahaman jika tidak mengerti hakikat yang sedang diterangkan. Kadang seseorang terlalu cepat mengambil kesimpulan dan mengambil kesimpulan tanpa terlebih dahulu mengerti wilayah pengetahuan yang sedang dijelaskan.

Sebagai contoh "Barang siapa mengenal dirinya sesungguhnya ia mengenal siapa Tuhannya", pada kenyataanya justru ia menganggap bahwa dirinya Tuhan. Ini suatu kesimpulan yang pendek sekali. Dalam kaitan diatas saya mengajak untuk mengenal diri sendiri dengan sedikit mengabaikan apa kata orang. Orang bisa memberikan jawaban apa yang orang lain tanyakan, tapi si penanya tidak tahu apa yang ditanyakannya, ia hanya tahu namanya saja menurut penamaan orang lain. Hal ini sering terjadi dengan hal-hal yang berhubungan dengan dimensi hati atau seputar rasa, keyakinan dsb dalam wilayah estetika. Sebagai contoh ketika seseorang menonton berdua ke bioskop. Lalu diceritakan tentang film tersebut bukankah kesimpulannya berbeda? Ini yang sama-sama disaksikan bersama, bagaimana dengan yang berbeda? "Ach kayak gitu kok heboh banget, aku seh biasa-biasa saja." begitu bukan? Dikatakanlah hiperbola, membual (besar mulut) atau apapun tidak lepas dari penghayatan seseorang. Contoh lain ketika kita meminta tolong seseorang untuk membelikan sesuatu kita arahkan sesuatu itu dengan baik, namun ketika yang disuruh kembali ternyata berbeda sama sekali dengan apa yang diharapkan. Apakah perintahnya kurang jelas atau sipenerima salah tangkap? Disinilah sumber kesemrawutan, jika kita tahu Tuhan kita satu agama pun satu begitu juga syariatnya dari Nabi yang satu (Nabi Muhammad SAW), keturunannya satu (Adam dan Hawa), kenapa pada akhirnya menjadi berbeda sama sekali? Semuanya mudah saja ditelusuri jika kita tahu betul unsur-unsur yang terlibat, dari yang terkecil yaitu mengenal diri sendiri mengarah sampai mengenal Alloh.
Kadang pengetahuan menjadi sesuatu yang berbahaya jika si penangkap belum memahami kedudukan (kelas) pemahamannya. Di sekolah kita mudah mengenali mana kelas 1 dengan kelas 2 dst, tapi jika kita membicarakan agama yang teramat luas mencangkup seluruh alam tentunya susah jika kita hanya tahu secara tekstual saja.

Segitu rumitkah?
==========
Rumit bagi seseorang tidak menyadari indahnya Islam. Jika mengatakan indah semua setuju, begitu juga sempurna, namun sebarapa indah dan seberapa sempurna, tentu setiap orang berbeda.
Jika masing-masing diri jujur dalam menangkap pengetahuan agama, sebenarnya tidak rumit/susah jika betul arah dan tujuan hidupnya hanya Alloh; tuhan yang hak; tuhan semesta alam. Segala kepastian tertuju kepada Alloh sebagai pemimpin hidupnya, raja, dan segala sesuatu yang ia butuhkan dan pelaksanaannya yang sesuai Rosululloh contohkan, ketemulah kita pada satu pengertian dan kesempurnaan. Masalah syariat tidak usah kita perdebatkan, sampai melahirkan madzab (aliran) kesemuanya telah jelas. Bahkan sampai sekarang pemahaman agama tidak lebih berkutat disekitar itu-itu saja.

Adapun yang perlu disadari antara dakwah dan hukum adalah situasional. Seseorang harus dapat melihatnya secara global permasalahan yang ada. Lalu dituangkan dengan takaran yang pas tanpa menyisakan celah yang dapat menimbulkan fitnah.

Saya tekankan berkali-kali kepada seluruh member untuk jujur, apabila ada suatu keraguan atau dirasa ganjil agar tidak segan-segan menyanakan langsung kepada saya. Baik melalui topik diskusi ataupun melalui pesan secara personal. Saya siap dengan segala konsekuensinya, atas dasar saling menghargai dan saling mencari kebenaran.
Langsung atau tidak langsung yaitu melalui diskusi diluar group silahkan saja. Namun ada baiknya apa yang menjadikan ganjil dari apa yang saya sampaikan pertanyakanlah kembali kepada saya, dan bagi member baru silahkan berbagi posting2 saya dengan yang lain. Karena tahapan penting sekali. Karena banyak pengetahuan yang datang akhirnya didustakan karena minimnya pengertian dalam mengerti suatu tahapan. Atau ada yang merasa pengetahuanya lebih tinggi dan tak mau berbagi silahkan saja. Saya cukup berpesan hati-hati ilmu tanpa pengamalan akan membakar diri sendiri. Itulah hakikat minyak zaitun. Dimana Alloh mengancamkan kepada pedusta yang menyembunyikan kebenaran sekali-kali tidak akan setinggi gunung apalagi mendaki langit.

Suatu pengalaman yang empiris dimana saya mamaksakan diri untuk mencari tahu sendiri segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam, bukan saya mengabaikan Rosululloh dimana saya tidak membuka awal tulisan dengan pujian sebagaimana kaidan tulisan agama pada umumnya. Bukan juga suatu kesomobongan namun saya melihat segala sesuatu terfokus kepada Alloh. Pada perjalanannya memang sangat berat dimana langit dijaga ketat dengan panah-panah yaitu senantiasa diuji dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada setiap gerbang ada penjaganya. Panah yang langsung kehati yang memunculkan keraguan/kebimbangan yang teramat sangat berat. Dimana Alloh mengambil perjanjian teguh pada setiap pendaki langit yaitu orang yang menghendaki ridho Alloh dan balasanya tempat/kedudukan yang tinggi. Pada akhirnya dihadapkan pada pertanyaan "Bukankah aku Tuhanmu?" sedangkan nafsu dengan ke-akuannya senantiasa mengingkari "aku ya aku, Kamu ya Kamu" bahkan "aku adalah Kamu". Disinilah kita harus hati-hati tidak dihayalkan lagi seseorang yang telah mencapai ketinggian spiritual bisa saja terguling setiap saat tidak mampu menghadapi panah-panah tersebut. Tengoklah amalannya terlebih dahulu. Jika ia mampu dengan harta tunaikan dengan harta, jika ia berilimu berikan ilmunya, begitu juga dengan hal lain.

Adapun kerisauan yang ada pada diri saya, dimana belum adanya suatu sarana dakwah yang secara sistematis terarah dan menyeluruh. Dimana perlu biaya untuk merealisasikan semua itu. Jika diantara member ada yang menangkap kerisauan saya ini dan rela semata mengharap ridho dari Alloh silahkan saya menyediakan no rekening untuk membiayai semua upaya saja. Karena disisi lain saya menyadari adanya musuh Islam yang lebih nyata secara sistematis dan terarah tengah memusuhi bahkan tak segan-segan menjadikan makanan sebagai senjata. Paham-pahamnya sudah menyusupi dalam berbagai sendi kehidupan bukan hanya kemarin namun sudah sekian lama bahkan semenjak Islam yang dibawakan Rosululloh SAW mulai.

Mungkin suatu saat saya harus meninggalkan facebook sebagai sarana dakwah, kita boleh saja yakin facebook aman dimana masing-masing mempunyai proteksi accountnya, namun akan lain jika orang tahu bagaimana sistem ini dibangun. Pada aplikasi antar muka kita tidak melihat struktur data sesungguhnya dimana server dengan mudah melihat setiap data yang ada hanya dengan melihat direktorinya saja. Anda mengenal windows explorer? kurang lebih seperti itu. Sebelumnya saya sempat kaget setelah menulis shock and awe pada beberapa group saya tidak bisa posting tulisan (block). Dengan struktur data yang canggih mudah saja mencari keyword yang dianggap mencurigakan dan di monitor terus menerus. Apabila pengetahuan yang substansial jatuh ditangan mereka dan digunakan sebagai sarana untuk melempar propaganda (kebenaran yang dirubah sedikit dan diarahkan sesuai dengan kepentingannya) tentu bisa menjadi alat pemukul balik. Ini masalah serius bahkan tidak sedikit yang terbunuh dikarenakan seseorang mengetahui gerakan rahasia ini. Sekali-kali saya tidak akan takut, cukuplah Alloh sebagai pelindungku, aku lebih yakin dengan janjiNYA, bahwa mereka tidak punya kekuatan walaupun setebal kulit ari. Biarlah waktu yang membuktikan, silahkan anda menentukan pilihan mau memposisikan diri di kanan atau kiri. Begitu juga konsekuensi seorang Rosul harus siap menjadi musuh umatnya. Walaupun saya bukan Nabi atau Rosul namun saya merasakan betul penderitaan mereka, Alloh telah memperlihatakan hal itu. Dan saya peduli dengan kemaslahatan umat, bukan semata-mata memperjuangkan umat namun jika orang sudah meyakini akan balasan ia tidak lain sedang membangun sorganya sendiri meraih kedudukan tinggi disisi Alloh. Kemaslahatan umat tidak lain Alloh yang menentukan, manusia hanya berusaha dengan sebaik-baiknya.

Adanya hubungan timbal balik yang nyata. Saya dulu susah sekali untuk memahami agama, beberapa buku saya beli namun tidak ada yang dapat saya ambil pelajaran justru pusing yang ada dan kesemuanya terasa berat untuk dijalankan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk memberikan buku tersebut kepada orang yang sekiranya dapat mengambil pelajaran. Dalam artian ketika saya tidak dapat mengambil pelajaran saya berikan kepada orang yang lebih paham dengan niatan orang lain dapat mengambil pelajaran darinya. Disisi lain saya tidak pernah merasa berat hati untuk menularkan kemampuan saya dalam memberikan pengetahuan terutama ilmu komputer yang saya kuasai. Dulu saya tidak mengerti apa itu ilmu laduni, dan saya anggap suatu yang mustahil, namun setelah saya merasakan memang betul adanya. Inilah hikmah inilah cahaya, inilah hidayah; yaitu kemudayan yang Alloh janjikan (surah Al-Lail). Bukti dari iman. Silahkan ada buktikan sendiri pantaslah bagi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan bagi yang mengharap ridho Alloh semata boleh bantu saya. Bila ragu-ragu atau tidak ikhlas jangan, tidak akan memberikan efek apa-apa buat saya dan buat anda. Ikhlaskan betul dan yakinlah bahwa Alloh akan berikan yang terbaik untuk anda, tapi jangan mengharap apa-apa ; pasrah. Niscaya tulisan-tulisan saya dengan mudah dipahami, bukan karena saya namun pada hakikatnya siapapun yang menghendaki petunjuk pastilah ada maharnya.

Saya bertekad untuk menghabiskan sisa hidup saya untuk memperjuangkan agama dan pendidikan, sedikitpun tidak mengharapkan upah dari jerih payah saya ini, cukuplah bagi saya balasan dari Alloh dan Alloh sebagai saksinya, saya hanya membuka jalan bagi orang yang mengerti dan menyadari. Silahkan anda buktikan sendiri. Saya tidak akan menempuh cara-cara konfensional dengan memberikannya kepada penerbit dimana buku menjadi sangat mahal. Uang tidaklah cukup walau seisi dunia dibelanjakan untuk mencapai sorga yang Alloh janjikan. Sekali-kali tidak mungkin dapat mengetahui rahasia langit hanya dengan harta, tanpa diringi dengan ilmu. Kesemuanya mempunyai korelasi bagai kaki kanan dan kiri yang harus selaras.

Pembaca pernah mendengar kisah terakhir penghuni sorga dimana ia mengejar pohon sorga. Melihat pohon lain meminta didekatkan terus menerus sampai pintu sorga. Kenapa mesti pohon? Pohon tidak lain struktur masalah dimana ada akar, batang, ranting, cabang, daun, buah dsb. Jika seseorang tidak dapat menelusuri masalah dengan jelas tentu sulit untuk mengerti kenapa mesti pohon sorga. Apakah sorga isinya pohon, sungai, mata air, pidadari, mantel? Tidak lain adalah hakikat saja. Sorga sesungguhnya tidak mungkin tergambar dalam benak kita sebarapun tinggi ilusi seseorang.

Saya tekankan bahwa bahasa tidak mewakili apapun jika kita membicarakan rasa, namun akan terang jika kita bicara fakta. Fakta lebih dari nyata, nyata itu apa yang terlihat saja namun fakta adalah penelusuran akan sebab-akibat. Kajian ilmiah tidaklah cukup untuk membuktikan ilmu illahiah ataupun kebenaran mutlak. Kita sudah cukup menyaksikan dimana dunia sudah terombang-ambing untuk mencari kebenaran mutlak. Adapun dalam kaitan ini kenapa saya sedikit saja menyentuh wilayah hati, atau bukan hati lagi sebagai pengukur keimanan, adalah :
- Hati tidak dapat dijadikan patokan untuk mengkomunikasikan keimanan dimana setiap orang berbeda dan tidak sedikit yang justru terjebak pada intiusi (dugaan).
- Pergeseran wilayah pemahaman telah menuntut perubahan konsep dakwah secara total. Kesemuanya sudah saya telusuri, dimana Islam dapat merangkul semua kalangan, tanpa sedikitpun orang dapat menolak atau mengelak, bahwa benar Islamlah satu-satunya agama yang benar dan diridhoi. Kalau dulu pada masa Islam masih mudah orang cukup melaksanakan dengan patuh mengikuti perintah Rosululloh sekarang sudah beda. Dimana orang lebih kritis dalam menyikapi segala hal. Menuntut pembuktian akal. Disisi lain saya menemukan bahwa bahasa Indonesia merupakan muara dari berbagai pertemuan bahasa yang akan membawakan kita kepada titik balik sejarah. Hitungan mundur dimulai dari sekarang mamasuki era baru. Dua peradaban akan beradu. Who is the winner? Lets play! I'll be glad to joint this game.

Dengan cinta menjadikannya dekat, tiada cinta tanpa pengorbanan.
Sungguh indah cinta kepada Alloh, sungguh dunia seisinya tidak mungkin bisa menggantikannya.

Ya Rahman... Ya Rahiim, segala puji bagiMU ; Tuhan semesta alam.

===========================================
[20.74] Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

[20.75] Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),

[20.76] (yaitu) surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

0 komentar:

Followers

Mbh