Sabtu, 10 Oktober 2009

Sejarah Ringkas Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang (bagian keempat)

KEBERHASILAN AL-HABIB ALI DALAM BERDAKWAH
Al-habib Ali bin Abdurrahman Al-habsyi merupakan satu diantara banyak tokoh ulama di Indonesia yang pengaruhnya sangat luas. Beliau dikenal memiliki kelebihan dalam dakwahnya yang menyentuh hati.
Beliau juga dipandang sebagai tokoh yang dapat mempersatukan dan membangun persaudaraan para Habaib dan Kyai di Jakarta. Bahkan beliau dapat membuat orang-orang yang tadinya benci, memusuhi, dan tidak suka padanya, berbalik menjadi suka dan sangat mencintainya. Ini semua karena akhlak dan budi pekerti beliau.

Keberhasilan ini disebabkan kebijaksanaan, kesabaran, dan ketekunan Al-Habib Ali dalam menyajikan Islam. Beliau menyajikan Islam sebagai agama yang mudah, sehingga dapat diterima sepenuh hati oleh penduduk setempat. Yang kemudian dengan sukarela mereka meninggalkan kepercayaan nenek moyangnya.
Dengan keluhuran akhlak dan kehidupan yang bersahaja serta ketaatan beragama seperti ytang beliau warisi dari para leluhurnya, sehingga beliau berhasil memikat hati penduduk pribumi. Dan dalam waktu yang singkat, Islam telah berhasil menyebar keseluruh pelosok Indonesia.

Pengaruh Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi dikalangan muslimin pribumi dapat dilihat dari apa yang telah dikatakan Al-habib Alwi bin Muhammad bin Thohir Al-haddad Bogor, kepada Al-Habib Ali bin Husein Al-Attas Bungur, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab “Tujul A’rasy” jilid dua, halaman 180 : “Dakwak Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi telah memenuhi telinga-telinga kaum muslimin, sebagaimana kitab-kitab Al-Habib Utsman bin yahya telah memenuhi rumah-rumah mereka”

Menurut Mr. Hamid Al-Qadri, seorang tokoh politik dan pejuang kemerdekaan. Selain ulama, Al-habib Ali Kwitang juga merupakan pejuang kemerdekaan. Beliau ikut mendorong berdirinya partai politik yang berazaskan Islam pertama kali di Indonesia yang dikenal dengan Parta Syarikat Islam, pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.
Saking semangatnya dalam perjuangan dalam membangkitkan perlawanan rakyat terhadap penjajah, di zaman pendudukan Jepang, Al-Habib Ali pernah dijebloskan ke penjara bersama Haji Agus Salim. Dengan hukuman penjara, bukan menghentikan perlawanannya terhadap penjajah, malah beliau terus menentang dan melawan. Dan namanya kian mengharum.
Harumnya nama Al-Habib Ali menjadi buah bibir di masyarakat dikala itu. Kemasyhuran Al-habib Ali tersebut sehingga dibuatkan gubahan dan untaian syair oleh beberapa pujangga, diantaranya adalah : Al-habib Mihammad bin Ahmad Al-Muchdhor, Al-habib Ahmad bin Abdullah Assegaf, Asy-Syekh fadhil Irfan, Al-habib Soleh bin Mukhsin Al-Hamid (Tanggul), Al-Habib Segaf bin Abubakar Assegaf. Juga Asy-Syekh Yusuf bin Ismail nabhan pun memasukkan nama Al-Habib Ali Kwitang dalam kitabnya yang berjudul “Jami’ Karamah Auliya”

0 komentar:

Followers

Mbh