Rabu, 07 Oktober 2009

PLEASE DECH...! GUE KAN BER-ETIKA

PEMUDA SHALIH ADALAH PEMUDA YANG BERETIKA (1)
“ETIKA BERBICARA”

Sungguh lisan kita sangatlah berbahaya daripad pedang yang tajam. Salah berbicara bisa menjadikan pertumpahan darah, dendam kesumat, perpecahan, dan lain sebagainya. Pentingnya pemuda-pemuda seperti kita senantiasa menerapkan dalam berbicara. Karena masa depan kehidupan kita sedang kita tanam di masa muda kita. Apakah kita mau menuai masa tua penuh dengan kebencian dari orang-orang yang menjadi korban lisan kita? Berikut ini adalah beberapa etika dalam berbicara :
1. Batasi pembicaraan hanya pada tujuan kebaikan
Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia". (An-Nisa: 114).
2. Menjaga volume suara, karena terlalu rendah bisa disangka menggumam (mengolok-olok) dan bila terlalu tinggi bisa disangka sedang memaki atau membentak-bentak
3. Batasi pembicaraan pada hal yang urgen saja, jangan menambah-nambah aau memperlebar topic pembicaraan yang tidak berguna.
Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyatakan: "Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
4. Janganlah membicarakan setiap yang kita dengar tanpa tatsabut (konfirmasi)
Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu di dalam hadisnya menuturkan : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar".(HR. Muslim)
5. Menghindari Debat Kusir walau kita benar
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda". (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
6. Wajib menghindari dusta meskipun hanya sekedar bercanda
7. Berbicara dengan pelan dan berwibawa
Aisyah Radhiallaahu 'anha. telah menuturkan: "Sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya". (Mutta-faq'alaih).
8. Wajib menghindari perkataan keji, keras, kasar, dan celaan
9. Menahan diri dari banyak bicara
Di dalam hadits Jabir Radhiallaahu 'anhu disebutkan: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : "Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun". Para shahabat bertanya: Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun? Nabi menjawab: "Orang-orang yang sombong". (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).
10. Wajib menghindari ghibah ( menggunjing) dan Namimah (adu domba) Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain".(Al-Hujurat: 12).
11. Mendengarkan pembicaraan dengan seksama
12. Dilarang menyela atau memotong pembicaraan orang lain
13. Dilarang menguasai forum
14. Dialrang keras mengolok-olok
Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan). (Al-Hujurat: 11).

Sumber : Yayasan Al-sofwah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan

Tidak ada komentar:

Followers