Sabtu, 10 Oktober 2009

Puisi dengan seribu cahaya

Puisi yang ditulis dengan hati nurani, akan memancarkan seribu cahaya, memiliki arti keagungan dan dapat menyejukkan, ia akan selalu berbingkai kebenaran dalam larik-lariknya. Hati nurani adalah berita kebenaran yang kadang tidak terungkap dalam realitas, puisi, ladang mengungkapkannya, ia mampu menyiratkan makna, membersitkan makna, sehingga pembaca mampu mengambil hikmah dari kata-katanya. Islah Gusmian, mengatakan “ adakah yang lebih bening dari mata hati, kala ia menegur kita tanpa suara. Adakah yang lebih jujur dari nurani, saat ia menegur kita tanpa kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata-hati, ketika ia menghentak kita dari ragam kesalahan dan alpa.
Sementara itu kita sering mendengar selentingan kesan dari mulut kemulut bahwa sesungguhnya puisi adalah gema jiwa manusia yang universal sepanjang zaman dan kehidupan. Puisi senantiasa bergema di mana-mana, di sudut-sudut perkotaan, di serambi-serambi rumah bahkan di dusun-dusun terpencil pun gaung puisi sering kita dengar setiap saat. ia ditulis tidaklah dengan imajinasi dan khayal biasa, ia membutuhkan perenungan mendalam, mengerahkan seluruh kekuatan hati, pemusatan pikiran, dan mengulahnya dengan kata-kata yang dapat mewakilkan seluruh perasaan dalam dirinya dengan ungkapan yang juga tidak biasa.

0 komentar:

Followers

Mbh