Sabtu, 10 Oktober 2009

Mengenai Sholat Khusyu' (Bagian. 1)

Berikut ini saya salinkan tulisan seorang Ulama Arif Billah tentang sholat khusyu’ semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam amal ibadah kita :

Pertama tama harus kita ketahui bahwa Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk khusyu’ dalam sholat. Dalam Al Quran maupun hadits tidak ada satu kalimat pun yang berbentuk fi’il ‘amr (kalimat perintah) tentang khusyu’. Kenapa ? Karena Allah Maha Tahu bahwa manusia memang mengalami kesulitan untuk bias khusyu’ sekalipun dia itu seorang ulama atau kyai. Memang belum ada pakar tentang khusyu’ dalam sejarah intelektual Islam yang benar benar representatif.
Bahasa Al Quran menyebut orang yang khusyu’ dengan sebutan khasyi’un sebagai dalam firman Allah :

“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya” ( Q.S Al Mu’minun (23):1-2)

Bentuk kata khasyi’un, adalah bentuk fa’il, bukan kata perintah tetapi semacam penghargaan luar biasa bahwa anda termasuk orang-orang khusyu’. Karena itu anda sebagai fa’il atau pelaku khusyu’.

Cukup menarik apa yang pernah diungkapan oleh Syaih Ibn Athaillah as-Sakandari, pengarang kitab al-Hikam yang juga Mursyid ke-3 dari Thoriqoh Syadziliyah, Beliau mengatakan :

“ Jika anda INGIN sholat khusyu’ lalu anda berusaha sekuat tenaga untuk khusyu’, anda malah TIDAK BISA KHUSYU’ “.

Ini bukti jika seseorang yang sedang hendak sholat dikusyu’-khusyu’-kan , apalagi dadanya ditekan-tekan untuk khusyu’ akhirnya malah tidak bisa khusyu. Kenapa ? Karena keinginan anda untuk khusyu’ itu merupakan bagian dari hawa nafsu. Hawa nafsu untuk ingin khusyu’, oleh sebab itu anda malah terhalang dari khusyu’ itu sendiri.

Lalu bagaimana cara anda khusyu’ ? Beliau (Syaikh Ibn Athaillah) melanjutkan :

“Caranya khusyu’ yaitu ketika anda menyadari bahwa sholat anda tidak khusyu’ itu adalah takdir dari Allah. Terimalah takdir Allah saat itu bahwa anda tidak atau belum ditakdirkan khusyu’. “ Ya Allah, aku terima bahwa saat ini aku belum bisa khusyu”. Kelak anda dihantar khusyu’ oleh Allah.

Jadi khusyu’ itu lebih sebagai al-ahwal itu sendiri.

Apakah al-ahwal itu ?

Jika disebut Laa haula wala quwwata illa billah (Tidak ada kekuatan secara batin dan kekuatan lahir kecuali bersama Allah). Karena dari kalimat HAULUN ini berkembang jamaknya menjadi AHWAL. Ini adalah kondisi ruhaniah, ketika kita khusyu’, masuklah didalam AHWAL AL-QOLB, karena merupakan gerak-gerik hati kita.khusyuk itu tentu bersemayam di dalam hati,bukan dalam tingkah laku. Jika anda berjalan dengan menekuk leher anda ,menunduk,itu bias dibilang bahwa anda orang yg khusyu’.
Dulu ada seorang pemuda yg seperti itu,lalu dibentak oleh Syayidina Umar : ”Hai fulan, khusyu’ itu bukan disitu (khusyu itu di dada anda).
Jadi,khusyu pada akhirnya membutuhkan elemen-elemen yang mendukung.

Dukungan khusyu’ itu antara lain AL-KHUDHU, yang artinya ketundukan hari kepada Allah. Orang yang khusyu juga mempunyai perasaan at-tawakkul (kepasrahan) yang artinya ketika kita sholat, dzikir menghadap Allah, mestinya hati kita juga harus pasrah menghadap kepada Allah. Jiwa anda bagaikan sejadah yang anda gelar, seolah-olah anda mengatakan

“ Ya Allah, inilah saya, apa adanya, kupasrahkan lahir batin saya kepada-MU…”

Lalu mulailah bertakbir untuk sholat ALLAHU AKBAR…

Bersambung……..

0 komentar:

Followers

Mbh