Rabu, 07 Oktober 2009

Cerita Untuk Ayah

Ini merupakan kisah perjuangan seorang ayah yang ingin sekali mewujudkan keinginan anaknya untuk berpendidikan tinggi.. Sebut saja ayah itu Pak Adi.

Pak Adi hidup dengan istrinya dan 3 orang anaknya. Pak Adi bukan seorang pegawai negeri dan juga bukan seorang pegawai swasta. Pekerjaannya tidak menentu, ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan, sebagai kuli angkut kayu, dan juga yang sampai sekarang beliau kerjakan yaitu sebagai penjual bensin di depan rumahnya. Di balik itu semua beliau adalah seorang ayah yang semangat sekali mencari nafkah buat keluarganya.

Suatu hari anaknya yang pertama menyampaikan keinginannya buat kuliah karena sekarang anaknya itu kelas 3 SMA. Tanpa pikir panjang lebar Pak Adi langsung menyetujui keinginan anaknya.

Seiring berjalannya waktu anak Pak Adi diterima di sebuah Universitas Negeri dan pastinya harus melakukan registrasi dengan membayar sekitar 6 juta. Mungkin buat sebagian orang uang 6 juta itu sangat kecil, tapi buat Pak Adi yang hanya sebagai penjual bensin uang itu sangat besar..Belum juga buat biaya kost dan biaya hidup anaknya nanti. Semua itu harus ia dapatkan dalam waktu tidak lebih dari seminggu. Pak Adi pun bingung harus cari uang kemana, tapi beliau pantang menyerah dan terus mencari pekerjaan sampingan.

Karena doa dan usahanya, mukjizat Allah pun datang. Pada waktu itu bensin langka dan kabarnya akan naik. Pak Adi dengan tekad yang besar memberanikan meminjam modal buat usaha bensinnya. Meski jarang tidur malam, Pak Adi terus mencari bensin hingga ke luar kota dengan bersemangat.

Sehari sebelum keberangkatan anaknya, Pak Adi bisa mengumpulkan uang 4 juta rupiah. Sebuah angka yang fantastis bagi anaknya. Anaknya pun berangkat dengan uang pemberian Pak Adi, meski dia tahu uangnya masih kurang. Alhamdulillah dari pihak kampus anak Pak Adi mendapatkan keringanan buat menunda pembayaran sebesar 50%.

Akhirnya anak Pak Adi bisa kuliah sampai sekarang dengan uang dari usaha Pak Adi sebagai penjual bensin hingga cerita ini ditulis anak itu demi Pak Adi.

Pesan:
Kawan-kawan semua, betapa besar jasa dan pengorbanan orangtua kepada kita. Marilah kita hormati mereka, muliakan mereka, kita junjung tinggi mereka.

Oleh Bapak Dika Milanisti Lumajang (Putra dari Pak Adi)

Tidak ada komentar:

Followers