Rabu, 07 Oktober 2009

OPTIMIS?? GUE BANGET POKOKNA

PEMUDA SHALIH MENGAWALI HARI DENGAN OPTIMISME DAN MENGAKHIRI DENGAN EVALUASI
Oleh : Abu Wadud Al-Maghalanni
29 September 2009
Hidup tanpa optimisme adalah hidup tanpa harapan dan arah tujuan. Kita diciptakan oleh Allah untuk optimis bukan untuk menggerutu dan tidak mensyukuri nikmatnya. Bukti apa kita disuruh untuk selalu optimis sejak awal penciptaan? Jawabannya adalah SYURGA. Dengan Allah menciptakan syurga adalah salah satu alas an kuat kita untuk hidup selalu dalam optimisme.
Coba kita tanyakan untuk apa syurga? Untuk apa diberlakukan pahala dan dosa? Jawabannya bahwa untuk kita selalu optimis dengan janji-janji Allah yang pasti. Dan alas an apa yang menjadikan kita untuk idak optimis menyambut mentari pagi? Tidak ada alasan untuk bangun dengan muka masam dan segudang keluhan atau gerutuan. Tidak ada alasan untuk kita tida bersemangat menjalani hidup.
Apabila kita berdalih dengan semua masalah yang menekan kita sehingga menjadikan hidup kita kehilangan optimisme, maka dapat kita katakana orang tersebut tidak mensyukuri hidup, tidak siap untuk hidup, dan tidak pantas untuk hidup. Apa yang pantas buat dirinya? Apakah kematian? Sekali-kali tidak saudaraku, untuk hidup saja dia tidak siap apalagi untuk mati maka dia tentunya lebih-lebih tidak siap.
Ingat rumus ini wahai kawanku, apabila kita dibangunkan di pagi hari itu artinya Allah masih menjamin rejeki kita pada hari itu, Allah masih memberikan segala nikmat yang kita butuhkan, dan yang lebih penting Allah masih membuka harapan untuk kita taat kepada-Nya. Apakah kita tega membalas perlakuan Allah yang begitu memuliakan kita pada hari itu dengan ketidaksyukuran? Apakah pantas kita balas dengan keluhan, gerutuan, dan malas-malasan? Apalagi yang menjadi alasan kita untuk tidak optimis? Jawabannya tidak ada lagi satu alasan pun yang mampu mendukung kita untuk berdalih dihadapan Allah untukk tidak optimis.
Apabila kita sudah menjalani hidup optimis dengan penuh ikhtiar dan doa maka soal hasil akhirnya kita tinggal bertawakal dan taslim terhadap segala putusan Allah. Semua anak cucu Adam itu pasti pernah berbuat salah, bukankah Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun? Akan tetapi, apabila salah itu diulang-ulang tanpa berusaha memperbaiki maka kita durhaka terhadap-Nya. Bukankah kita diberikan akal untuk menjauhi kesalahan yang sama? Maka dari itulah, kita haruslah mengevaluasi dan berintrospeksi diri setelah melakukan segala macam kegiatan.
Evaluasi tentunya perlu dan intropeksi diri adalah kebutuhan. Dengan kita semakin pandai mengevaluasi diri dan introspeksi diri maka qualitas hidup kita akan semakin meningkat. Tak khayal kehidupan bahagia kan selalu kita nikmati sebagai wujud rasa syukur kita kepada seluruh nikmat Allah. Apakah kita menunggu Allah yang mengevaluasi kita? Berhubungan dengan judul di atas pantaslah kita mengingat firman Allah berikut ini :
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan (QS Al An'am, 6:60)

Tidak ada komentar:

Followers