Senin, 04 Juli 2011

Ukhuwah dalam kehidupan Burung

Marilah kita mengambil sebuah pelajaran dari
makhluk ciptaan Allah. kali ini adalah gilirannya kita ngomongin burung. Jreng,,,Jreng,,Jreng.sebenarnya gak
berguna banget tp ngomongin burung lalu mengambil pelajaran dari itu jauh lebih baik
daripada ngomongin keburukkan seseorang. Hehe..

Pelajaran yang bisa kita ambil dari
kehidupan burung
sebetulnya sangat banyak, namun kali ini saya mencoba membatasinya hanya kepada ukhuwah yang ada dalam suatu
kelompok burung atau angsa.

Layaknya manusia yang hidup bermasyarakat,
kelompok burung pun punya aturan sendiri dalam mengatur kehidupan berkelompoknya.
Bahkan ada beberapa kebiasaan-kebiasaan
burung tersebut yang bisa kita teladani. Berikut ini perilaku yang ada dalam kelompok burung
beserta pelajaran
yang bisa kita ambil darinya.

Perilaku : Saat setiap burung
mengepakkan
sayapnya, hal itu
memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di
belakangnya. Ini terjadi karena burung yang
terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus ‘dinding udara’ di
depannya.

Dengan terbang dalam formasi
“ V ”, seluruh kawanan dapat
menempuh jarak
terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang
sendirian.

Pelajaran : Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi
dalam komunitas
mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan
lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan
mendukung satu
dengan yang lain.

Perilaku :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang
sendirian. Dengan
cepat akan kembali ke dalam formasi untuk
mengambil keuntungan dari daya dukung yang
diberikan burung didepannya.

Pelajaran :
Kalau kita memiliki
cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka
yang berjalan di
depan. Kita akan mau menerima bantuan dan
memberikan bantuan kepada yang lainnya.
Lebih sulit untuk
melakukan sesuatu seorang diri daripada
melakukannya
bersama-sama

Perilaku :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan
menjadi lelah, ia
terbang memutar kebelakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.

Pelajaran :
Adalah masuk akal
untuk melakukan
tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan
memimpin secara
bersama. Seperti
halnya angsa, manusia saling bergantung satu
dengan lainnya dalam hal kemampuan,
kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Perilaku :
Angsa-angsa yang
terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan
sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran :
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang
saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling
menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus
memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Perilaku :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka,
atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi
bersama angsa
tersebut dan
mengikutinya terbang turun untuk membantu
dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan
kekuatan mereka
sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran :
Kalau kita punya
perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan
sesama kita dalam
saat-saat sulit
mereka, sama seperti ketika segalanya baik!

Subhanallah, begitu erat ukhuwah antar
burung dan angsa
yang hidup dalam
kelompoknya, lalu
bagaimana dengan kita yang mendapat predikat sebagai
makhluk ciptaan Allah yang paling
sempurna??

Jawabannya tentu saja ada pada diri kita masing-masing.
Kelebihan manusia
yang paling utama
adalah karena kita memiliki akal sehingga kita bisa mengambil pelajaran yang
berharga dari
sekelompok burung.
Sedangkan para
burung itu sendiri tidak bisa meniru perilaku manusia. Jadi, mari kita
tunjukkan bahwa kita mampu menciptakan
ukhuwah yang lebih erat dari sekelompok
burung.

Semoga hal ini dapat memotivasi kita untuk tetap solid dalam
berjamaah dan hidup dalam amal untuk mencapai tujuan bersama. Amin…

semoga bisa mengambil hikmah dan pelajarannya.

0 komentar:

Followers

Mbh