Kamis, 07 Juli 2011

Allah Menampakan Anugrahnya

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary 'Apabila Allah swt,
hendak menampakkan anugerah keutamaanNya padamu, maka Allah menciptakan amal bagimu, dan
mengaitkan amal itu kepadamu." Yakni, Allah menciptakan
kemampuan Untukmu untuk beramal dan beribadah dan
memberikan pertolongan agar
dirimu menuju kepadaNya, bahkan mengembalikan amaliyah itu kepadamu.

Allah swt, menciptakan
ta’at, dan mengaitkan taat itu kepada kita,
memberi pahala kepada kita, padahal sesungguhnya itu tidak layak bagi kita. Anugerah luar biasa,
bagaimana sampai Allah swt, memberikan
anugerah itu, seakan-akan itu amal baik dan taat kita, padahal itu
semua ciptaan Allah Ta’ala pada kita, bukan ciptaan kita,
bukan kreasi dan
ikhtiar kita.

Di sinilah Ibnu Athaillah as-Sakandary mengingatkan:
“Tak habis-habisnya engkau mencaci dirimu,
manakala semua itu dikembalikan padamu. Dan tidak habis-habisnya pujianmu manakala Allah swt, itu menampakkan
kemurahanNya
kepadamu.”
Sebab, diri kita, ditinjau dari eksistensi kita yang asli, tak lebih
dari wujud kekurangan, wujud keragu-raguan, wujud
kehinaan dan wujud kefakiran. Sedangkan jika dipandang dari segi anugerahNya
kepada kita, maka
segalanya adalah
wujud kebajikan dan keutamaan.

Begitu pula kelak di akhirat, manakala yang
muncul adalah diri kita, maka kita berada dalam timbangan KeadilanNya, lalu
menjadi wajar kalau KeadilanNya yang tampak, justru kita semua masuk neraka,
apa pun amal dan
ibadah yang kita
lakukan. Karena dosa itu, sebesar apa pun sesungguhnya bukan menjadi penyebab seseorang masuk
neraka. Manusia masuk neraka karena keadilanNya.

Dan jika KeadilanNya yang tampil, maka seluruh kebaikan kita tak berarti, karena sesungguhnya bila ditimbang dengan KeadilanNya, amal
perbuatan kita,
ternyata bukan dari diri kita, bukan produksi dan ciptaan kita, namun ciptaan
Allah swt, kehendakNya dan
KuasaNya.

Sebaliknya bila yang dimunculkan adalah Anugerah dan RahmatNya, maka seluruh amal kita yang tampak adalah anugerah Ilahi semua, dan di sanalah tiket ke
syurga, karena
anugerah dan
rahmatNya pastilah menyertai perjalanan kita menuju Allah swt.
Segala apa pun yang disadari karena bersamaNya, anugerah dan rahmatNya, akan
menjadi mudah.

Dan sebaliknya apa pun mudahnya kalau kita hanya bersama diri kita, mengandalkan diri
dan amal perbuatan kita, pastilah gagal dan
mengamali kesulitan luar biasa.

0 komentar:

Followers

Mbh