Jumat, 02 September 2011

Memahami Makna Jihad ( 2 )

Pengklaiman Jihad namun tidak sesuai dan tak memenuhi syarat-syarat di atas, adalah sama sekali bukan jihad dan salah dari sudut pandang syariat. So, usahanya pun bisa-bisa tak berarti apa-apa, karena tidak memenuhi persyaratan. Wallahu a'lam.

Dan perlu kita ketahui dengan baik. Bahwa jihad perang yang tersebutkan dalam al-Qur'an, selalu digandengkan dengan kata "Fi Sabilillah". Sebagai petunjuk akan sucinya tujuan perang itu, dan ia sama sekali bukan untuk penjajahan atas sebuah wilayah, kekuasaan, ataupun bahkan meraih tawanan dan harta rampasan perang.

Dan sekali lagi, jihad perang adalah untuk membela diri, bukan untuk memaksa seseorang memeluk Islam. Karena Islam tidak menginginkan hanya fisik saja yang tunduk, tetapi juga hati yang takut namun dilingkupi oleh cinta dan kasih sayang.

DI ANTARA TARGET JIHAD

Sebenarnya target agung daripada jihad, dengan semua jenisnya, tingkatanya, dan media jihad itu, adalah mendirikan komunitas masyarakat yang Islami, yang berdiri atas Ma'rifat (pengetahuan) akan Allah dengan pengetahuan yang kuat dan benar. Serta atas penggambaran sempurna terhadap alam, kemanusiaan dan kehidupan, juga atas ibadah hati, fisik, dan harta yang menghantar pada Ridho Allah Ta'ala.

Dan perang tidak lain kecuali hanya media yang digunakan saat darurat, buka setiap waktu. Seperti halnya obat. Jika memang media lain tidak bisa digunakan lagi. Dan ini tertulis dalam sejarah Nabi dan para sahabat setelahnya.

Jadi, pertumpahan darah bukanlah target tetap dalam Islam, sama sekali. Dan cukuplah bukti, bahwa seluruh pertempuran di era Nabi yang terjadi sebanyak 77 kali, korban jiwa tak sampai melewati angka 1018 nyawa saja. Korban jiwa paling sedikit dalam seluruh sejarah pertempuran umat manusia sepanjang masa.

Sebagai bukti, bahwa target jihad adalah justru untuk menghidupkan jiwa dan pelaksanaan syariat, bukan justru untuk melenyapkan nyawa (sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian saudara kita karena salah memahami makna Jihad yang benar).

HADITS "ROJA'NA MIN JIHADIL ASGHOR..."

Di antara Hadits Jihad yang sering kita dengar, adalah hadist yang berbunyi (Roja'na min jihadil asghor ilal jihadil akbar. Qolu : wa maa hiya ya Rosulallah? Qola : Jihadun Nafs). Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar. Para sahabat bertanya: jihad apakah itu ya Rasul? Dijawab oleh beliau : "Jihad melawan hawa nafsu".

Dalam kitab "Kasyful Khofa' " dijelaskan, bahwa status hadist ini adalah Dho'if, lemah. Dengan beberapa riwayat yang serupa.

Namun yang disayangkan adalah klaim sebagian orang, bahwa hadits ini sengaja digembor-gemborkan untuk melemahkan jihad perang yang katanya adalah jihad yang paling besar. Yang menggunakan hadits lemah ini untuk tujuan memblok jihad perang pun juga sama-sama salah.

Telah kami uraikan di atas, bahwa jihad perang bukanlah jihad yang paling besar. Berdasar atas hadits hasan riwayat Imam Tirmidzi, tetapi jihad perang adalah jihad yang paling berat secara fisik, ini yang harus kita garis bawahi, karena mempertaruhkan raga dan nyawa.

Akhir catatan, semoga pemahaman kita tentang jihad sedikit bertambah. Juga tahu dan bisa menempatkan posisi bagaimana menanggapi jihad perang yang sebenarnya. Dan bisa berdiri di tengah-tengah. Tidak masuk golongan orang yang begitu apriori dan antipati juga alergi terhadap jihad. Dan tak masuk pada golongan yang sedikit-sedikit selalu berteriak jihad tanpa tahu situasi dan kondisi kapan jihad perang itu dilakukan..

Wallahul Musta'an (*)

*) referensi : Fiqhus Siroh (Dr. Sa'id Ramadhan al-Buthi), Aunul Murid Syarh Jauharotut Tauhid (Abdul Karim Tattan), Kasyful Khofa' wa Muzilul ilbas (al-ajaluni)

0 komentar:

Followers

Mbh