Senin, 29 Maret 2010

BELAJAR YANG ISLAMI

sangat heran dengan cerita Sahabat Rasulullah, bagaimana mungkin Sayidina Abu Hurairah dapat menghafal ribuan hadits atau Sayidina Ustman dapat mengkhatam Quran dalam shalat tahajudnya atau Sayidina Ali menguasai berbagai ilmu hikmah yang diamalkan dalam kehidupannya atau Sayidina Khalid bin Walid dapat menang dalam berbagai peperangan, banyak sekali keajaiban yang dimiliki Sahabat Rasulullah. Apa yang dilakukan mereka dan tidak lagi dilakukan di zaman ini? apa yang mereka ketahui dan tidak kita ketahui?

Guru Abuya, mengatakan bahwa banyak sekali ilmu ilmu yang telah hilang dari zaman Rasulullah, Salafussoleh, Tabit Tabiin sampai sekarang. Banyak hal yang terlihat kecil dan tidak diamalkan orang sekarang namun besar pengaruhnya dalam proses mencari ilmu. Hal ini telah diketahui dan menjadi amalan orang orang soleh di zaman rasul dan sesudahnya. Diantaranya:

1. Niat menuntut ilmu untuk mencari keredhoan Allah, dengan cara ini Allah akan berikan jalan keluar dalam setiap langkah yang buntu.


2. Patuh pada guru . Tidak durhaka pada guru, orang tua, tidak berbuat jahat pada siapa saja atau apa saja.
Contoh yang durhaka pada guru: Tsa’labah yang tidak patuh pada Rasul. Qarun yang tidak mau ikut dengan Nabi Musa. Keduanya mati dalam keadaan jauh dari Tuhan. Audzubillahimindzalik.


3. Tidak berbuat aniaya pada siapa atau apapun. Menganiaya kawan atau makhluk lain akan membuat hati menjadi mati dan mudah berbuat dosa berikutnya.


4. Menghindari dosa dosa besar dan kecil
Misalnya: berbohong akan menjauhkan kita dari kebenaran, menjaga pandangan mata ( kisah orang soleh yang langsung lupa hafalan 1 Al Quran karena tidak menjaga pandangannya terhadap wanita), dll.


5. Mengamalkan ilmu yang telah dimiliki secara terus menerus. Dengan mengamalkan ilmu kita melakukan penghayatan dan Insya Allah akan mendapatkan ruh dari apa yang kita lakukan. (setiap apa yang kita lakukan memiliki ‘ruh’ lihat ruh dalam beramal). Kita juga akan melakukan dua amalan yaitu mengamalkan ilmu dan berusaha istiqomah. Moga mendapat keredhoan Allah.


6. Memenuhi adab dan tata cara mencari ilmu; misalnya: dimulai dengan berdoa, sebaiknya menghadap qiblat, mendengar dengan tertib, tidak memotong perkataan guru, dll.

NASIHAT BAGI PENUNTUT ILMU

Wahai orang-orang yang senang menuntut ilmu dan berusaha memperbanyak
jumlah ahli ilmu, ketahuilah sesungguhnya ilmu memiliki keagungan dan keindahan,
bila syarat-syaratnya dipenuhi.
Jika tidak maka keindahan dan kilaunya akan sirna, kemudian kewibawaan
pemiliknya akan lenyap dari hati.
Diantara manusia ada orang yang hanya pandai berbicara (‘Alimul Lisan)
tetapi hatinya bodoh (Jahilul Qolb).

Jadilah penuntut ilmu yang baik, penuhilah syarat dan adab-adabnya,
maka engkau akan memperoleh kenikmatan ,
bersinar dengan cahayanya dan memetik buahnya di dunia ini
sebelum diakhirat nanti.
Jangan menuntut ilmu sekedar untuk membahas pendapat para ulama, mencari kesalahan,
dan mengalahkan lawan debat, inilah sikap orang yang hina dan tak memiliki semangat.
Ketahuilah, ilmu akan membawa rahmat dan kebahagiaan, tetapi jika ditujukan untuk
bermusuhan dan saling mengalahkan, maka ilmu menjadi siksa dan melelahkan.
Dalam menuntut ilmu contohlah para salaf terdahulu yang telah berkata :
“Jika berbicara membuatmu merasa bangga, maka diamlah, dan jika diam membuatmu
merasa bangga, maka berbicaralah.”
Hidarilah ‘ujub’ ketika berbicara, hal tersebut sangat buruk dan akan membuatmu
dibenci oleh orang-orang yang berakal.
Capailah semua tujuan dengan berwibawa, tenang dan cara yang baik.
Ketahuilah, ilmu akan membuat orang yang mulia hancur hatinya (Inkisar)
dan orang yang hina menjadi sombong, berapa banyak orang bodoh yang mengalahkan
dan menundukkan orang berilmu dengan menipunya tanpa rasa malu.
Orang berilmu kalah karena ia menjaga wibawa dan rasa malunya,
sedangkan orang bodoh menang karena kebodohan dan kerendahan ucapannya.

Wa larubbamaa khozanal labiibu lisaanahu, hadzrol jawaabi wa innahu lamufawwah
Wa larubbamaa nathoqol ghobii fatanaafasat, fiihii ‘uyuunu wa innahu lamumawwah.
Kadang orang yang berakal menahan lisannya
tidak menjawab, padahal ia pandai berbicara
Kadang orang bodoh berbicara, dan mata berlomba ‘tuk memandangnya
padahal dia seorang penipu.

Umar bin Khothob RA berkata : Pelajarilah ilmu dan pelajarilah kewibawaan dan kesantunan
dalam menyandang ilmu, tawadhu’lah kepada gurumu agar kelak muridmu tawadhu’ kepadamu.
Jangan menjadi ulama yang suka menindas, tindakan yang bodoh ini membuat
ilmumu tidak bermanfaat.
Ali bin Abi Tholib Kwh berkata : Pelajarilah ilmu dengannya engkau akan dikenal,
kemudian amalkanlah, engkau akan menjadi ahli ilmu, setelah kalian akan tiba suatu
zaman dimana 90% penduduknya menyebut Al Haq.
Sesungguhnya tidak akan selamat orang yang hidup dizaman itu kecuali seorang
mukmin yang tidak tenar, yang jika hadir tidak dikenal dan jika pergi tidak dicari.
Mereka adalah lentera-lentera yang memberikan hidayah dan petunjuk bagi musafir
yang berjalan dimalam hari, mereka tidak suka mengadu domba dan menebarkan
ucapan-ucapan yang buruk, kepada mereka Alloh bukakan pintu-pintu rahmat-Nya,
dan menghapus kesengsaraan ang timbul akibat amarah-Nya.
Rosululloh SAW melarang seseorang untuk mencari soal-soal yang pelik dan sulit.

Sirooru ummatiil ladziina yatba’uunal ‘aghluuthooti liyughmuu bihaa ‘ibaadalloh.
Umatku yang paling buruk adalah mereka yang mencari-cari soal-soal yang pelik
dan sulit untuk menyesatkan hamba-hamba Alloh.

0 komentar:

Followers

Mbh