Jumat, 05 Maret 2010

Tafsir Ringkas Surah Al Zalzalah

Alhamdulillah Washolaatu wassalaaamu 'alaa rasuulillah.,

Rekan sekalian pada serial tafsir kali ini kita akan membahas sebuah surat yang pendek namun memiliki pesan yang sangat penting bagi kaum muslimin. Pesan yang apabila dapat kita apresiasi dengan baik akan mendorong diri kita pada kebaikan dan menjaga kita dari dosa dan kemaksiatan.

alzalzalah1

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), 2. Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, 3. Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", 4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5. Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, diriwayatkan dari Tirmidzi bahwa seorang lelaki tua mendatangi Rasulullah shalallahua’alaihi wasallam dan meminta diajarkan bacaan Al Qur’an yang pendek sehingga tidak menyulitkan beliau yang sudah lemah, maka Rasulullah mengajarkan surat Al Zalzalah ini. Kemudian lelaki itu bersumpah bahwa ia tidak akan menambah surat lain (cukup dengan mempelajari dan mengamalkan surat ini). Maka Rasulullah mengatakan setelah pria itu pergi, ‘Beruntung orang tersebut, beruntung orang tersebut’.

Dua tahap kejadian akhirat

Pada surat ini dikisahkan dua tahap kejadian hari kitama yaitu masa penghancuran dan masa kebangkitan. Pada tahap penghancuran inilih bumi digoncangkan dengan goncangan yang begitu dahsyat. Menggambarkan kedahsyatan hari ini, Allah mengabarkan bahwa pada hari itu manusia layaknya kupu-kupu yang beterbangan karena goncangan yang hebat, bahkan gunung-gunung yang kita lihat begitu kokoh pun pada hari itu akan seperti bulu yang dihambur-hamburkan*.

Setelah semuanya hancur, maka dibangkitkanlah semua manusia dari kematiannya dengan keadaan yang bermacam-macam. Sebagian muka pada hari itu berseri-seri karena bergembira atas balasan yang akan segera mereka dapatkan, namun sebagian lagi dengan muka yang gelap karena takut akan siksa yang diakibatkan oleh perbuatannya didunia. Bahkan demi menyelamatkan dirinya dari siksa yang ditakutinya ia rela menebus dirinya dengan anak-anak, isteri juga saudara-saudaranya**..na’uudzubillahi min dzaalik.

Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban

Pada hari itu siapapun yang mengamalkan kebaikan sekecil apapun akan melihat amal tersebut, sebaliknya sekecil apapun amal keburukan yang pernah dilakukannya ia akan melihatnya.

Inilah inti dari keimanan kepada hari akhirat, keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini maka kita akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagian ulama mengistilahkannya konsep Ad-Diin yaitu meyakini bahwa semuanya akan dibalas secara adil. Setelah menceritakan perbuatan curang manusia dalam bentuk mengurangi timbangan bagi orang lain sementara untuk dirinya ia meminta yang lebih, di surat Al Muthoffifiin ayat ke-4 Allah ta’ala mengatakan

muthoffifiin_4

Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.

Ayat ini mengandung pelajaran bahwa keimanan terhadap kebangkitan akan mencegah seseorang dari perbuatan curang atau dosa dan maksiyat lainnya.

Namun kita manusia…

sebagai manusia, tentu ada saatnya kita terjatuh dalam kesalahan. Abu Bakr Ash Siddiq yang begitu besar rasa takutnya kepada Allah ta’ala menangis ketika turunnya surat Al Zalzalah ini. Sebagaimana diceritakan dalam tafsir Al Qurthubi dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, maka rasulullah berkata kepada Abu Bakr..

لولا أنكم تخطئون وتذنبون ويغفر الله لكم , لخلق أمة يخطئون ويذنبون ويغفر لهم , إنه هو الغفور الرحيم

Seandainya kalian tidak berbuat salah dan dosa, sehingga Allah mengampuni kalian maka Allah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat salah dan dosa sehingga Allah akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun dan maha Penyayang

Semoga dengan mempelajari surat yang pendek ini kita dapat menjadi orang yang beruntung. Karena dengannya kita bersemangat untuk melakukan kebaikan sekecil apapun, meski tanpa disaksikan siapapun, karena kita yakin pasti kita akan mendapat balasan kebaikan dari amal tersebut. Sebaliknya kita merasa takut untuk melakukan kemaksiatan sekecil apapun, walau tak seorang pun mengetahuinya, karena kita yakin bahwa kita akan mempertanggungjawabkan hal tersebut. Dan bila kita terjatuh dalam perbuatan dosa dan maksiat, semoga Allah memberi kita hidayah untuk bangkit, beristighfar, meminta ampun kepada-Nya serta menguatkan tekad untuk tidak mengulangnya.

Semoga Allah member taufik dan hidayah Nya agar kita terlindung dari perbuatan dosa dan maksiat, dan mendapat ridho-Nya untuk istiqamah mengamalkan dan menambah amal-amal sholih kita. (Tsdipura)

Alhamdulillah Washolaatu wassalaaamu 'alaa rasuulillah.

0 komentar:

Followers

Mbh