Rabu, 10 Agustus 2011

Kiat-kiat/Tips agar Istiqamah

Menengok sejarah
hitam Iblis, tatkala ia
diusir dari surga dalam
keadaan hina dina,
maka ia berkata
sebagaimana
diceritakan oleh Allah
dalam Al-Qur’an, (yang
artinya):
“Iblis berkata: ‘Karena
Engkau (wahai Allah)
telah menghukumku
tersesat, aku benar-
benar akan
(menghalang-halangi)
mereka (yaitu anak
cucu adam) dari jalan-
Mu yang lurus.
Kemudian aku akan
mendatangi mereka
dari depan dan
belakang mereka, dari
kanan dan kiri mereka
dan Engkau tidak akan
mendapatkan
kebanyakan mereka
sebagai orang-orang
yang bersyukur’
(Al-A’raf: 16-17)
Dari ayat yang mulia
ini, dapat kita ketahui
bahwa Iblis dan bala
tentaranya akan
senantiasa berusaha
dengan segenap
tenaganya untuk
menghalangi manusia
dari jalan Allah yang
lurus serta menghiasi
kemaksiatan hingga
tampak indah di mata
manusia. Karena tekat
dan usaha Iblis inilah,
sangat banyak
manusia yang
merasakan dirinya
susah dan berat untuk
istiqamah di jalan Allah.
Di sini akan
disampaikan beberapa
perkara yang dapat
membantu seseorang
untuk tetap istiqamah
di atas jalan Allah
serta selamat dari
belitan tipu daya iblis.
“Sesungguhnya tipu
daya syaitan adalah
lemah.”
(An-Nisa’:76)
Di antara perkara yang
dapat membantu
seseorang untuk
istiqamah adalah
1. Mengikhlaskan niat
saat melakukan
amalan-amalan
ketaatan
Inilah pintu utama,
yaitu pintu yang dapat
mengantarkan
seseorang untuk dapat
istiqamah dalam
hidupnya sehingga ia
dapat berjumpa
dengan Allah dalam
keadaan bahagia.
Allah berfirman (yang
artinya):
“Barangsiapa
mengharap perjumpaan
dengan Tuhannya,
maka hendaklah ia
mengerjakan amal
yang saleh dan
janganlah ia
mempersekutukan
Tuhannya dengan
seorangpun dalam
melakukan ibadah
kepada-Nya”. (Al-
Kahfi: 110)
Hendaklah seseorang
membersihkan hatinya
dari sifat ingin dipuji
atau tujuan-tijuan
duniawi saat
melakukan amalan-
amalan ketaatan
kepada-Nya. Mungkin
kita dapatkan orang
yang saat berkunjung
dan menginap di rumah
temannya, ia begitu
semangat dalam
membaca Al-Qur’an,
qiyamul lail dan
amalan-amalan
ketaatan lainnya
Namun ketika ia
kembali ke rumahnya,
entah mengapa bacaan
Al-Qur’an tidak
terdengar lagi dari
bibirnya, demikian pula
tidak terdengar lagi
percikan air wudhu di
sepertiga malam yang
terakhir di rumahnya.
Ia telah meninggalkan
amalannya…..Ia tidak
dapat istiqamah dalam
menjalankan amalan-
amalan
ketaatan….Kenapa hal
itu bisa terjadi?
Hendaklah orang
tersebut
mengintrospeksi
dirinya, yaitu apakah
saat ia membaca Al-
Qur’an dan melakukan
qiyamul lail betul-betul
murni untuk Allah
ataukah ada niatan-
niatan lain di balik
ibadahnya? Hanya
Allah kemudian
dirinyalah yang tahu
bisikan hatinya.
Dalam sebuah hadits
disebutkan
ﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ
ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
ﺣَﺘَّﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻜُﻮﻥُ
ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ
ﺇِﻟَّﺎ ﺫِﺭَﺍﻉٌ
ﻓَﻴَﺴْﺒِﻖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ
ﻓَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
ﻓَﻴَﺪْﺧُﻠُﻬَﺎ
“Sesungguhnya ada
salah seorang di
antara kalian yang ia
beramal dengan amalan
penduduk surga
sampai-sampai jarak
antara dirinya dengan
surga hanya tinggal
satu jengkal, akan
tetapi taqdir telah
mendahuluinya
sehingga iapun
beramal dengan amalan
penduduk neraka,
akhirnya iapun masuk
ke dalam neraka.” (HR.
Muslim no 4781)
Orang ini adalah orang
yang sangat merugi,
setiap harinya ia
beramal dengan amalan
ketaatan akan tetapi
menjelang ajalnya ia
tutup amalnya dengan
keburukan dan ia pun
menjadi penghuni
neraka. Wal
iyadzubillah.
Orang ini tidak
istiqamah dalam
menjalankan amalan-
amalan ketaatan
sampai akhir hayatnya.
Kenapa bisa demikian?
Apakah rahasianya?
Mungkin saja tatkala ia
beramal, niatnya bukan
untuk Allah akan tetapi
telah tercampuri
dengan tujuan-tujuan
lain walaupun manusia
melihatnya sebagai
sebuah amalan
ketaatan. Namun Allah
yang mengetahui isi
hati para hamba-Nya
tidak meridhai
amalannya tersebut
dan akhirnya Allah
tutup amalannya
dengan amalan
penduduk neraka.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ
ﻟَﻴَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﻌَﻤَﻞِ
ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
ﻓِﻴﻤَﺎ ﻳَﺒْﺪُﻭ
ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ
ﻟَﻤِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“Sesungguhnya ada
orang yang beramal
dengan amalan
penduduk surga
sesuai yang tampak/
terlihat oleh manusia,
padahal ia adalah
termasuk penduduk
neraka.” (HR.Bukhori,
no 3885)
lihat selengkapnya di
http://
alashree.wordpress.com/2010/04/05/
istiqamah-ibnu/

0 komentar:

Followers

Mbh