Kamis, 11 Agustus 2011

MENJAGA LISAN

Hikam:
Hai orang-orang yang
beriman bertaqwalah
kamu kepada Allah dan
katakanlah perkataan
yang benar. (Al-
Qur`an: Al-Ahzab ayat
70)
Rasulullah bersabda:
"Siapa yang beriman
Kepada Allah dan hari
akhir maka hendaklah
ia mengatakan yang
baik atau
diam." ( Hadist riwayat
Bukhari dan Muslim )
Kualitas seseorang
bisa terlihat dari
kemampuan menjaga
lidahnya. Sebaik-baik
perkataan adalah
perkataan yang
sanggup mengatakan
kebenaran dan ketika
Rasulullah ditanya
akhlaknya beliau
menjawab akhlak
beliau adalah Al-Quran.
Rasul termasuk orang
yang jarang berbicara
tetapi sekali berbicara
bisa dipastikan
kebenarannya.
Puasa dibulan
romadhan merupakan
bulan perbaikan diri
yaitu bukan hanya
puasa perut tapi juga
puasa lidah. Orang
yang berkualitas tinggi
dalam berbicara yaitu,
syarat dengan hikmah,
ide, gagasan solusi,
ilmu dan dzikir. Jadi
manfaatnya bisa
dirasakan oleh dirinya
dan orang yang di ajak
berbicara.
Orang yang biasa-
biasa saja dalam
berbicara, dia sibuk
menceritakan
peristiwa-peristiwa.
kita tidak dilarang
menceritakan
peristiwa-peristiwa
tapi harus ada
manfaatnya.
Orang yang rendahan
dalam berbicara selalu
mengeluh, mencela dan
menghina. Orang yang
dangkal dalam
berbicara, orang
tersebut sibuk
menyebutkan tentang
dirinya dan juga
jasanya. Air gelas
yang kosong maunya
di isi terus, orang
yang kosong dari
harga diri maunya di
hargai.
Menceritakan
keburukan orang lain
atau juga disebut
ghibah merupakan
dosa besar dan tidak
diampuni, sebelum di
halalkan atau di
maafkan oleh orang
yang dibicarakan. Dan
bila orang yang
dibicarakan sudah
meninggal maka kita
harus taubat dan tidak
mengulanginya lagi dan
do`akan kebaikan buat
orang tersebut dan
juga bicarakan tentang
kebaikannya.
Kita tidak bisa
memaksakan orang lain
sesuai dengan
keinginan kita, tapi kita
bisa memaksakan diri
kita untuk melakukan
yang terbaik dan
menyikapi sikap orang
lain. Kita jangan
menghina,
merendahkan dan
meremehkan orang
yang suka berbicara
tidak baik kepada kita.
Mudah-mudahan kita
semua memiliki
ketrampilan yang lebih
tinggi lagi untuk
menjaga lisan kita,
makin banyak bicara,
makin banyak peluang
untuk tegelincir lidah
kita dan akan menjadi
dosa, juga kehormatan
kita akan runtuh.

0 komentar:

Followers

Mbh