Rabu, 20 Juli 2011

RUMAH CAHAYA

Syahadat adalah pondasi.. ini artinya betapa tidak main-mainnya syahadat dalam Islam.. Karena bila pondasi saja ga kuat, ga kokoh maka rumah yang kita bangun akan sangat gampang banget untuk roboh, rapuh..

Kita mengerti bahwa syahadat adalah bersaksi.. "Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah, Dan Aku Bersaksi Muhammad utusan Allah.." namun tidak kah kita ada "kecurigaan", "keingin tahuan" yang lebih jauh lagi tentang "berSAKSI" itu sendiri..?

Bukankah berSAKSI itu adalah kegiatan untuk berjumpa, melihat dan mengenal..? Bukan sekedar kata-kata saja..?

Sangat tidak mungkin dong, kita ingin membuat pondasi sebuah rumah hanya dengan mengatakan " aku bangun pondasi" saja tanpa adanya sebuah tindakan nyata..? Tetapi seringkali kita beranggapan mana mungkin kita melihat Tajalli Tuhan padahal kita hanya manusia biasa tidak seperti para Nabi, Rasul..

"Katakanlah: "Bahwasanya aku (Muhammad) HANYAlah seorang MANUSIA seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,." Fushilat 41:6

Ayat diatas sangat jelas mengatakan Nabi Muhammad adalah manusia yang sama dengan kita, yang tentu memiliki desain yang sama dengan tubuh kita.. Sedangkan Nabi Muhammad ada untuk memberikan risalah, contoh kepada kita semua. Agar kita mengikuti sunnah Rasul, jejak-jejak beliau bukan fisiknya melainkan jejak-jejak beliau untuk bagaimana caranya bersyahadat yang benar, sholat yang benar, hingga haji yang benar.. ^_^

Nah.. bagaimana sih cara untuk bersyahadat yang benar kalau tidak sekedar berkata tanpa sebuah persaksian yang nyata..? Seperti membuat pondasi rumah, kita menggali tanah terlebih dulu, semakin dalam yang di gali semakin kokoh pondasi rumah kita nanti. Artinya, tanah itu diri kita sendiri. Kita gali diri kita sendiri atau kita mengenali diri kita sendiri.. semakin dalam kita mengenali siapa diri kita sendiri, semakin kita mengenali siapa Tuhan itu sendiri.

"Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal siapa Tuhannya.." Al-Hadist.

Mengenali diri sendiri berarti mengenali segala keburukan kita, sifat sifat hewani kita. Kita gali kegelapan diri kita sendiri, semakin kita jauh mengenali kegelapan itu, semakin kita masuk ke dalam terang benderang. Menyibak tirai-tirai, hingga akhirnya menemukan bak mutiara yang berpendar menakjubkan dimana cahayanya itu tak bisa di rangkai, diungkapkan dengan kata-kata. Dialah CAHAYA DIATAS CAHAYA.. ^_^

Kita masuk dalam rumah cahaya, di ruang rindu, di bilik sang Qolbu diri, sebenarnya kita mengalami pengalaman yang sangat indah tiada terkira. Sebuah pengalaman dimana makrokosmos kita gulung kedalam diri kita. Ada kedamaian abadi di sana. Dan ada jalan menuju rumah asal kita yang di tuntun dengan penuh kemesraan oleh Sang Cahaya Utusan Muhammad. Agar nantinya kita SELAMAT untuk berpulang. Inalillahi wa inalilahi rojiun. Kembali kepadaNya lagi.

"sebuah pondasi terletak di dalam tanah, kenikmatan sebuah syahadat adalah perjumpaan di tempat paling rahasia untuk bercinta dengan Sang RAHASIA DIATAS RAHASIA.."

"Syahadat adalah pondasi. Sholat adalah tiang-tiang pancangnya. Puasa adalah dinding. Zakat pintu jendelanya. Sedangkan haji adalah atap. Terbentuklah rumah yang kokoh nan indah. dan rumah itu adalah Rahmatan Lil'Alamin.. "

0 komentar:

Followers

Mbh