Rabu, 20 Juli 2011

Dua Sikap Dalam Menghadapi Kematian

Diriwayatkan bahwa di zaman dahulu ada seorang raja merasa bangga dengan banyaknya harta , tentara dan pembantu yang dimilikinya.

Suatu hari ia rekreasi diiringi para tentara dan pembantunya ketempat peristirahatannya. Ditengah jalan ia dicegat oleh malaikat maut dalam wujud seorang lelaki berbaju kumal berambut kusut.
"Berhentilah !" kata Malaikat Maut kepada iring-iringan raja.
"Aku hendak berbicara dengan raja."katanya.
"Hari ini raja tidak mau berbicara kepada siapapun juga kepadamu." kata tentara sambil menghalanginya menghadap raja. Melihat mereka terus menghalanginya, ia mengaku bahwa ia adalah Malaikat Maut sambil terus berjalan menghadap raja.
"Aku adalah Malaikat Maut yang datang untuk mencabut nyawamu." katanya kepada raja.
Tubuh raja gemetaran karena takut. Ia berkata " Berilah aku waktu sampai aku pulang kerumahku. Akan ku kumpulkan
harta, keluarga, tentara dan para
pembantuku. Akan ku caci maki mereka karena telah menghalangiku dari mempersiapkan diri menyambutmu dan karena telah melalaikanku dari urusan akhirat dan kewajibanku terhadap tuhanku."
"Ooooh...,tidak mungkin itu !" kata Malaikat Maut sambil mencabut nyawanya. Raja itupun tersungkur dari kudanya dan mati.

Dalam kisah lain, Malaikat Maut menemui seorang lelaki shaleh.
" Assalamu 'alaikum." ucap Malaikat.
"Wa 'alaikum salam." jawab lelaki shaleh itu.
" siapa anda?"
"Aku malaikat Maut datang untuk mencabut nyawamu."
"ahlan wa sahlan, pucuk dicinta ulampun tiba, Alhamdulillah." kata lelaki shaleh itu dengan gembira. "cepat cabut nyawaku agar aku dapat melepas beban dari kepalaku. Aku telah lama menunggumu."
"Mungkin kau hendak menemui keluargamu karena aku diperintahkan untuk memberimu waktu ?"
"Aku tidak punya keperluan terhadap mereka, cepat laksanakan
tugasmu, aku ingin melihat bidadari, istana dan kedudukan yang telah disediakan Allah untukku."
Malaikat Maut pun segera mencabut nyawanya karena kasihan kepadanya dan ia pun meninggal dalam keadaan siap menghadap Allah Azza Wa Jalla.

_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*

Dalam sebuah hadits riwayat bukhari muslim disebutkan "Barangsiapa senang gambira untuk berjumpa dengan Allah maka Allah juga senang berjumpa dengannya. Barangsiapa tidak merasa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga tidak merasa senang untuk berjumpa dengannya."

Walhasil, kematian adalah sebuah akhir dari apa yang selama ini telah kita jalani. kematian adalah moment perjumpaan makhluq pada Khaliq. Moment pertanggung jawaban selama
hidupnya. Moment persaksian atas apa yang telah kita lakukan pada
siapapapun. Moment yang paling dahsyat adzab dan nikmatnya. Siap atau tidak siap kita akan menghadapinya. Semoga kita siap dalam menghadap Allah dengan membawa bekal yang cukup untuk akhirat kita kelak, amin.

Semoga bermanfaat, amin :)

Sumber : thuhfatul asyraf 'ala kalami Habib Muhammad bin Hadiy Assegaf.

1 komentar:

Ancol mengatakan...

Siang plend ,iya masama ,mga kita bs jd shbt wlpn di maya :) Oiya ,wap u buerat buanget ,hehe...Siang plend ,iya masama ,mga kita bs jd shbt wlpn di maya :) Oiya ,wap u buerat buanget ,hehe...

Followers

Mbh