Kamis, 04 Agustus 2011

Wasiat Wahab bin Munabbih Tentang Akhlak Mulia

Wahhab bin Munabbih
(1) berkata :
“Jika kamu ingin
melaksanakan
ketaatan kepada Allah
‘Azza wa Jalla, maka
berusahalah agar
dirimu benar-benar
tulus dan berilmu
tentang Allah, sebab
tidak akan diterima
amal yang dilakukan
oleh seseorang yang
tidak tulus. Dan
ketulusan kepada Allah
‘Azza wa Jalla itu juga
tidak akan sempurna
kecuali dengan
ketaatan kepada Allah.
Ibarat buah yang baik,
baunya harum dan
rasanya lezat.
Demikian pula
permisalan untuk
ketaatan kepada Allah,
ketulusan adalah
baunya dan amal
adalah rasanya.
Kemudian, hiaslah
ketaatan kepada Allah
dengan ilmu,
kesabaran dan
pemahaman.
Kemudian jauhkanlah
dirimu dari perilaku
orang-orang yang
bodoh, paksalah ia
mengikuti perilaku para
ulama, biasakanlah ia
melakukan perbuatan-
perbuatan orang-
orang penyabar,
cegahlah ia dari
perbuatan orang-
orang yang celaka,
haruskanlah ia
mengikuti peri
kehidupan para fukaha
dan jauhkanlah ia dari
jalan orang-orang
yang jahat.
Jika kamu mempunyai
kelebihan, maka
bantulah orang lain
dengan kelebihanmu
itu; jika ada
kekurangan pada
orang lain, maka
bantulah ia sehingga ia
bisa seperti dirimu.
Orang bijak adalah
yang mengumpulkan
kelebihan-
kelebihannya kemudian
menyalurkannya
kepada orang lain.
Kemudian ia
memandang
kekurangan-
kekurangan orang lain,
lalu meluruskan dan
membimbingnya
sehingga bisa
memperbaikinya.
Jika ia seorang fakih,
maka ia akan membawa
orang yang tidak
mempunyai pemahaman
tentang fikih, jika
dilihatnya orang itu
ingin bisa bersahabat
dan mendapatkan
bantuannya.
Jika ia seorang yang
berharta, maka ia
memberikan sebagian
hartanya untuk orang
yang tidak punya
harta,
Jika ia seorang saleh,
maka ia memohonkan
ampunan untuk pelaku
dosa, jika
diharapkannya orang
itu bertaubat.
Jika ia seorang yang
berbuat kebajikan,
maka ia berbuat baik
kepada orang yang
pernah berbuat jahat
kepadanya, kemudian
mengharapkan pahala
dari perbuatan itu. Ia
tidak akan tertipu oleh
kata-kata sebelum
diiringi dengan kerja
nyata dan tidak akan
berangan-angan untuk
mentaati Allah jika
belum
melaksanakannya.
Jika ia berhasil
melaksanakan
sebagian ketaatan
kepada Allah, ia memuji
Allah, kemudian
memohon pertolongan
untuk bisa
melaksanakan
ketaatan lain yang
belum dicapainya.
Jika ia mengetahui
suatu ilmu, maka ia
tidak merasa puas
sebelum bisa
mempelajari apa yang
belum diketahui.
Jika teringat kepada
kesalahan dirinya, ia
menutupi kesalahan itu
lantas memohon
ampunan kepada Allah
yang berkuasa untuk
mengampuninya. Ia
tidak akan
menggunakan ucapan
dusta untuk mencapai
sesuatu, karena
kedustaan adalah
ibarat kayu yang
dimakan rayap,
luarnya tampak bagus
tetapi dalamnya
keropos. Orang yang
tertipu tetap
menyangka bahwa
kayu itu mampu
mengangkat beban
yang diletakkan di
atasnya, sampai kayu
itu patah karena
bebannya dan orang
yang tertipu itu
menjadi binasa.
Demikian pula ucapan
dusta, pelakunya
masih terpedaya
olehnya dan
menyangka bahwa
kedustaan itu
membantunya dalam
memperoleh
kebutuhannya.
Keinginannya untuk
melakukannya semakin
bertambah, sampai
kebohongannya itu
diketahui oleh orang-
orang yang berakal
dan para ulama bisa
menyimpulkan sesuatu
yang disembunyikan
dari pandangan
mereka. Jika mereka
telah melihat dan
mengetahui dengan
jelas keadaan yang
sesungguhnya, maka
mereka tidak
mempercayai lagi
omongannya, menolak
kesangsiannya,
menghinakannya,
membenci majlisnya,
menyembunyikan isi
hati mereka darinya,
menutupi pembicaraan
mereka, mengalihkan
kepercayaan dan
menjauhkan urusan
mereka darinya,
mengkhawatirkannya
terhadap agama dan
kehidupan mereka,
tidak mengundangnya
ke majlis-majlis
mereka, tidak
mempercayainya untuk
mengetahui rahasia
mereka, dan tidak
menjadikannya sebagai
hakim dalam
persengketaan mereka
(2)
Catatan kaki :
(1) Wahab bin Munabih
bin Kamil Al-Yamani
Ash-Shan’ani, seorang
tabi’i yang tsiqah.
Riwayat hidupnya
disebutkan dalam
“Tahdzibut
Tahdzib” (II : 166) dan
“Hilyatul
Auliya”" (IV:23).
(2). Dikeluarkan oleh
Abu Nu’aim dalam “Al-
Hilyah” (IV: 36-37).
Diketik dari buku :
Wasiat para salaf,
Salim bin ‘Ied Al Hilali ,
PustakaAt Tibyan (hal
96-99)

2 komentar:

Paochi mengatakan...

Blog nya keren sobat, sukses selalu untuk muBlog nya keren sobat, sukses selalu untuk mu

Mahesa ibnu_romli mengatakan...

makasih sob dah berkunjung, situsmu juga keran :)makasih sob dah berkunjung, situsmu juga keran :)

Followers

Mbh