Selasa, 02 Agustus 2011

Hilangnya Warna Warni Dunia Kedalam Satu Warna

Hilangnya Warna Warni Dunia Kedalam Satu Warna
Alhamdulillah, puji syukur pada Dzat yang telah menghiasi alam dengan corak dan warna yang beragam, yang karenanya kita dapat temukan warna yang tunggal, di dalam keEsaann-Nya yang penuh keagungan, shalawat serta salam smoga slalu terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa aalihi wa sallam yang telah menuntun umat manusia dari dimensi warna kedalam satu warna dalam keabadian, kekal tanpa akhiran, indah tanpa cacat dan kekurangan, juga kepada keluarga, sahabat dan bagi penuntut kebaikan dalam sunnah Nabi akhir zaman.

Saudaraku, sebenarnya warna dari perbuatan manusia itu satu warna.. Dan meskipun terbilang banyak macam dan rupa tapi tetap bermuara ke satu warna dan ma'na..
Kullu man 'alaiha faan "semua yang ada di muka bumi hakekatnya musnah binasa" inilah warna yang satu itu, kecuali dzikrullah dia kekal bersama keabadian-Nya, jadi peganglah yang kekal ini dan gunakan warna-warni lain sekedar mengingatkan untuk warna yang tunggal, dan jangan salahkan perbuatan hanya karena melihat sumber pelakunya, tapi jadikan sebagai "dzikir" pengingat bahwa kita masih bernama manusia yang hidup dengan berjuta warna fanaa..

Saudaraku, tidak diragukan, dzikirmu adalah kesombongan jika masih terdapat "aku" dalam hembusan dzikirmu, ketahuilah tidak ada "aku" ketika kita sedang mensucikan-Nya, tidak ada "aku" ketika kita sedang bertahmid pada-Nya dan tidak ada "aku" ketika hati tertunduk dalam munajat.

Saudaraku, jika langkahmu ke masjid dikarenakan mendengar gema adzan dari sang muaddzin, berarti langkahmu ke masjid belum berpondasikan tauhid, sungguh halus tipu daya syetan hingga menjelma bagai hembusan angin syorgawi, keindahan, kenikmatan, kebahagiaan semua terajut jadi satu bak selendang bidadari syorga yang menarikmu kedalam kehancuran yang tersembunyi.

Saudaraku, ketika shalatmu tidak mampu melebur semua bentuk dan warna kedalam wadah tanpa arah, maka kau masih menyembah sebuah benda, bagaimanapun juga kau masih bernama manusia dengan hijab yang kau buat, sehingga hati tertutup dari Dzat yang harus kau sembah di dalam shalat.

Saudaraku, jika engkau masih melihat segala sesuatu selain Yang Satu, maka engkau telah bermaksiat kepada Allah, karena telah berlaku syirik dengan penglihatanmu, maka kembalillah untuk slalu perbaiki taubat, getarkan dalam tunduk penyesalanmu dengan ikrar penuh penghayatan "sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan yang menguasai langit dan bumi".

Saudaraku, ketika kau tetap masih bersikukuh untuk tetapkan semua warna di dalam ibadahmu, maka segeralah mencari guru yang dapat membimbingmu kedalam satu warna "laa Ilaaha illa Allah".

Saudaraku, kutitipkan tulisan ini sebagai PR untuk hati kita, semoga aku dan kau dapat bermimpi dan mewujudkan mimpi di alam fanaa tanpa harus dibebani dengan berjuta asa dan damba pada dunia, karena hakekat kita semua sama akan kembali kepada-Nya.

Sumber : http//www.rohiminalasror.com

0 komentar:

Followers

Mbh