Minggu, 22 November 2009

Pluralisme ala Alloh

Setiap pandangan mata kita bisa menjadi pelajaran, jika kita memandang dunia dengan pandanganNYA; bukan sekedar pandangan kita akan berbagai bentuk ciptaanNYA yang berbeda-beda.
Memang pada awalnya kita melihat betapa banyak CiptaanNYA yang tak terbilang banyaknya. Namun seindah apapun dunia ini hanya kulit saja.

Fungsi kulit adalah :

A. Meraba (merasa).
Bisakah kita meraba dengan akal pikiran dan segala kesadaran hati, untuk menimbulkan suatu pertanyaan "Apakah yang Alloh maksudkan dengan penciptaan ini?" bila kita mengamati suatu benda.
Betapa banyak orang mengeluh hanya karena kulit. Bagaimana mungkin seseorang bisa bersyukur; karena syukur adalah puncak Ibadah. Puncak dalam artian sebagai balasan atas karuniaNYA yang tak terbilang. Kita bisa saja belajar dari cara memanfaatkan kelapa, atau apapun di dunia ini. Semua penuh makna.
Seberapa berharga akan makna kok saya belum menemukan Tuhan?
Jika kita masih mencintai kulit, apalagi berlebihan. Apa mungkin bisa merasakan isinya? Begitu juga kita pada mulanya menyukai makanan enak-enak, segala yang enak dicoba. Namun jika kita sadari enak atau tidaknya hanya soal pembiasaan saja. Lihatlah gembel yang memakan sampah. Mereka tidak mati bukan? Orang Islam adalah orang yang menahan kesenanganya untuk hari esok. Dari sinilah kita belajar sabar. Jangan tertipu oleh fatamorgana, betapa tidak pikiran kita selalu mempermainkan perasaan sendiri.

Memenuhi kebutuhan seolah hidup selamanya,
memenuhi keinginan seolah akan mati besok.

Begitu melihat sms "diskon sampai 70% hanya untuk hari ini" dari gallery terkenal. Sudah langsung terbirit-birit untuk belanja. Eh tahunya barang kedaluarsa. Begitu juga pandangan mata kita akan inovasi2 produk yang secara instan menciptakan hidangan mewah.

Subhanalloh... sampai kapan kita terus larut dengan permainan dunia?
Buat apa pula badan mendewasa, sedangkan ia masih tertarik dengan mainan-mainan. Nikmat dunia tidak lebih daripada racun, semakin engkau terlena dengannya semakin susah engkau mengobatinnya. Panasnya badanmu akan cuaca senantiasa mengingatkan akan panasnya api neraka, jika engkau bisa menikmati ini semua penuh syukur, engkaupun tak butuh pendingin buatan. Renungkanlah surah Al-Fatihah.

Sadarlah sobat... jika kita memang bisa berhitung apalah artinya 50-75 tahun hidup didunia, dengan kampung akhirat?
Jika Alloh mengatakan akhirat adalah kampung berarti kita pernah disana? Ingatkah kita akan janji jiwa dihadapan Sang Pencipta? Jika tidak ingat? Kegelisahan manakah yang memanggilmu?
Jika Yahudi begitu sukses mereka hanya memikirkan perut (perutnya dikepala/otak udang), begitu juga Firaun2 lainnya. Sebagaimana Abu Jahal (Lahab) adalah firaun dimasa Rosululloh.
Tak usah heran pula falsafah cina yang tua begitu efektif untuk mengejar dunia, itu semua karena dikiblatkan kepada materi.

B. Berlindung
Jika kulitmu tidak bergetar dimana ayat-ayatNYA dibacakan, berarti engkau jauh dari lindungannNYA. Imanmu sangat tipis, engkau pembangkang yang nyata... padahal engkau dulunya dari setetes air yang hina.

Lihatlah suatu komplek perumahaan, awalnya seragam dan satu konsep (desain). Tapi 5 ato 10 tahun kedepan, pastinya sudah berantakan gak karuan. Masing-masing ingin menonjolkan rumahnya. Padahal isi rumah ya cuman bapak ibu dan anak dllnya. Begitu juga badan kita, jika kita melihat berbagai unsur ada pada diri kita, unsur manakah yang harus dimenangkan? Mana pula yang harus dimatikan/dilawan? Ataukah engkau memilih bersekutu dengan jin, yang tidak lain menambah dosamu. Lihatlah disekililing kita betapa banyak orang kepayahan mengejar dunia dan putus asa. Menempuh jalan yang tidak disadarinya... menuju cahaya-cahaya palsu.
Adakah penolong selain Alloh? Atau kau tidak percaya akan Dia yang maha Kaya dan Maha mengetahui akan segala sesuatu?

Rukyahlah dirimu dengan hartamau, ilmumu, atau apapun yang mampu dengan ikhlas hanya mengharap Ridho Alloh, Dia menghendaki kemudahan. Jangan engkau persulit dirimu karena kefasikanmu, jika engkau memang orang yang melihat. Agar Dia memenuhi ronga dadamu dengan CahayaNYA. Dia tidak menghendaki 2 hati dalam 1 rongga. Seberapakah kecintaanmu padaNYA?!

Jika masih menyukai yang relatif tidak ubahnya seperti Yahudi dimana Alloh mengatakan seperti keledai (dungu) yang membawa kitab yang besar. Segala kitab dipelajari dari berbagai zaman ; dari yang ada dibatu, artefak, dan segala macemnya diburu dan dikumpulkan, dari serpihan zabur, taurat, injil bahkan Qur'an. Adakah mereka buta? Buta sebelah mata!
Yahudi tidak lebih mantan budak Firaun, mungkin saja mereka telah mencuri resep Firaun, jadi si budak lupa mantan majikannya. Apalagi orang yang menyelamatkannya (Musa) karena Perintah Alloh yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah mengharamkan diriNYA kedholiman.
Firaun ataupun Yahudi adalah umat yang durhaka, Berbagai kehinaan di dunia tak pernah menjerakannya. Ingatkan kasus-kasus sejarah betapa yahudi telah dihinakan? Tunggulah hari pembalasan itu, janji Alloh pastilah benar. Dia cukup membangkitkan satu jiwa saja. Maka yang takut kepadaNYA akan bangkit.

Buka mata lebar-lebar, anjing goa tidak akan menyalak kecuali ada bahaya. Bangunlah pemuda yang berlindung didalam goa. Bangunlah jiwamu ... jadilah tentara Alloh.

Semoga bermanfaat .... damai selalu dalam lindungan Alloh, mari kita ciptakan damai bersama dalam Din yang sempurna. Jalan yang lurus dan tak pantas kita untuk ragu. Atau kau memilih menempuh jalan lain? Aku menyatakan diri menjadi musuhmu... Sebagaimana para Rosul menjadi musuh umatnya itulah Sunnatulloh. Keputusan ada ditanganmu bukan mulut orang lain. Tidak ada dosa yang dipikul oleh orang lain, kecuali ditambahkan dosa orang lain.... bertasbilah bangunlah wahai orang-orang berselimut (tidur dan mimpi indah dunia)... bersucilah... dengarlah suara Adzhan Subuh yang Agung.... bersegeralah menuju Shalat. Sesungguhnya akhir lebih baik daripada permulaan. Allohuakbar!

Ketahuilah pintunya lebih lebar daripada rumahnya (rumah Alloh).

0 komentar:

Followers

Mbh