Selasa, 12 Januari 2010

Ceramah Habib Umar bin Hafidz di Masjid an-Nur, Empang, Bogor Ziarah Makam al-Quthb al-Arifbillah Al-Habib Abdullah bin Mukhsin al-Athtas

1. Inilah berita dari ash-Shadiqul Masduq, orang yang paling jujur dapat dipercaya kata-katanya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Paling jujurnya makhluk Allah SWT, secara keseluruhan di muka bumi adalah Nabi Muhammad SAW.


Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita semua, yaitu kesempurnaan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dan dengan sebaik-baiknya orang yang mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, dan dengan sempurna orang yang mencintai ahli bait-keluarganya Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan para sahabatnya.


Sesungguhnya keluarganya Nabi SAW, mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kemuliaan dari Allah SWT karena dia bernisbah kepada Nabi Muhammad SAW.


Dan begitu pula kemuliaan para Sahabat menjadi orang yang mulia karena mereka bersandar kepada Nabi Muhammad SAW.


Maka dari Muhammad SAW dalam hadistnya, Beliau bersabda “Seseorang sesuai dengan siapa teman duduknya.” Maka mereka para Sahabat Nabi dan para keluarga Nabi, mereka orang-orang yang duduk bersama Nabi Muhammad SAW.


Setelah kita bayangkan apabila seseorang melihat wajahnya seorang wali min auliya illah (Kekasih/Wali Allah), itu bisa diangkat oleh Allah SWT yang tadinya orang yang celaka- orang yang sial menjadi orang yang sa’adah, orang yang abadi yaitu orang yang betul-betul mendapat kebahagiaan yang abadi di sisi Allah SWT. Itu terjadi apabila menatap matanya wajah dari orang wali min auliya illah, bayangkan bagaimana menurut kalian bagi seseorang yang pernah menatap wajahnya Nabi Muhammad SAW.


Mereka para sahabat Nabi Muhammad SAW, mereka bukan hanya melihat Nabi, mereka duduk bersama Nabi Muhammad SAW, mereka berjuang bersama Nabi Muhammad SAW, mereka makan dan minum bersama Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengagungkan dan memuliakan mereka para sahabat dan keluarganya Nabi Muhammad SAW.


Dan mereka hidup bersama Nabi Muhammad SAW, dengan akhlak yang mulia pekerti yang sangat agung yang tidak pernah disaksikan oleh orang-orang yang sezaman sesudah beliau.

============================================

AHLAK BUDI PEKERTI SAYYIDINA ABUBAKAR


2. Dan jagalah lisan kalian daripada perkataan dusta dan ghibah. Karena sesungguhnya perbuatan dusta dan ghibah dapat menghilangkan pahala-pahala ibadah seperti puasa dan yang lainnya. Bila seseorang berdusta atau ghibah/bergunjing maka dihilangkan pahalanya oleh Allah SWT. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai atau benteng dari kalian selama kalian tidak merusaknya.” Maka para sahabat bertanya, “Sesungguhnya apa yang bisa merusak puasa itu , Ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya apabila kalian menjaga lisan kalian daripada perkataan dusta dan tidak berbuat ghibah.”


Maka dari itu Rasulullah SAW juga bersabda, “Jagalah mata hatimu, umat! perut kalian dari makanan-makanan yang haram”, dan Nabi mengatakan , “Setiap satu suap atau makanan haram yang masuk ke dalam perut seseorang maka neraka lebih pantas baginya.”


Tatkala pernah suatu kali yaitu pembantu yang membantu di rumah tangga Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra diberikan suatu makanan, maka pembantu ini memakan terlebih dahulu makanan itu tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra. Maka Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra menegur kepada pembantu ini, “Mengapa engkau tidak menanyakan terlebih dahulu kepadaku tentang makanan ini, biasanya kamu menanyakan dulu baru engkau memakannya?”


“Aku tadi dalam keadaan sibuk, aku dalam keadaan lapar sehingga aku lupa menanyakan hal ini kepadamu, wahai Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra”.


Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra berkata, “Makanan ini aku dapatkan daripada tetangga yang sedang ada pesta perkawinan, diberikan makanan ini kepadaku. Dahulu dia pernah menjadi dukun dan berdusta kepadaku.” Maka kata Sayyidina Abu Bakar, “Berarti makanan ini adalah makanan Subhat, diragukan kehalalannya.” Maka Sayyidina Abu Bakar memasukkan jarinya ke mulut pembantunya supaya memuntahkan makanan yang masuk itu.


(kisah lain) Maka tatkala mendengar itu, tetangga yang ada di kampungnya, “Bagaimana keadaan Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra, yaitu khalifah Rasulullah SAW, dengan bersuara yang begitu keras ingin memuntahkan makanan yang telah masuk ke dalam perutnya dari pembantunya yang tidak diketahuinya”


Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra berkata, “Ada makanan yang masuk ke dalam perutku dari makanan yang subhat, maka harus aku mengeluarkannya dari perutku ini”.

“Maka bantulah dengan minum air, mungkin dengan engkau meminum air akan mengeluarkan semua makanan yang ada dalam perutmu itu.” Maka keluarlah makanan itu.

Tatkala keluar makanan subhat itu dari perut, maka beristighfarlah beliau sehingga dengan istighfarnya mungkin bisa membersihkan dari sisa-sisa makanan tersebut. Maka sahabat yang melihat keadaan Sayidina Abu Bakar, “Hampir-hampir engkau ini mencelakakan dirimu wahai Sayidina Abu Bakar.” Maka Sayidina Abu Bakar mengatakan, “Seandainya aku mengeluarkan makanan subhat ini dari perutku dengan ruhku sampai aku matipun, aku rela, jangan sampai makanan ini masih ada dalam perutku daripada makanan yang haram. Karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap masuk makanan satu suap daripada makanan yang haram maka neraka lebih utama bagi orang itu’.”


Segala Puji bagi Allah SWT yang telah mengumpulkan kita dalam keadaan baik, semoga Allah mencatat amal kita ini. Setiap hari Kamis dan hari Senin, yaitu hari yang mana dilaporkan amalan umat Nabi Muhammad SAW kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada Allah SWT. Maka tidak diterima oleh Allah SWT amalan daripada orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, Allah akan mengampuni dosa-dosa semua kaum muslimin di hari itu kecuali orang yang menaruh perasaan dengki atau benci kepada sesama muslim.


Dan malam ini malam jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi di malam Jum’at, Maka Allah SWT menerangkan kepadanya cahaya sampai ke tujuh lapis langit, bahkan cahaya itu sampai kepada Baitul Atiq di Mekkah, maka dari Baitul Atiq diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang membacanya tersebut.


Dan barangsiapa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW di hari Jum’at, sore ba’da ashar di hari Jum’at 80 kali shalawat, maka diampuni dosanya 80 tahun.


Semoga Allah SWT membalas kebaikan semua para pengurus yang ada di tempat ini, khususnya al-Munsib diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan segala kebaikan oleh Allah SWT dan diberi kesehatan dan dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT.


Ketahuilah saksikanlah kita, Ya Allah, dan kita meminta ampun kepada Allah SWT ditempat ini, semoga Allah menerima taubat kita dan melihat serta memantau kepada kita dan memperbaiki hati-hati kita. Dan diberikan taufik oleh Allah SWT didalam taat hati kita dan anggota badan kita. Semoga Allah menjauhkan kita dari segala kejahatan dan kejelekan di dunia dan di akhirat. Amin, Ya Robbal Alamin.

============================================

( karena terlalu panjang.....ceramah ini sengaja kami potong di tengah di mulai dari riwayat ttg sayyidina abu bakar ashidiq ....utk menunjukkan bagaimana kecintaan ahlussunah wal jamaah dan sadah ahlul bait keturunan rasulullah SAW thdp sayyidina abubakar....penyampain ini melalui riwayat yg benar dari guru yg mulia dari tarim yaitu al musnid alhabib umar bin hafidh bin syekh abubakar bin salim.... )

0 komentar:

Followers

Mbh