Selasa, 24 Mei 2011

MENYONGSONG PENENTUAN ARAH QIBLAT PADA TANGGAL 28 MEI 2011

Mengetahui arah kiblat
merupakan salah satu
syarat untuk menjalankan
shalat secara sah dan
benar. Dalam dunia falak
dikenal beberapa aplikasi
untuk mengetahui arah
kiblat diantaranya yaitu:
tongkat istiwa', theodolit,
dan bayang kiblat, khusus
untuk bayang kiblat seperti
diketahui makkah terletak di
garis lintang 21 derajad 25
menit LU, tiap dua tahun
yaitu saat matahari melintasi
ka'bah (zenith ka'bah)dari
garis lintang utara (garis
lintang 23.5 derajad LU) ke
garis balik selatan (garis
lintang 23.5 derajad LS) dan
tepat menyeberangi
meridiannya pada garis
bujur 39 derajad 50 menit
BT), pada saat itu secara
astronomis kedudukan
matahari tepat diatas
ka'bah.. Sehingga dalam hal
ini setiap benda yang
tersinari cahaya matahari
saat itu, sepanjang
posisinya tepat mengarah
ke pusat bumi, maka
baying-bayangnya tepat
mengarah ke ka'bah. Dalam
dunia falak fenomena ini
sering disebut Istiwa' A'dhom
atau Rasdul Qiblat,
sementara hari pada saat itu disebut Yaumul Qiblat atau Qiblat Day.

Khusus tahun ini jatuh pada hari sabtu 28 mei 2011, tepat pada pukul 16:18 WIB, pada saat inilah waktu yg tepat untk mengukur arah kiblat dgn praktek secara sederhana, dengan keakuratan yg dpat dipertanggungjawabkan dengan cara memasang bandul bertali (lot/tali unting-unting) yg di gantung, sehingga ketika posisi tali diam (stasioner), maka secara otomatis menunjuk titik pusat bumi, setelah tiba waktunya yg tepat, maka bayang2 tali ditandai dan dipermukaan tanah atau lantai, dan inilah tepatnya arah kiblat kita. Untk mengukur supaya jam pengukur kita tepat, bisa kita cocokkan dengan siaran TV. Misalnya tv-one, metro-tv, atau RRI/BBC, GPS, atau telpon ke 103 untk pengguna telkom.

Apabila tempat anda mengalami mendung, dgn menggunakan apparent diameter matahari sebesar 0.5 derajat tanggal 27 s/d 29 Mei dijam yang sama, yaitu 16:18 WIB. Pada dasarnya, disetiap hari ada yaumul qiblat, namun hanya terdapat enam hari dalam setahun yg bersifat universal, yakni terjadi pada jam yg sama untuk daerah2 yg berada pada zona yg sama, sementara sisanya harus merujuk pada tabel waktu dari hari ke hari saat bayangan matahari tepat ke arah kiblat yang hanya berlaku untuk tempat tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

1. Al istanbuly, Husein Hilmy bin Sa'id, mawaqit ash sholah, hakikat kitabevi, turky 1988
2. Al mashry, Husein Zaid, al mathla 'al sa'id, al barumiyyah, mesir
3. Sjamsul Arifin, Drs, H, Ilmu Falak, STAIN PONOROGO, 1999.

Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Followers

Mbh