Selasa, 25 Oktober 2011

Surat CINTA

Engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu..

tapi selama hidupmu apakah engkau mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?

Surat CINTA dari Allah SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja, AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU.

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau
sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain..

AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU Tapi yang KU tunggu tak kunjung tiba tak juga kau menyapaKU.

Subuh....... .
Dzuhur .......
Ashyar .......... Magrib.......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....

tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU..........

Apa salahKU padamu...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ............ .!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap
suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadapKU ......
Yang selalu menyertaimu setiap saat............ ...
Yang Slalu Mengasihimu,

Allah SWT ......

Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini!??? Sebarkanlah kepada yang lainnya. ;)

Senin, 24 Oktober 2011

REAKTUALISASI HUKUM ISLAM

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh. Ajaran Islam berpotensi rahmatal lil ‘alamin, sholihun lukulli zaman wa makan, tentu harus dimbangi dengan kreatifitas ummat pemeluknya untuk mencari titik temu antara petunjuk Allah SWT.

Aktualisasi ajaran Islam berarti pengembalian ajaran Islam dalam prose menjadi nyata dan dapat berinteraksi dengan lingkungan kehidupan, dengan kata lain teks ajaran Islam lebih kontekstual dengan dinamika kehidupan,dan pengembangan kondisional dengan tuntunan zaman, tempat dan kondisi masyarakat.

Pada perkembangan berikut diperkenalkan fungsi pembaharuan dengan pedoman konsep al-iadah (memulihkan pada keadaan semula), al-ibanah (membedakan antara yang sunnah dan yang bid’ah) dan al ihya (menghidupkan kembali bagaian-bagian yang terbengkalai, semuanya terkonsep “ALMUKHAFADZOTU ‘ALAL QODIIMIS SHOLIH WAL AKHDZU BIL JADIDIIL ASHLAH”, adapun konsep-konsep tersebut adalah: Reinterpretasi terhadap teks-teks hukum yang kejelasan dan kepastian hukumnya/maksudnya ditemukan melalui hasil kemampuan nalar manusia, mengembalikan (tajdid) pemahaman ajaran agama seperti apa yang diajarkan dan difahami oleh Nabi SAW, yakni sesuai dengan target moral suatu hukum (maqoshid al-syar’iyyah), menta’wilkan makna teks sebagai sarana guna mengatasi kekakuan makna dzahir dan harfiah dari nash, memanfaatkan pengendalian terhadap adat kebiasaan (mura’at al ‘urf), selagi ‘urf tersebut bersesuaian dengan ushulul mu’tabaroh, pemanfaatan lembaga rukhsoh yang bersifat sementara, dengan pendekatan trasformatif, pengkajian intensif terhadap perubahan illat hukum, selaras dengan kaedah ALHUKMU YADUURU MA’A ‘ILLAH WUJUDAN WA ADAMAN, komitmen dengan nilai kemashlahatan (al istislah), sekalipun posisinya sebagai suplemen, rekayasa hukum (hilal al-syari’) rekatualisasi kandungan (istiqoq al-muhtawayat), melalui menelaah latar belakang budaya dan peradaban para penulis teks fiqih, tafsir alqur’an , syarah hadist atau melalui kontemporisasi (ta’sir) kesejarahan munculnya gagasan agar tercipta penyegaran kembali fungsi hukum agama dalam kehidupan..

Batas operasinal yang dapat dilakukan adalah menempati pada teks yang mengatur masalah ibadah mahdloh, teks syari’ah yang masih dalam kategori qoth iyyuddilalah, terutama yang berdalalah mufassar dan muhkam, kaidah-kaidah umum yang disimpulkan secara induktif dari juziyyatul ahkam (teks generalisasi empiric).

Sedangkan wilayah pengoperasionalan bercirikan: mengatur bidang-bidang yang ma’qulatul ma’na (rasionable), termasuk didalamnya jenis mutasyabihat dan mu’awwal, mengatur bidang mu’amalah yang ta’aqqul, dan bidang ‘ammah, nash
syar’iy yang dhonniyatul wurud dan dzonniyatuddilalah, memuat petunjuk hukum amaliyah yang kondisi illatnya biasa dijaga, aplikasi hukum dan informasi hukum yang bersumber dari qoul (individual) shahabi, hukum-hukum produk istinbath atau istidlal, menyangkut masalah teknis, seperti prosedur nashbu al–imaroh, kulliyatu al-imamah dan sebagainya.

Semoga bermanfaat

Jumat, 21 Oktober 2011

Ketenangan hidup

Al kisah sudah lama Abu nawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap Baginda. Abu nawas juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abunawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abu nawas. Tentu saja keadaan kedai tak semarak karena Abu nawas si pemicu tawa tidak ada.

Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abu nawas. la mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari rnasalah pelik yang dihadapi.

Salah seorang teman Abunawas ingin mencoba menolong."Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barang-kali aku bisa membantu." kata kawan Abu nawas.

"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia." kata orang itu membeberkan kesulitannya.

Kawan Abu nawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. Sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abu nawas di rumahnya saja.

Orang itu pun pergi ke rumah Abunawas. Dan kebetulan Abu Nawas sedang mengaji. Setelah mengutarakan kesulitan yang sedang dialami, Abu nawas bertanya kepada orang itu. "Punyakah engkau seekor domba?"

"Tidak, tetapi aku mampu membelinya." jawab orang itu.

"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu." Abu nawas menyarankan.

Orang itu tidak membantah. la langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abunawas. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. "Wahai Abu nawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba." kata orang itu mengeluh.

"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu:" kata Abu nawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimasukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi ke rumah Abu Nawas. "Wahai Abu Nawas, aku telah melaksanakan saran-saranmu dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami bertambah merasa tersiksa." kata orang itu dengan wajah yang semakin muram.

"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu."kata Abu Nawas menyarankan. Orang itu tidak membantah. la langsung ke pasar hewan membeli seekor anak unta untuk dipelihara di dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abu Nawas. la berkata, "Wahai Abu Nawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi lebih mengerikan dari pada hari-hari sebelumnya. Wahai Abu Nawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binatang itu." kata orang itu putus asa.

"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan, maka juallah anak unta itu." kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. la langsung menjual anak unta yang baru dibelinya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi ke rumah orang itu "Bagaimana keadaan kalian sekarang?" Abu Nawas bertanya.

"Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal disini." kata orang itu tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu sekarang juallah unggas-unggasmu." kata Abu Nawas. Orang itu tidak membantah. la langsung menjual unggas-unggasnya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas mengunjungi orang itu. "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?" Abu Nawas bertanya.

"Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami." kata orang itu dengan wajah ceria. "Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu." kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. Dengan senang hati ia langsung menjual dombanya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas bertamu ke rumah orang itu. la bertanya, "Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang ?"

"Kami merasakan rumah kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi tinggal bersama kami. Dan kami sekarang merasa lebih berbahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abu Nawas." kata orang itu dengan wajah berseri-seri.

"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu." kata Abu Nawas menjelaskan.

Dan sebelum Abu Nawas pulang, ia bertanya kepada orang itu, "Apakah engkau sering berdoa?" "Ya." jawab orang itu.

"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 15 Oktober 2011

HAK ISTERI ATAS SUAMI

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.

Syari'at mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan isterinya yang berupa kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau seperti yang dikatakan oleh Al Qur'an "bil ma'ruf" (menurut cara yang ma'ruf/patut).

Namun, Syari'at tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno:
"Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu."
Bahkan Al Qur'an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat diantara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Rum: 21)
Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami isteri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua ini merupakan aspek kejiwaan, bukan material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami isteri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan. Dalam hal ini banyak suami yang keliru - padahal diri mereka sebenarnya baik - ketika mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap isteri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi. Dia melupakan bahwa wanita (isteri) itu bukan hanya membutuhkan makan, minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis, sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati dan menghilangkan kegundahan.

Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami isteri dan adab pergaulan diantara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa semua itu. Diantara adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah itu ialah berakhlak yang baik terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya. Allah berfirman:
"... Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara yang ma'ruf (patut) ..., (An Nisa': 19)
"... Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." (An Nisa': 21 )
"... Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu ...." (An Nisa:36)
Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "teman sejawat" dalam ayat di atas ialah isteri.

Imam Ghazali berkata, "Ketahuilah bahwa berakhlak baik kepada mereka (isteri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika mereka sedang emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah saw. Isteri-isteri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau sehari semalam. Beliau pernah berkata kepada Aisyah, "Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela." Aisyah bertanya, "Bagaimana engkau tahu?" Beliau menjawab, "Kalau engkau rela, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Muhammad,' dan bila engkau marah, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Ibrahim.' Aisyah menjawab, "Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebut namamu."
Dari adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa disamping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan isteri, juga bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikian itu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah saw. biasa bergurau dengan isteri-isteri beliau dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan berakhlak, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah.

Umar r.a. - yang dikenal berwatak keras itu - pernah berkata, "Seyogyanya sikap suami terhadap isterinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada disisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah seorang laki-laki."

selengkapnya silahkan buka "fatwa kontemporer" karya dr. Yusuf Qaradhawi pada bab HAK ISTERI ATAS SUAMI :) terimakasih telah mampir ;)

wassalamu'alaikum

Rabu, 12 Oktober 2011

AGAR CITA-CITA KITA TERWUJUD

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
bismillahirahmanirahim

apa kabarnya sahabat semua? :) cukup lama saya tidak posting yah :D mohon maaf, karena saya sedang sibuk mengedit javascript ditempat lain ;) langsung saja kita lihat apa maksud dari judul posting diatas.

Rosulullah SAW memberi arahan kepada kita agar menjadi seperti yang kita
cita-citakan, berikut ini

Seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah S.A.W , Dia berkata : Aku ingin
menjadi seorang Ulama’ (orang yang memiliki kedalaman ilmu).

Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi Ulama’

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang paling kaya


Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri sendiri maka
engkau akan jadi orang paling kaya

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang adil


Baginda S.A.W menjawab: Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau
kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang paling baik


Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka
engkau akan jadi sebaik-baik manusia

Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang istimewa di sisi Allah


Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan dzikrullah niscaya engkau akan jadi orang
istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku ingin disempurnakan imanku


Baginda S.A.W menjawab : Baikkanlah akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna

Dia berkata : Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang taat


Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajiban yang difardhukan maka
engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat

Dia berkata : Aku ingin berjumpa Allah dalan keadaan bersih dari dosa


Baginda S.A.W menjawab : Banyaklah beristighfar niscaya niscaya engkau akan
menemui Allah dalam keadaan suci dari dosa

Dia berkata : Aku ingin menjadi semulia-mulia manusia


Baginda S.A.W menjawab : Jangan berprasangka buruk pada orang lain niscaya
engkau akan jadi semulia-mulia manusia

Dia berkata : Aku ingin menjadi segagah-gagah manusia


Baginda S.A.W menjawab : Senantiasa berserah diri (tawakkal) kepada Allah
niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia

Dia berkata : Aku ingin dimurahkan rezeki oleh Allah


Baginda S.A.W menjawab : Senantiasa berada dalam keadaan bersih ( dari
hadast ) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu

Dia berkata : Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh
Allah dan rasulNya


Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan
rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Allah dan
RasulNya

Dia berkata : Aku ingin diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat


Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain niscaya engkau akan
selamat dari kemurkaan Allah dan rasulNya

Dia berkata : Aku ingin diterima segala permohonanku


Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu
akan diterimaNya

Dia berkata : Aku ingin agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari
qiamat


Baginda S.A.W menjawab : Tutupilah keburukan orang lain niscaya Allah akan
menutup keaibanmu pada hari qiamat

Dia berkata : Siapa yang selamat dari dosa?


Baginda S.A.W menjawab : Orang yang senantiasa mengalirkan air mata
penyesalan, mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa
kesakitan

Dia berkata : Apakah kebaikan terbesar di sisi Allah?


Baginda S.A.W menjawab : Baik budi pekerti, rendah diri dan sabar menghadapi
cobaan Allah

Dia berkata : Apakah kejahatan terbesar di sisi Allah?


Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan

Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?


Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi dan menghubungkan
persaudaraan

Dia berkata: Apakan yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?


Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah

saudaraku di awal tahun baru ini mari kita awali dengan menanam benih-benih
kebajikan, benih-benih amal shaleh moga kelak di akhir tahun atau di akhir
hayat nanti kita sudah tinggal menikmati.

Tak akan ada yang tumbuh atau berbuah dimasa yang akan datang jika hari ini
kita tidak pernah menanam.

Apa yang harus kita tanam hari ini dan apa pula buah yang akan dipetik kelak ?

smoga bermanfaat

Rabu, 05 Oktober 2011

JATUH DALAM KESALAHAN DAN BANGKIT DENGAN KEBENARAN

Bismillah
Perhatikan di sekeliling kita begitu banyak orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan serabutan dan dengan kepanikan!

Bisa dimaklumi apalagi dengan BBM yang rencananya akan naik karena tanpa subsidi. Dan banyak bencana di beberapa kota. Juga orang-orang di sekitar kita begitu mudah untuk bereaksi dengan amarah dengan melakukan demonstrasi.

Nah, kita pun tidak luput dari membuat kesalahan. Apakah dengan kesalahan kita, maka kita menjadi mundur dan tidak mau berbuat sesuatu dalam hidup kita? ana sampaikan, Jatuh dalam Kesalahan dan Bangkit dalam Kebenaran, sesuai dengan judul artikel ini. Maksudnya, hendaknya kita tidak perlu mudah putus asa atas kesalahan yang kita buat. Melainkan koreksi diri kita masing-masing dari kesalahan yang kita buat. Mungkin kita kurang seksama dalam mengambil keputusan atau kurang cermat melihat keadaan yang terjadi di sekeliling kita.

Setelah kita muhasabah, mungkin dengan merenung beberapa hari, siapkan diri untuk maju dan bangkit kembali dengan persiapan yang matang. Sebagaimana yang dilakukan Nabi saw. dalam hidupnya, yaitu semangat untuk memberi pengaruh, bukan semangat untuk prihatin. Apa bedanya semangat memberi pengaruh dengan semangat untuk prihatin?

Semangat memberi Pengaruh yaitu memperhatikan apa yang terjadi dan memberikan solusi sebagai jalan keluar dengan menyampaikan pendapat kepada masyarakat, pengaruhi cara berpikir masyarakat bahwa dalam segala hal ada jalan keluar yang positif. Dan ingatkan untuk mengendalikan diri kepada masyarakat. Tentu pada awalnya, mendapat penolakan, dan dengan hanya sikap persisten (kembali untuk mengingatkan pendapat yang sudah disampaikan/ sabar dalam mengulang-ulang menasehati untuk dirinya dan orang lain) demi tercapainya tujuan, maka pengaruh positif yang kita berikan akan diterima oleh masyarakat.

Berbeda dengan Semangat untuk Prihatin yaitu semangat untuk mengeluh, semangat untuk menyalahkan salah satu pihak atau menyalahkan pihak lain yg tidak sepaham dan sama sekali tidak memberikan solusi yang positif.

Daripada kita menghabiskan energi untuk berteriak-teriak, meluapkan amarah, hal ini tidak ada gunanya. Sebaiknya kita memulai sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang yaitu memulai dengan semangat untuk memberi pengaruh dengan menyampaikan pendapat kepada masyarakat.

Penyampaian pendapat ini dapat dengan menyampaikan artikel dalam situs, atau menulis artikel dalam koran dan bahkan lebih baik lagi jika menerbitkan buku.

Pengunjung blog ini yang dirahmati Allah, Sudah saatnya kita bangkit dengan semangat baru dan berpengaruh secara positif dalam masyarakat.

- Hindari mengeluh dan mengomel, tenanglah
- Kendalikan emosi, usahakan sabar
- Sampaikan pendapat dengan santun dan dengan kata-kata yang positif, sebagaimana petunjuk Allah "Sampaikanlah pada jalan Tuhan-Mu (jalan Kebenaran) dengan hikmah/ bijaksana dan tutur kata yg bagus (kata2 yg bernilai positif)
- Beri waktu kepada pembaca untuk berpikir
- Kembali untuk mengingatkan pendapat yang sudah disampaikan, bila ada yg lupa (sikap persisten)

Terima kasih ana sampaikan atas semua member yang telah bergabung dalam blog ini, semoga sedikit tulisan ini berguna fiddiin waddunyaa wal akhiroh bagi para pembaca sekalian.... ^_^
Alhamdulillah

Senin, 03 Oktober 2011

KASIFIKASI SEORANG PENANYA DAN PENJAWABNYA

Oleh: Ustadz Ishak

Anakku, ketika engkau berhadapan dengan orang yang bertanya kepadamu terkait dengan ilmu yang melekat padamu, maka ketahuilah bahwa di antara mereka memiliki penyakit. Keempat-empatnya adalah penyakit kebodohan yang obatnya adalah bertanya. Sayang, menurut Al-Ghazali, tiga diantaranya tidak bisa diobati, sedangkan yang satu dapat diobati.

1. Orang yang bertanya karena hasud dan untuk menjatuhkan.

Setiap kali engkau memberikan jawaban dan penjelasan yang sejelas-jelasnya, maka jawaban itu hanya akan menambah kebenciannya, rasa permusuhannya, dan hasudnya. Jalan keluarnya untuk menghadapi orang seperti ini adalah jangan repot-repot menjawabnya.

"Maka perpalinglah (hai Muhammad) dari orang-orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi (QS Al-Najm [53] : 29)

Semua permusuhan ada harapan untuk hilang, kecuali rasa permusuhan dari orang yang memusuhimu secara hasud.

2. Orang yang bertanya karena kebodohannya. Biasanya pertanyaan ini terjadi pada orang yang baru beberapa waktu mencari ilmu.

Dia pelajari beberapa hal tentang ilmu ‘aqli (logika) dan ilmu syariat. Kemudian karena kebodohannya dia bertanya dan mendebat seorang ulama besar yang hampir seluruh umurnya dihabiskan untuk mendalami ilmu ‘aqli dan ilmu syariat. Orang bodoh itu mengira bahwa suatu hal yang tidak dimengerti olehnya, maka akan tidak dimengerti juga oleh ulama besar tersebut. Bila orang jenis ini tidak tahu bahwa pertanyaannya itu muncul karena kebodohannya, maka sebaiknya pertanyaan itu tidak dijawab.
Seperti perkataan Nabi Isa as, “Aku tak merasa sulit untuk menghidupkan orang mati, tapi untuk mengobati orang tolol, sungguh aku kesulitan”

Contoh kasus :
Seseorang bertanya kepada orang saleh, bagaimanakah caranya mengetuk pintu taubatnya Allah, agar Ia membukakannya ? Maka orang saleh itu menjawab, “Sejak kapan pintu taubat itu tertutup, sehingga engkau harus mengetuknya ?”

3. Pertanyaan dari orang yang pemahamannya terbatas. Ketika mengertiannya atas apa yang disampaikan orang-orang besar disebabkan oleh pemahamannya yang kurang. Dia bertanya untuk mencari tahu, namun dia “bodoh”, tidak memahami substansi yang ditanyakannya.

Bila menemukan orang seperti ini, engkau tidak perlu repot-repot menjawabnya.

Contoh kasus :
Umar ra. Bertanya kepada Khudzaifah bin yaman : “Bagaimana keadaanmu pagi ini, wahai khudzaifah ?” Khudzaifah menjawab: “Pagi ini aku menyukai fitnah, membenci kebenaran (haq), shalat tanpa berwudhu dan aku memiliki sesuatu di muka bumi, apa yang tidak dimiliki oleh Allah di langit”

Mendengar jawaban itu maka Umar marah. Ali karramallahu wajhah datang menemuinya dan berkata kepadanya : “Diwajahmu terlihat tanda kemarahan, wahai amirul mukminin.” Kemudian Umar menceritakan kepada Ali tentang apa yang menyebabkannya marah kepada Khudzaifah.

Kemudian Ali berkata : “ Sungguh benar Khudzaifah. Adapun kecintaan kepada fitnah berarti kecintaan kepada harta dan anak-anak, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (fitnah) (bagimu) (QS At-Taghaabun (64):15) Adapun dia membenci kebenaran (haq) berarti dia membenci kematian, karena kedatangan kematian adalah benar (haq). Dan shalat tanpa berwudhu berarti shalawatnya atas Nabi saw. Adapun yang dimilikinya di muka bumi yang tidak dimiliki oleh Allah di langit berarti dia memiliki istri dan seorang anak, sedangkan Allah tidak beristri dan beranak. Hal ini sebagaimana firman Allah “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” (QS Al Ikhlash : 3)
Umar berkata : “Demi Allah, engkau telah membuatku puas dan lega”

4. Orang yang bertanya untuk mencari tahu dan bisa memahami jawaban yang disampaikan tidak dikendalikan oleh perasaan hasud, benci, dan suka pamer, mencari jalan yang lurus. Jika ia melontarkan pertanyaan bukan karena hasud, ingin menguji atau ingin menjatuhkan, maka bolehlah engkau sibuk menjawab pertanyaannya, bahkan engkau harus menjawabnya. Banyak nash yang dapat dihubungkan dengan bertanya.

Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka Sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat [49] : 5) Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, Maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". (QS Al Kahfi [18] : 70)

Manusia Telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (QS Al Anbiya [21] : 37)
Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat... (QS Fathir [35] : 44)

Karena nash-nash itu, para murid tarekat biasanya memiliki adab ketika bertanya kepada syaikh (guru)nya. Hal adab ini yang biasanya tidak dimiliki oleh orang awam, sehingga pertanyaannya tidak dijawab. Bisa jadi karena belum saatnya, bisa jadi karena pertanyaannya membahayakan dirinya.

Nah anakku, bijaklah engkau dalam bertanya.

ANUGERAH MATA ANUGERAH MATA

Assalamu'alaikum. Selamat pagi sahabat blogger smua, mengawali pagi hari yang cerah ini ada sebuah cerita yang patut kita ambil hikmahnya.

Suatu hari ada sepasang suami-istri yang pergi mengunjungi panti pijat. Berikut petikan penuturan sang istri kepada kita semua.

Beberapa waktu yang lalu saya menemani suami saya pijat di tunanetra. Karena habis dari perjalanan jauh kami memutuskan untuk menggunakan jasa dari mereka. Dipanti pijat tunanetra itu terdapat sederet piagam prestasi yang diperoleh. Mulai rekor muri dengan pijat terbanyak, juga piagam yang lainnya yang dipasang didinding. Walau mereka tidak dapat memandang keindahan piagam itu mereka seperti sudah sangat senang dengan piagam prestasi itu.

Disana banyak sekali pemijatnya, tiba - tiba salah satu karyawannya berteriak "mas..! mas...! aku hebat to? tadi itu Hpku terkunci tapi tak otak atik akhirnya sekarang sudah bener lagi, sudah normal lagi aku pinter to mas?!" Jika kita dengar kalimat itu bukanlah kalimat yang istimewa, kalimat itu bahkan kalimat yang aneh.. Tapi marilah kita tengok kembali keadaan kita dan keadaan mereka.

Alloh telah memberi anugerah kepada kita kedua mata yang indah sejak kita lahir... Dengan mata itu kita dapat melihat warna-warna yang ada didunia ini... Bahwa hijaunya daun yang indah menyejukkan pandangan.. Mawar yang merah sehingga terlihat sangat cantik.. Sehingga bagi kita akan sangat mudah membaca huruf dan angka. Apalagi hp? teknologi yang satu ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok yang hampir dimiliki oleh tiap orang. Sehingga kita dengan mudah menyeting, mengubah peraturannya.. Bahkan kita juga mudah untuk menggunakan off dan onnya dengan sangat mudah bahkan kadang dengan mata terpejam karena kita sudah pernah melihat dan kita sudah hafal dengan program didalamnya...

Mari kita lihat yang satu lagi...
Sejak dari kecil mereka tak melihat, warna dunia seperti apa? mereka tidak tahu, hanya dengan mata hati mereka dapat melihat indahnya dunia. Mereka juga tidak kalah dengan teknologi hp. Mereka bisa menggunakan hape dengan hafalan saja. Saat terkunci mereka akan bingung bagaimana membukanya kecuali diajari oleh orang yang melihat...

Kalau kita mau menengok kembali anuggerah Alloh pada kita, sepasang mata ini adalah anugerah yang sangat indah... Bisa melihat indahnya dunia... Warna hijau.. merah... biru... juga warna pelangi..

Semoga kita bisa mensyukuri yang kita miliki kesempurnaan yang diberikan oleh Alloh sehingga kita akan selalu berbaik sangka padaNya

Untuk temen - temen semua... Kalian memiliki mata yang indah... Syukuri dan nikmatilah keindahan warna dunia... Semoga mata yang indah itu akan membawa kita pada surga yang lebih indah lagi warnanya ( INSYA ALLOH)

semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita diatas.

Minggu, 02 Oktober 2011

TUJUAN HIDUP

Bismillahi alhamdulillah wasshalatu wassalamu ala rasulillah wa'ala alihi wassohbihi waman walaah

Wa ba'du:


Dimasa akhir-akhir ini tidak jarang kita baca dan kita dengar kabar berita baik berupa pembunuhan, bunuh diri, perampokan dan tindakan kriminal yang lain.


Dalam kitab yang berjudul Al-islam karya Sa'id Hawwa, Kitab yang di anggap MOSTER oleh musuh-musuh Islam. Disana di ceritakan ada seorang berbangsa Jepang yang kaya raya. dia bekerja keras untuk meraih kesuksesannya, Namun di puncak kejayaannya dia bosan akan kehidupan ini, padahal berbagai kenikmatan-kenikmatan dunia dia bisa membeli dan menikmatinya. ia pun memilih mengakhiri kehidupan dengan bunuh diri karena ia tidak tahu "mau kemana setelah mencapai kejayaan itu", kenapa dia melakukan perbuatan yang memilukan???...padahal dia mencapai gemerlapnya kehidupan.setelah ditinjau balik ternyata dia tidak berketuhanan, dia tidak tau bahwa masih ada kehidupan setelah kematian ini.dipuncak kejayaan ia temukan kehampaan.

Tindakan keriminal yang di landasi dengan keputus asaan, kekecewaan, dan frustasi dalam kehidupan adalah penyakit MUJTAMA' yang harus segera mungkin untuk di obati. Dan tentunya obat-obat ini tidak di temukan di shoidaliyah, apotik, maupun dikantor Mbah dukun. Namun setiap manusia juga harus tahu beberapa penyakit yang menyerang hati, dan akidahnya agar dapat hidup dengan sebenarnya, sesuai dengan tujuan "untuk apa kita diciptakan".


Setiap Hamba yang bernafas seharusnya dia tahu bahwa Tuhan itu ada, Dia-lah Penguasa Alam semesta,yang Maha Agung, Maha Mengetahui, dan Maha Adil. Allah-lah yang menciptakan semua yang ada dilangit dan di bumi,dalam QS al-maa-idah 120:"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada didalamnya;dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu" .dan tidak hanya itu perjalanan kita tidak terhenti dengan adanya kematian begitu saja. di kehidupan berikutnya masih ada marhalah yang harus di tempuh:


1- Hari kiamat (baik kiamat Sughro maupun Kubro)


2- Hari kebangkitan dari kubur


3- digiring ke padang Makhsyar dan syafaat Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam


4- Hisab= menurut bahasa kita bisa dikatakan TOTALAN AMAL


5- Mizan=Timbangan yaitu ditimbangya amal perbuatan kita,dan Allah tidak menyia-nyiakan amal kita walau sekecil Atom.


6- Hari pembalasan Surga dan Neraka.


7- adanya Makhluk Ghaib Jin, Malaikat, dan Ruh


8- Haudh/Telaga Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam, Bidadari dan Wildan.Wildan Adalah Bayi yang menjadi Pelayan surga.


Intinya:Tujuan dari perjalanan hidup yang melelahkan ini Adalah mencari RIDHO ALLAH Subhanahu wa ta'ala. Allah berfirman dalam AT-TAUBAH AYAT 100:
"Orang-orang terdahulu yang pertama-tama (masuk islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan Orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Seberat apapun perjalanan ini kalau kita mempunyai tujuan mencari Ridha Allah,maka susah dan senang semua akan terasa NI"MAT untuk dijalani. Setiap hendak melakukan aktifitas kita tanyakan kepada Hati kita "Apakah Aktifitas yang akan aku jalani ini di ridhahi Allah?". Jika "Iya" maka jangan ditunda segeralah memulainya dengan Niat positif sebanyak mungkin, karena satu aktifitas yang bersifat positif dan kita niati dengan sepuluh niatan yang positif maka akan memberikan sepuluh hasil sebagai mana yang anda niatkan adapun penjelasannya secara panjang lebar sudah dibahas imam AL-GHOZALI dalam Ihya'nya.

Kekuatan Iman kepada hari pembalasan sangat berpengaruh kepada kegiatan kita sehari-hari. Iman ini yang mampu membangkitkan semangat hidup yang positif. Semangat hidup yang akan membahagiakan kita didunia dan diakhirat. dan kekuatan Iman ini bisa didapat dengan
1- Membaca dan memahami Al-quran. hendaknya seorang muslim selalu membaca al-quran dalam tiap harinya walaupun dengan menambah Satu Ayat dalam seharinya. dan membaca Al-hadits.
2-Membaca Dzikir dan wirid semisal Ratib Al-haddad, Ratib Al-atthos, wirid Imam An-nawawi dsb
3-Membaca sejarah Para Nabi dan Rusul terutama sejarah Rasul shallallahu alaihi wasallam dst..


Selamat bersemangat dalam beraktifitas dengan prinsip Mu'min yang Tangguh. Semoga Allah membuka lebar-lebar pintu kebaikan kepada kita Allahumma Amin..

Wallahu a'lam bisshowab..

TUNJUKKAN WUJUD TUHAN KEPADA SAYA !!!

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Mengawali hari minggu ini yang cerah :) dengan slalu memuji kepadaNYA.

Alkisah Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya.

“Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama.

“Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”

Jawab Guru Agama “Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya”

Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya !
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?
tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?" tanya pemuda itu kepada pak ustadz

Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan sekeras-kerasnya.
Sambil menahan kesakitan sang pemuda berkata: “Kenapa anda marah hingga menampar pipi saya?”

Sang Guru Agama menjawab “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.

“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu.

Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”.

“Tentu saja saya merasakan kesakitan”, jawab pemuda itu.

Guru Agama bertanya "” Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?”.

Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Sekarang tunjukan kepada saya wujud sakit itu!”

“ saya tak bisa menunjukkan rasa sakit itu”, jawab pemuda.
“Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan wujud Tuhan tanpa mampu melihat wujud-Nya.” Terang
Guru Agama.

Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi bahwa hari ini anda akan bertemu saya?”.

“Tidak” jawab pemuda.

“Apakah pernah terfikir oleh anda hari ini akan menerima sebuah tamparan dari saya ?”

“Tidak” jawab singkat pemuda.

“Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.

Guru Agama bertanya lagi, “Dibuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”.

“kulit”. Jawab pemuda.
“Pipi anda diperbuat dari apa?” tanya guru agama.

“ Kulit “ Jawab pemuda.
“Bagaimana rasanya tamparan saya?”. tanya guru agama.

“Sakit.” Jawab pemuda.

“Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan sebagaimana anda merasa kesakitan ketika tangan saya yang -terbuat dari kulit- menampar pipi anda -yang juga terbuat dari kulit-.” Terang Guru Agama.


Ahirnya pemuda itu mengangguk-angguk memahami penjelasan guru agama, hingga ahirnya pemuda itu mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selama ini membuat dirinya penasaran. Dan pemuda itu ahirnya mau belajar agama pada guru agama itu.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tiga macam golongan umat Nabi Muhammad saw

Oleh : Waa. Ibrahimy

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ
"Kemudian Kami wariskan Kitab itu (al-Qur'an) kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami. Lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan diantara mereka ada yang pertengahan, dan dinatara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fâthir: 32)

Berikut ini sejumlah tafsiran ulama' atas tiga kategori umat Muhammad saw. dari ayat tersebut.

Ibnu Abbas ra.
Dhâlim li Nafsihi adalah orang bodoh (jâhil). Muqtashid adalah orang yang belajar (muta'allim). Sâbiq bi al-Khairât adalah orang yang pandai cendekia ('âlim).

Hasan al-Bashri.
Dhâlim li Nafsihi adalah orang yang lebih banyak kesalahannya dari pada kebaikannya. Muqtashid adalah orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya. Sâbiq bi al-Khairât adalah orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

Dzu al-Nun al-Mishri.
Dhâlim li Nafsihi adalah orang yang berdzikir, mengingat Allah, hanya dengan lisan. Muqtashid adalah orang yang berdzikir, mengingat Allah, dengan hati. Sâbiq bi al-Khairât adalah orang yang tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah sama sekali.

Ibnu Katsir.
Dhâlim li Nafsihi adalah orang lalai dalam mengerjakan sebagian kewajiban, yang masih melakukan sebagian larangan. Muqtashid adalah orang yang menunaikan kewajiban, yang meninggalkan larangan, sesekali meninggalkan sebagian kesunahan, dan masih melakukan sebagian kemakruhan. Sâbiq bi al-Khairât adalah orang yang melaksanakan kewajiban dan mengamalkan kesunahan, yang meninggalkan larangan, kemakruhan, dan sebagian yang dimubahkan.

Dhâlim li Nafsihi adalah kategori orang yang akan tertahan di penantian panjang Mahsyar, mengalami kebingungan dan kesusahan, sebelum akhirnya memperoleh syafa'at Nabi Muhammad saw., diampuni dengan disusul datangnya rahmat Allah, barulah kemudian masuk Surga. Muqtashid adalah kategori orang yang akanmasuk Surga setelah sebelumnya mengalami penghitungan amal (hisâb) dengan mudah. Sâbiq bi al-Khairât adalah kategori orang yang akan masuk Surga tanpa melalui proses penghitungan amal sesaat pun.

Dalam golongan apakah kita diantara ketiga macam golongan diatas?? ;)

semoga kita termasuk dalam sabiq bil khoirot, amin. Kalaupun tidak, ya setidaknya masuk dalam golongan muqtashid :)

Jumat, 30 September 2011

MENGINTIP NERAKA?? :D

Bismillah Alhamdulillah Wa Asshalatu Wassalamu 'ala Rasulillah Wa'ala Alihi wa Ashabihi wa man waalah

Wa Ba'du

Sebelum jum'atan posting dulu ah :D sebagai bahan tambahan khutbah jum'at ;) :)

Api begitu indah untuk dijadikan mainan, semisal kembang api yang sering kita mainkan di pesta-pesta dan hari besar. Begitu juga dengan lilin-lilin kecil yang kaya akan warna dan polanya...
yaa..... namanya juga Api kiecil jadi kawan besar jadi lawan.

Berbagai logam yang kita manfaatkan ternyata untuk membentuknya pun juga menggunakan Api. Mobil yang setia mengantarkan kita kePasar, kantor, sekolah juga dibentuk dengan menggunakan Api, saking pentingnya api sampai-sampai untuk mengisi perut saja kita membutuhkan Api.hehehehe...

Sepanas apapun api yang ada dimuka bumi ini, walaupun mampu mencairkan Baja dan Besi, masih tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan panasnya Api Neraka. sebagaimana dalam sebua Riwayat hadits

"Api kalian ini, yang telah dinyalakan oleh anak Adam adalah sebagian dari 70 kali lipat(panasnya ) Api Neraka".

Tak terbayangkan betapa pedih dan panasnya kalau percikan Api neraka sampai menyentuh kulit kita yang lembut ini.... apa lagi sampai menjadi penghuni NERAKA(wal'iyadzu billah/na'udu billahi min dzalik).

Suatu gambaran dahsyatnya Api Neraka digambarkan dalam surat Al-Fii "dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar (di Neraka Jahannam). lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."
betapa panas batu-batu itu sehingga manusia dan gajah hancur dan tak tersisa sebagai mana daun dimakan ulat....

Sebagian nama-nama tempat di Neraka:

-Wail : Nama Jurang diJahannam, membutuhkan waktu 40 tahun untuk menjatuh sampai ke dasarnya saking begitu dalamnya...

-samum,hamim,Laa Barid wa laa kariim :dalam surat Al waqiah " Dalam siksaan angin yang sangat panas dan cairan panas yang mendidih. Dan dalam naungan asap yang hitam . Tidak sejuk dan tidak mengenakkan"

betapa menyakitkan dan membosankan kemana kita maulari dan menghindar...????

-Al-Falaq : Nama ruang tahanan didalam Neraka Jahannam. menurut riwayat Ibnu Abbas dan Ka'b.

-Almansaa : Luban/Sumur dineraka untuk peminum minuman yang memabukkan....Akal adalah anugrah jangan dirusak dan jangan disia-siakan...

-Thinatu Al-Khobaal dan Haudu al-Khobal :keringat Ahli neraka dan Nanah mereka jika mereka kehausan akan diminumkan cairan ini (na'udu billahi min dzalik)sebagai mana dalam riwayat Bukhori dan Abi Zannad .

-Jubbu alhuzn : Tempat siksaan untuk orang-orang yang suka pamer / riya'.

Dalam kitab Attadzkirah nya Imam alqurtubby disebutkan :

"Sesungguhnya tepi Jahannam seperti tepi laut, (hanya saja) Terdapat binatang-binatang buas. Ular, Kala jengking yang besarnya seperti bighal (Blesteran keledai dan kuda). ketika penghuni neraka sampai ditepi, maka hewan-hewan ganas ini menyerang mata, mulut dan menguliti/mencabik-cabik tubuh mereka. ketika mereka menjerit Annar, Annar ,Annar...(kembalikan aku keneraka), merekapun dilemparkan kedalam neraka lagi dan disiram segingga tubuhnya mengelupas dan tampaklah tulang belulang mereka".(intaha/selesai)

Betapa sedih dan susah hati penghuni neraka...
Dlm Qs 22/alhajj Ayat 22:
"Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscahya mereka dikembalikan kedalamnya. (kepada mereka dikatakan ):"Rasakanlah adzab yang membakar ini".

Ini adalah sekelumit gambaran kehidupan dineraka...
Semoga kita menjauhi semua larangan-larangan Allah ...
melakukan perintah-Nya dan mengikuti sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam. amin.

-dalam riwayat Abu Huraira:Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"tidak akan masuk neraka kecuali Assyaqi/Orang yang celaka , siapakah Assyaqi itu yaa Rasulallah?..beliau menjawab:"Orang yang tidak mau taat kepada Allah dan tidak mau meninggalkan kema'siatan"(riwayat Ibnu majah dalam Kitabuzzuhudi.

Allah dengan kasih sayang-Nya telah mengutus Rasul-Nya sebagai Rahmatan Lil'alamin. Menunjukkan jalan yang Lurus, Ni'mat dan penuh manfaat... Kasih sayang Allah terbuka lebar-lebar kepada siapa lagi kita kembali????... Kepada siapa kita mintak pertolongan????... Yaa Allah kami kembali kepada-Mu....

Wallahu a'lam bisshawab.

Khotbat Iblis laknatullah yang monumental

Pada hari ketika bumi bukanlah seperti bumi yang pernah kita pijak, dan langit bukanlah seperti langit yang pernah menaungi kita ;( . Jin dan manusia, semua berkumpul menghadap ke hadirat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Pada hari ketika amal perbuatan para pengingkar laksana abu yang ditiup angin dengan keras di suatu hari yang berangin kencang. Mereka tak dapat sedikitpun mengambil manfaat dari apa yang telah mereka usahakan di dunia. Pada hari ketika perkara hisab, perhitungan amal, usai diselesaikan; hari itu berkatalah syaitan, menyampaikan khotbah monumentalnya yang telah disebutkan al-Qur'an; khotbah tanpa menyebut nama Tuhan, tanpa pujian, dan tidak juga salam.

"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan sekedar aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu!" (lihat QS. Ibrahim: 22)

Tercenganglah mereka yang mendengar, mereka yang selama ini mematuhi seruannya nan sungguh menipu daya. Khotbah teramat mengecewakan, bahkan menyakitkan hati para pengikutnya yang setia.

***

Maka, episode berikutnya, hari itu terlihatlah mereka, orang-orang yang berdosa, para bromocorah, diikat bersama-sama dengan belenggu, yang gemerincingnya sungguh menggetarkan jiwa. Pakaian mereka adalah dari pelangkin, dan muka mereka ditutup oleh api neraka.

Hari itu, terdengarlah seruan agung, "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat yang tedahulu sebelum kalian, dari jin dan manusia!"

Kemudian, ketika setiap suatu umat masuk ke dalam neraka, maka yang satu mengutuk yang lain karena merasa disesatkan; sehingga apabila mereka masuk semuanya, terjadilah perdebatan teramat dahsyat antara orang-orang yang masuk kemudian dan mereka yang masuk terdahulu.

Mereka yang merasa disesatkan berkata, "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka!"

Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa berfirman, "Masing-masing mendapat siksaan yang berlipat ganda, akan tetapi kalian tidak mengetahui."

Demi mendengar hal itu, menyahutlah orang-orang yang masuk terdahulu, sambil menatap mereka yang masuk kemudian, "Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kalian lakukan!"

Sungguh perdebatan yang sengit sekaligus keputusan yang teramat menyesakkan dada. Tak ada lagi harapan bagi mereka dibukakan pintu-pintu langit, dan tak kan mungkin pula mereka memasuki taman-taman indah surgawi, sebagaimana mustahil seekor unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan; yang tersisa bagi mereka hanyalah tikar tidur dari api neraka, dan di atasnya pula ada selimut api neraka.

***

Di pelataran agung yang lain, mahsyar bagi orang-orang beriman dan beramal saleh, terlihatlah mereka, dengan seizin Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dimasukkan ke dalam surga, hunian taman-taman indah yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas di dalam hati, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ucapan penghormatan mereka dalam taman abadi itu adalah "salam", sejahtera dari segala bencana. Sejak hari itu tak ada lagi segala macam dendam yang berada dalam dada, dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada surga ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang para rasul Tuhan kami, membawa kebenaran."

Ketika itulah saat paling bahagia bagi mereka yang telah memasrahkan seluruh hidupnya kepada aturan Tuhan, usai melalui prosesi hisab, penghitungan amal yang begitu mencemaskan. Saat penuh suka cita menjelang hunian keabadian, hari itu diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang diwariskan kepada kalian, disebabkan apa yang dahulu kalian amalkan!"

Pintu-pintu cahaya telah dibuka, wajah-wajah bercahaya telah mengembangkan senyum ceria, penuh bahagia. Cahaya di dalam hati mereka, cahaya pada ucapan mereka, cahaya pada pendengaran mereka, cahaya pada pikiran mereka, cahaya pada perasaan mereka, dan cahaya pada setiap bagian tubuh mereka. Merekalah orang-orang yang tercerahkan.

***

Allahumma, berilah cahaya…

NASIHAT / MAQOLAH 'ALI BIN ABI THOLIB RA

Hidupkanlah hati dan pikiranmu dengan menerima dan memperhatikan nasehat. Jadikanlah kesalehan sebagai penolong untuk menghilangkan keinginan- keinginan nafsumu yang tidak terkendali. Binalah budi pekertimu dengan pertolongan keyakinan yang tulus pada agama dan Allah.

Taklukkanlah keinginan-keinginan pribadimu, kesesatan hatimu dan kebandelanmu dengan senantiasa mengingat kematian. Sadarilah akan kefanaan hidup dan segala kenikmatannya. Insyafilah kenyataan dari kemalangan dan kesengsaraan yang senantiasa menimpamu serta
perubahan keadaan dan waktu. Ambillah pelajaran dari sejarah kehidupan orang-orang terdahulu.

Jangan membicarakan apa yang tidak engkau ketahui. Jangan berspekulasi dan memberi pendapat atas apa yang kau tidak berada dalam kedudukan untuk memberi pendapat tentangnya. Berhentilah jika khawatir akan tersesat. Adalah lebih baik berhenti disaat kebingungan daripada maju merambah bahaya-bahaya yang tak tentu dan resiko-resiko yang tak terduga.

Berjuanglah dan berjihadlah demi mempertahankan dan demi tegaknya kalimat Allah. Jangan takut dan khawatir bahwa orang-orang akan mengejekmu, mengecam tindakanmu dan memfitnahmu. Janganlah gentar dan ragu membela kebenaran dan keadilan. Hadapilah dengan sabar
penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa. Hadapilah dengan berani rintangan yang menghalangi ketika engkau berupaya mempertahankannya. Sokonglah kebenaran dan keadilan setiap kali engkau menjumpainya.

Binalah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan, bencana dan kesengsaraan. Kesabaran merupakan salah satu diantara moral yang tertinggi dan akhlak yang mulia, dan merupakan suatu kebiasaan yang terbaik yang dapat dibina. Bersandar dirilah kepada Allah dan mintalah senantiasa perlindunganNya dari segala bencana dan penderitaan. Jangan mengharap pertolongan dan perlindungan dari siapapun kecuali Allah.

Ketahuilah bahwa sombong dan bangga diri adalah bentuk-bentuk kebodohan dan berbahaya bagi jiwa dan pikiran. Oleh karena itu, jalanilah kehidupan yang seimbang dan berusahalah untuk berlaku jujur dan tulus. Apabila mendapat bimbingan dari Allah untuk mencapai apa-apa yang diinginkan, maka janganlah berbangga dengan perolehan itu. Tunduk dan merendahlah dihadapan Allah dan sadarlah bahwa keberhasilan itu semata-mata karena kasih dan karunia-Nya.

Kamis, 29 September 2011

Keinginan Nabi Muhammad saw kelak dihari kiamat

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.

Apa kabar sahabat blogger semua? :) lama juga yah saya tidak posting disini, bahkan menyebabkan ALEXA RANK blog ini menurun :(

oke tidak perlu berpanjang lebar, mari kita mulai postingan ini :D ini Dikutip dari : Kitab Daqoiqul Akbar karya Imam Abdirrahman bin Ahmad Al-Qadly
(Bab Tentang Allah Mengumpulkan Sesuatu dari Para Makhluk).

Didalam Hadits diceritakan, ketika Allah Ta’ala menghendaki untuk mengumpulkan para makhluk, maka Allah Ta’ala menghidupkan malaikat Jibril dan Mikail as., serta malaikat Israfil dan Izrail as.

Permulaan makhluk yang dihidupkan oleh Allah adalah Israfil, lalu Israfil mengambil sangkala dari Arasy,selanjutnya Allah menghidupkan malaikat Ridwan, seraya berfirman: Hai Ridwan, perhiasilah surga-surga itu dan siapkan pakaian bagi Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Serta umatnya.

Kemudian datanglah para malikat dengan (membawa) buraq serta mahkota dan bendera Ahmad, termasuk dua pakaian dari pakaian surga.

Binatang yang pertama kali dihidupkan oleh Allah adalah Buraq, lalu Allah Ta’ala berfirman: Pakaikanlah Buraq ini! Maka para malaikat memakaiakan pada buraq itu pelana yang bertahtakan permata dari yakut merah (sejenis permata indah), dan kendalinya dari zabar jamrut yang hijau, kedua pakaian itu salah satunya (berwarna) hijau dan yang lain berwarna kuning.

Lalu Allah Ta’ala befirman:
Berangkatlah kalian ke kubur Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Maka malaikat itu sama pergi, dan benar-benar bumi ini masih dalam keadaan kosong dan rata, sedangkan para malaikat itu tidak mengetahui, di mana kubur Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam.? Lalu tampaklah Nur Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Seperti tiang dari kubur yang menembus sampai ke tengah langit.

Berkatalah Jibril as.: Hai Israfil yang memanggil (Muhammad), maka dengan perantaraan tanganmu Allah Ta’ala mengumpulkan para makhluk melalui tanganmu. Lalu Israfil berkata pada Jibril: Kamu sajalah yang memanggil! Maka sesungguhnya kamu itu adalah kekasihnya waktu di dunia. Jibril menjawab: Aku merasa malu kepada Muhammad. Maka Israfil as. berkata (kepada temannya) yaitu Mikail : Hai Mikail kamu sajalah yang memanggil pada Muhammad. Maka Malaikat Mikail berkata (pada kubur Muhammad): Kepadamu Hai Muhammad, maka nabi Muhammad tidak menjawabinya.

Lalu ketiga malaikat berkata kepada malaikat maut: Kamu sajalah yang memanggil. Maka malaikat maut berkata : hai ruh yang suci kembalilah kepada badan yang suci. Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Tetap tidak menjawabinya. Kemudian Israfil as. Memanggil : Hai Ruh yang suci masuklah ke badan yang suci. Maka nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam tidak menjawabinya. Kemudian Izrail as. Memanggilnya : Hai Muhammad bangunlah, untuk memutuskan hukuman dan hisab serta menghadap kepada Dzat Yang Maha Penyayang.

Akhirnya pecahlah kubur tersebut, ketika itu, Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam. Duduk dalam kuburnya sedang membersihkan debu dari kepalanya dan jenggotnya. Lalu malaikat Jibril as. Memberikan kepada Nabi dua pakaian dan Buraq. Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam berkata: Hai Jibril, hari apa ini?
Jibril menjawab : Ini adalah hari kiamat, hari kerugian, hari penyesalan, hari Buraq, hari berpisah, dan hari bertemu. Maka Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam berkata : Hai Jibril, gembirakanlah aku. Jibril berkata : Surga benar-benar telah diperhias karena kedatanganmu, dan neraka benar-benar telah di tutup. Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam berkata : Aku tidak meminta kepadamu dari perkara ini, tetapi aku meminta kepadamu tentang Umatku yang sama berdosa barangkali kamu meninggalkan mereka di Shirat (jembatanm).

Maka Israfil berkata : Demi kemuliaan tuhanku, Hai Muhammad aku belum meniup sangkala (untuk) membangkitkan sebelum kamu bangkit(lebih dahulu). Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa sallam berkata : Sekarang bahagialah hatiku dan menjadi segar mataku. Lalu Nabi mengambil mahkota dan pakaian, kemudian beliau memakainya kedua pakaian itu (selanjutnya) beliau naik buraq.


Semoga Bermanfaat.

Senin, 26 September 2011

JANGAN MERASA PALING SUCI

bismillahirahmanirahim

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu."(QS, al-Hujurat [49]: 13)

Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka sudah yatim piatu sejak remaja.
Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap .

Mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha
mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.

Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk
sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan
orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil
supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi
mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang
direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia
mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.

Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah
mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis
yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah
rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya
bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu
mengabulkan semua do'anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap
sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati
bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan
pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering
kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya
dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu
membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah
hafal bacaan untuk berdo'a.

Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu
berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, " Dik,
sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa
jadi karena hati kita kurang bersih.. "

Sang adik Mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali
mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih
kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai
meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia
merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya
sehubungan do'anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah
adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada
selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya
yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru
mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:

"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku,
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku
didunia dan akhirat."

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya. Dia telah
salah menilai adiknya. Tak disangka ternyata adiknya tak pernah sekalipun
berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya dan ternyata keberhasilan sang kakak
tak luput dari ketekunan do'a adiknya.

Sahabat, Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang
menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada
hambanya. Itu semua bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang.
Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.

" Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah BERITA
GEMBIRA KEPADA ORANG-ORANG YANG SABAR, " (Q.S.Al-Baqoroh 155 ).

Seringkali kita mengukur kedekatan kita kepada Allah SWT adalah karena
terpenuhinya segala permintaan duniawi yang sering kita mohonkan dalam
do'a-do'a kita.

Cobalah kita lihat orang yang sedang jatuh cinta atau bisa jadi kita sendiri
pernah jatuh cinta kepada seseorang. Wajahnya selalu terbayang, canda
tawanya serta tingkahnya selalu terkenang. Mau tidur ingat dia, mau makan
ingat dia, mau mandi ingat dia bahkan kita sedang sholatpun ingat dia, surat
cintanya atau sms nya kita selalu baca berkali-kali dan kita simpan dengan
sangat rapi ketika ingat dia kita baca lagi surat cinta atau sms itu,
hari-harinya selalu ingin bertemu, tidak ketemu sehari saja rasanya setahun.
Padahal belum tentu dia akan menjadi milik kita. Masya Allah.

Pernahkah kita merasakan jatuh cinta kepada Allah ? Dia yang memberi nafas
kita setiap detik, memberi berbagai makanan yang kita suka, memberi mata
yang dengan itu kita bisa melihat indahnya dunia, memberi tangan yang
membuat kita bisa berkarya, memberi kecerdasan yang membuat kita mampu
berinovasi dan berkreasi dan memberi segala macam kebutuhan kita tanpa
meminta imbalan sedikitpun, adakah semua itu kita rasakan ? mengapa kita
tidak jatuh cinta kepadaNYA ? sejauh mana bukti cinta kita kepadanya ?

114 surat cintaNYA seberapa sering kita baca dan kita renungkan ? 114 surat
kasihnya adakah pernah kita balas ? Panggilan AdzanNYA sesegera apakah kita
menghadap ? tergetarkah hati kita dan gembirakah hati kita ketika mendengar
panggilanNYA ? bandingkan dengan kita kalau dipanggil atasan kita atau
dipanggil presiden ?

Yah, ada 114 SURAT CINTA yang telah dikirimkan kepada kita dan telah sampai
kepada kita, kapan kita akan mau balas ?

Semoga dengan Kisah tersebut kita semua bisa memetik amanatnya..

Jumat, 23 September 2011

MAKAN KETIKA LAPAR, BERHENTI SEBELUM KENYANG

Sabda Nabi SAW : "'Tiada tempat yang lebih buruk, yang dipenuhi anak Adam
daripada perutnya, cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat menyambung
hidupnya, jika hal itu tidak bisa dihindari maka masing-masing sepertiga
bagian untuk makanannya, minumnya dan nafasnya." (HR: Ahmad, An-Nasaa'i,
Ibnu Majah dan At-Tirmidzi )

Saudaraku yang dicintai Allah SWT, ada rumus untuk selalu sehat sepanjang
hidup : "Makan hanya ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang".
Tidak hanya menyangkut tubuh, tapi juga keseluruhan mental sejarah. Ia
adalah aplikasi sekadar teori keilmuan tentang keefektifan dan efisiensi.

Selama ini pemahaman-pemahaman nilai budaya kita cenderung mentabukan perut.
Orang yang hidupnya terlalu profesional dan hanya mencari uang, kita sebut
"diperbudak oleh perut". Para koruptor kita gelari "hamba perut" yang
mengorbankan kepentingan Negara dan rakyat demi perutnya sendiri.

Padahal ia bukanlah hamba perut. Sebab, kebutuhan perut amat sederhana dan
terbatas. Ia sekadar penampung dan distributor sejumlah zat yang diperlukan
untuk memelihara kesehatan tubuh. Perut tidak pernah mempersoalkan, apakah
kita memilih nasi pecel atau pizza, lembur kuring atau masakan Jepang.

Yang menuntut lebih pertama-tama adalah lidah. Perut tidak menolak untuk
disantuni dengan jenis makanan cukup seharga seribu rupiah. Tetapi lidah
mendorong kita harus mengeluarkan sepuluh ribu, seratus ribu atau terkadang
sejuta rupiah.

Mahluk lidah termasuk yang menghuni batas antara jasmani dengan rohani. Satu
kaki lidak berpijak di kosmos jasmani, kaki lainnya berpijak di semesta
rohani. Dengan kaki yang pertama ia memanggul kompleks tentang rasa dan
selera; tidak cukup dengan standar 4 sehat 5 sempurna, ia membutuhkan
variasi dan kemewahan. Semestinya cukup di warung pojok pasar, tapi bagian
lidah yang ini memperkuda manusia untuk mencari berbagai jenis makanan,
inovasi, dan paradigma teknologi makanan, yang dicari ke seantero kota dan
desa. Biayanya menjadi ratusan kali lipat.

Dengan kaki lainnya lidah memikul penyakit yang berasal dari suatu dunia
misterius yang bernama mentalitas, nafsu, serta kecenderungan -kecenderungan
aneh yang menyilati budaya manusia. Makan yang dalam konteks perut hanya
berarti menjaga kesehatan, di kaki lida itu diperluas menjadi bagian dari
kompleks kultur, status sosial, gengsi, foedalisme, kepriyayian, serta
penyakit-penyakit kejiwaan komunitas manusia lainnya.

Kecenderungan ini membuat makan tidak lagi sekedar makan dengan konteks
perut dan kesehatan tubuh, melainkan dipalsuan, dimanipulir atau
diartifisialkan menajadi urusan kultur dan peradaban yang biayanya menjadi
sangat mahal.
Budaya artifisialisasi makan ini dieksploitasi dan kemudian dipacu oleh etos
industrialisasi segala bidang kehidupan, serta disahkkan oleh kepercayaan
budaya makan, pembaruan teknologi konsumsi, jenis makanannya, panggung
tempat makannya, nuansanya, lagu-lagu pengiringnya, pewarnaan meja kursi,
dindingnya hingga karaokenya.

Artifisialisasi budaya makan itu akhirnya menciptakan berbagai
ketergantungan manusia, sehingga agar selamat sejahtera dalam keterlanjuran
ketergantungan itu, manusia bernegosiasi di bursa efek, menyunat uang
proyek, memborong barang-barang, bahkan berperang membunuh satu sama lain.

Padahal perut hanya membutuhkan "makan ketika lapar dan berhenti makan
sebelum kenyang".

Maka yang bernama "makan sejati" ialah makan yang sungguh-sungguh untuk
perut. Adapun yang pada umumnya yang kita lakukan selama ini adalah "memberi
makan kepada nafsu". Perut amat sangat terbatas dan Allah mengajarinya untuk
tahu membatasi diri. Sementara nafsu adalah api yang tiada terhingga skala
pembesaran atau pemuaiannya. Jika filosofi makan dirobek dan dibocorkan
menuju banjir bandang nafsu tidak terbatas, jika ia diartifisialkan dan
dipalsukan dan tampaknya itulah satu bahan utama berbagai konflik dan
ketidakadilan sejarah ummat manusia, maka sesungguhnya itulah contoh paling
konkret dari terbunuhnya efisiensi dan keefektifan.

Rekayasa budaya makan pada masyarakat kita, dari naluri sehari-hari hingga
aplikasinya di pasal-pasal rancangan pembangunan jangka pendek dan jangka
panjang, mengandung inefisiensi atau keborosan dan keserakahan, yang
terbukti mengancam alam dan kehidupan manusia sendiri, disamping sangat tdak
efektif mencapai hakikat tujuan makan itu sendiri.

Saudaraku, terfikirkah kita ketika kita sedang menikmati sebuah hidangan
yang istimewa, bersyukurlah kita karena ada sekian juta saudara kita yang
bisa makan apa adanya.
smoga bermanfaat.

Rabu, 21 September 2011

Sajian Istimewa Anti Hijab

Sajian Istimewa Anti Hijab

Di Ibu Kota Kaum Sufi, tiba-tiba terpampang spanduk-spanduk yang
mengiklankan menu-menu restoran para Sufi. Para penempuh mulai tersenyum
hatinya, dan saling mendiskusikan, menu mana yang harus mereka kunjungi
untuk makan malam. Tiba-tiba para penempuh terjengah ketika memandang
spandung kecil, tapi cukup menonjol, agak tersembunyi di celah-celah spanduk
besar yang ada. "Nikmati Sajian Istimewa Menu Anti Hijab."

Para penempuh tiba-tiba hasrat ruhaninya lapar seketika, disertai dahaga
yang memuncak. Qalbunya gemetar, nafsunya tunduk patuh di depan tulisan itu.
Ketika membaca iklan itu, airmata mereka sudah meleleh. "Astaghfirullahal
'Adziim…!" begitu mereka serentak mendesahkan jiwanya.

Di depan gerbang Kafe Sufi antrian panjang sampai ribuan orang. Mereka
membeli tiket khusus untuk mendapatkan "Menu Anti Hijab", dan mereka harus
membeli tiket itu dengan Puasa 10 hari lamanya, dan jika ingin dapat VIP,
puasanya 41 hari, penuh dengan keikhlasan yang murni.

Yang dapat Free Pass juga ada, antara lain wartawan Cahaya Sufi,
he..he..he…Walau sedikit nakal, dimaklumi, namanya juga wartawan. Tetap saja
dapat perlakuan khusus.
Seorang pelayan yang elok rupawan jiwanya, mulai melayani mereka. Semakin
mereka berebut, malah semakin mereka terlempar ke belakang. Karena menu ini
tidak boleh dimakan dengan hawa nafsu, sebab kalau memakan dengan hawa
nafsunya malah ia terhijab dan tersiksa. Bahkan siapa yang ingin coba-coba,
ingin iseng, langsung terhempas dalam kehancurannya.

Para pelayan, akhirnya harus memilih, siapa yang lebih pasrah dan lebih
ridho, lebih ikhlas dan lebih cinta kepada Allah swt, langsung dipersilakan.
Musik Istighfar, deru konser sholawat dan nada kalimah thoyyibah, berpadu
dalam musik Kafe Sufi ini, khusus mengantar sajian-sajian menunya.

Para penatang yang tiba sebenarnya tidak ingin sekadar menikmati menu-menu
di sana, tapi bagaimana caranya memasak dan resep menu di sajian istimewa
kali ini.
Seorang pelayan datang menyodorkan menu-menu utama. Diatas kertas tertulis
"Hijab adalah Siksaan yang menjauhkan dirmu dengan Allah."

Lalu di kertas itu pula tertuang menu-menu sajian Anti Hijab:
Masuklah dapur menu masakan anti hijab ini dengan menutup mata kepala dari
kain yang dipintal dari semesta lahir batin, agar segala hal selain Allah
tertutup.
Ambillah air istighfar untuk direbus dulu dengan api kesadaran taubah.
Cucilah tangan anda dan segala alat-alat dengan air keikhlasan, dicuci dari
kotoran memandang amal baik dan ibadah. Sebab memandang amal sendiri itu
adalah lapisan hijab.

Buang semua rasa takjub pada diri sendiri dan hasrat selain Allah.
Masukkanlah ke dalam kendhil yang sudah mulai mendidih dan menggemuruhkan
dzikrullah dibalik bunyi air mendidih itu, sejumlah dedaunan dari pohon
ma'rifat, yang ditanam di bumi yaqin, dan cabang-cabangnya tumbuh menjulang
ke langit Ilahi.

Jangan lupa garamnya yang dari samudera Quthubus Sab'ah (Samudera tempat
berenangnya Tujuh Quthub dunia).
Beri pemanis dengan sesendok gula harapan, anugerah dan indahnya beribadah.
Nah, sekarang para konsumen mulai diingatkan agar tidak memasuki wilayah
hijab yang tirainya sangat gelap gulita apalagi dibalik tirainya semakin
gulita mengerikan.

Musibah terbesar manusia adalah hijab. Semua ini akan terbuka, berganti
Cahaya Ma'rifah yang agung. Ketika terbuka, akal jadi cerdas, pikiran jadi
jernih, hati jadi terang benderang, ruh berhembus kencang menuju Allah, dan
Sirr menikimati kemesraan dengan Sang Kekasih di Kafe ini.

Selasa, 20 September 2011

wanita Shalihah

bismillahirahmanirahim

Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada
aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja
bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

MULIALAH wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya
dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan
menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan
Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik
perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).
Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita
shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia
selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air
wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah
memperbanyak bacaan Al-Quran.

Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam
sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan
menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap
tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan
bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari
kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun,
senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya
diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan
tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya
akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang
ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan
bagi dirinya maupun orang lain.
Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah
kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur
kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu
yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin
kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa
malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia
gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi
fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang
bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah
yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan
pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian
dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan
keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang
dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos"
tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan
menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.

Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar
dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa
mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan
kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu
bagi suami dan anak-anak.

Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung
setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau
berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah.
Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak
disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal.

Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang
baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang
mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita
shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor
keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan,
keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi
sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau
tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.
Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah
menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja
putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang
bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas
ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita
ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di
sekelilingnya."

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita
pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang
wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki
di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini,
wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari
belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara.
Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti
bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang
tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang
rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha
menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.
Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara
farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita
kita

"Tiadalah seorang istri menjadi shalihah melainkan ia mentaati suami karena
Allah, ia berdandan hanya untuk sang suami, ia menjaga kehormatan dan harta
suami, ia mengasuh, mendidik dan membesarkan anak-anak dengan sentuhan
agama, bimbingan dan pengajaran kepada anak-anaknya adalah al Quran,
nasehatnya adalah kalimat zikir, senyum nya surga, inilah wanita yang d
cinta surga"

semoga bermanfaat

Mutiara Hikmah Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad (Part 2)

"Jika engkau melihat seorang yang berilmu dapat memberikan manfaat dengan
ucapannya, tetapi perbuatannya tidak dapat diteladani, maka dia memiliki
kekurangan. Jika engkau melihat seorang penuntut ilmu mampu mengambil
manfaat dari apa yang ia dengar, tetapi tidak dapat belajar dari perbuatan
(contoh-contoh) nyata, maka dia juga memiliki kekurangan. Jika engkau
melihat penuntut ilmu mampu memetik manfaat dari ucapan gurunya dan tidak
mampu belajar dari perilaku gurunya, maka lihatlah terlebih dahulu bagaimana
gurunya. Jika perilaku gurunya ternyata tidak ada yang dapat dicontoh, maka
pantaslah dia bersikap demikian. Dan jika ternyata perilaku sang guru baik
tetapi si murid yang tidak mampu mencontohnya, maka jangan anggap ia sebagai
muridnya"

"Dosa seseorang yang tidak mendermakan harta bukan pada tempatnya lebih
banyak daripada dia yang enggan mendermakan harta kepada orang yang berhak
menerimanya"

"Barangsiapa menyimpan sesuatu yang ia tahu bahwa memginfakkannya lebih
baik, maka dia adalah orang yang mengutamakan dunia"

"Jika memandang orang-orang yang mengutamakan dunia akan menghapus rasa
cinta akhirat dalam hati, lalu bagaimana halnya dengan orang yang duduk dan
bergaul dengan mereka ?!"

"Barangsiapa meniggalkan sesuatu yang pasti demi sesuatu yang belum pasti,
maka dia adalah seorang yang sangat bodoh. Dan barangsiapa berpegang pada
keraguan padahal dia dapat berpegang pada sesuatu yang pasti, maka dia
adalah seorang yang pandir (bingung)"

"Topik pembicaraan seorang yang berilmu terhadap kaum mukminin awam
hendaknya mengacu pada tiga topik berikut, PERTAMA mengingatkan mereka akan
berbagai nikmat yang diberikan Allah. KEDUA mengajak mereka untuk selalu
taat kepada Allah. KETIGA menghimbau mereka untuk tidak bermaksiat kepada
Allah. Seorang berilmu yang berbicara kepada kaum awam di luar ketiga topik
ini, maka dia adalah seorang penebar fitnah"

"Rasa rakus kepada dunia timbul dari tiga hal, PERTAMA memandang indah
dunia. Inilah yang mendorong manusia untuk hidup selama-lamanya demi
menikmati keindahan itu. KEDUA penghormatan manusia kepada mereka yang
berharta. Inilah yang menyebabkan manusia suka berbangga dan bersaing harta.
KETIGA prasangka bahwa tanpa dunia dia tidak dapat hidup. Inilah yang
menyebabkan manusia maenjadi kikir dan takut miskin"

"Orang yang paling bodoh adalah dia yang pengetahuannya tentang keluasan
rahmat Allah justru membuatnya semakin berani bermaskiat kepada-Nya"

"Permisalan orang yang berbuat dosa dengan niatan untuk kemudian bertobat
adalah seperti orang yang mengotori tubuh dan pakaiannya denagn niat untuk
mandi setelahnya. Seharusnya dia tidak bersikap demikian, tetapi berusaha
dengan sekuat tenaga agar tubuh dan pakaiannya tidak kotor. Kemudian jika
ternyata dia lalai dan secara tidak sengaja mengotori tubuh dan pakaiannya,
maka dia akan segera membersihkannya"

"Persaudaraan di jalan Allah adalah ibarat sebuah pohon, dia perlu disiram.
Saling berkunjung merupakan air yang digunakan untuk menyiraminya. Tolong
menolong dalam perbuatan baik dan ketakwaan merupakan buahnya. Sebuah pohon
yang tidak akan disiram akan layu, dan yang tidak menghasilkan buah akan
ditebang"

"Merendahkan diri ketika memiliki kedudukan tinggi, menampakkan kecukupan
ketika berada dalam kekurangan dan hidup sederhana ketika memiliki kekayaan,
merupakan wujud dari akhlak mulia"

"Bukanlah sesuatu yang sangat istimewa jika sesorang merasa kurang amal
sedangkan dia benar-benar berada dalam kekurangan. Tetapi, sesuatu yang
istimewa adalah jika dia merasa kurang amal padahal dia telah berusaha
secara maksimal"

"Pada awalnya kebaikan itu terasa pahit dan akhirnya kelak manis. Kebaikan
dapat diibaratkan sebagai seorang pendaki gunung. Seorang pendaki gunung
baru bisa merasakan kenyamanan setelah mencapai puncak. Sebaliknya, pada
awalnya keburukan itu terasa manis dan akhirnya pahit. Keburukan dapat
diibaratkan sebagai seseorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah
rumah, dia baru akan merasakan sakit setelah menyentuh tanah"

"Jangan kau anggap saudara sesorang yang mampu menolongmu tetapi dia tidak
mau melakukannya"

"Jangan berteman kecuaali dengan orang yang kau mampu penuhi hak-haknya dan
tidak membuatmu menuntutnya untuk memenuhi hak-hakmu. Sebab sebelum kau
minta, dia telah memenuhi hak-hakmu dengan sempurna"

"Muliakanlah teman-temanmu dengan sesuatu yang dapat kau lakukan secara
berkesinambungan. Jika tidak, apa yang kau lakukan itu justru kelak akan
menjadi penyebab putusnya hubunganmu dengan mereka"

"Setan lebih bersemangat untuk menyesatkan orang yang berilmu ketimbang
orang bodoh, sebab jika seorang berilmu yang tersesat akan menyesatkan orang
lain. Sedangkan orang bodoh yang tersesat tidak akan menyesatkan orang lain"

"Barangsiapa di kala senang suka memujimu dengan kebaikan yang tidak pernah
kau lakukan, maka saat marah nanti dia pasti akan mencelamu dengan keburukan
yang tidak pernah kau lakukan"

"Seseorang yang meremehkan sesuatu perkara merupakan tanda bahwa dia akan
meninggalkannya"

"Barangsiapa suka dipuji dengan kebaikan yang tidak dimilikinya dan tidak
suka dicela dengan keburukan yang dilakukannya, sehingga ia menyukai orang
yang memujinya dan membenci orang yang mencelanya, maka dia seorang yang
teramat sangat bodoh"

"Di dunia ini tidak ada makhluk yang lebih bodoh dari seseorang yang
mengetahui sesuatu yang baik tetapi dia tidak mengrjakannya dan mengetahui
yang buruk tetapi justru melakukannya"

"Salah satu dosa besar yang bersifat dhohir adalah jika engkau mengharapkan
dari teman-temanmu dunia sedangkan mereka mengharapkan darimu akhirat"

"Jika engkau ingin menjadi manusia yang merdeka (tidak diperbudak oleh
sesuatu), maka tinggalkanlah segala sesuatu yang jika tidak kau tinggalkan
dengan sukarela, kelak akan kamu tinggalkan secara paksa"

"Biarkan anak-anak mengahbiskan semua keinginannya untuk bermain-main
sekarang, selagi ia masih berada dalam usia untuk bermain-main. Jika hal ini
tidak dilakukan, maka kelak (saat dewasa) ia akan kembali bermain-main pada
saat yang seharusnya ia tidak patut bermain-main"

"Betapa sering sesuatu (amal) yang sedikit menjadi bernilai banyak karena
niat yang baik dan betapa sering sesuatu (amal) yang banyak menjadi sedikit
(nilainya) karena niat yang buruk"

"Jika engkau memohon agar sesuatu itu terwujud di saat yang terbaik dengan
selamat dan lembut"

"Salah satu keburukan yang terdapat pada manusia zaman ini adalah mereka
lebih suka mencontoh kekurangan atau keburukan sesorang daripada meneladani
kebaikan dan keindahan budinya"

"Tidak akan merasakan nikmatnya membaca Al-Qur`an kecuali dia yang memiliki
mata hati yang jernih dan bercahaya"

"Amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang
remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu,
pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun
karena orang lain yang berada di sekitarnya"

"Salah satu bentuk tipu daya setan yang sangat halus adalah ia berupaya
menjauhkanmu dari sebuah kebaikan dengan menyibukkan dirimu untuk melakukan
kebaikan lain di saat engkau sedang melakukan sebuah kebaikan, sehingga
engkau tidak dapat melakukan kebaikan yang pertama tadi dengan sempurna"

"Jika seorang hamba merasakan dalam dirinya terdapat ajakan untuk melakukan
ketaatan dan seruan untuk membenci kemaksiatan, maka hatinya bercahaya"

"Orang yang berperangai buruk adalah sesorang yang kendati kamu santuni,
kamu senagnkan hatinya dan berlemah lembut kepadanya, maka ia tetap tidak
akan pernah merasa puas (tidak akan pernah merasa senang), bahkan ia selalu
marah kepadamu"

"Jangan sekali-kali engkau meminta suatu jabatan kepemimpinan. Sebab jika
engkau peroleh jabatan itu atas permintaanmu, maka ia akan dibebankan
kepadamu. Namun jika jabatan itu engkau peroleh tanpa permintaan darimu,
niscaya Allah akan memberi pertolongan-Nya kepadamu"

"JADILAH ENGKAU PEMAAF DAN PERINTAHKANLAH ORANG UNTUK MENGERJAKAN YANG
MA`RUF, SERTA BERPALINGLAH DARI ORANG-ORANG YANG BODOH"

(QS. AL-A`RAF:199)

{Dipetik dari buku SETETES HIKMAH (kumpulan Nasihat Al Imam Al Habib
Abdullah bin Alwi Al Haddad) oleh Al Habib Naufal bin Muhammad Al-`Aidrus}

Mutiara Hikmah Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad (Part 1)

"Bagaimana seseorang dapat disebut sebagai mukmin, jika dia berusaha
menyenangkan manusia dengan sesuatu yang membuat Allah itu murka"

"Kasih sayang (persahabatan) yang dipaksakan tidak akan bertahan lama"

"Barangsiapa menempatkan dirinya di hadapan Allah seperti budak di hadapan
tuannya, maka dia akan meraih semua kesempurnaan"

"Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan sedikit harta yang dimilikinya,
maka harta yang banyak pun tidak akan pernah membuatnya puas. Barangsiapa
tidak mengamalkan sedikit ilmu yang dimilikinya, maka ketika memiliki ilmu
yang banyak pun dia tidak akan mengamalkannya"

"Tidak ada yang dapat menghibur seseorang yang mengalami musibah seperti
menceritakan keadaan orang-orang yang bernasib sama dengannya"

"Seseorang yang terbiasa menggagalkan niat-niat baik yang telah ia tetapkan,
maka dia tidak akan memperoleh karunia-karuina yang besar"

"Seseorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia merasakan
nikmatnya memenuhi keinginan nafsu mereka"

"Beban menyimpan rahasia lebih ringan daripada perasaan khawatir akan
terbongkarnya rahasia yang kau ceritakan kepada seseorang"

"Tanda terjelas kesempurnaan akal seseorang adalah jika dia tidak
berkeberatan untuk memuji teman-temannya. Tanda terjelas kerendahan hati
seseorang adalah jika ia rela diletakkan di akhir padahal ia layak untuk
diletakkan di depan. Dan tanda terjelas keikhlasan sesorang adalah jika ia
tidak memperdulikan kebencian masyarakat demi mencapai keridhaan Allah"

"Jangan mempercayai ucapan jiwa yang menyatakan bahwa menjadi kaya atau
miskin baginya sama saja, sebelum kau uji dia. Jika bukti tidak
diperdulikan, tentu setiap orang akan mengakui sesuatu yang tidak dia
miliki. Buktilah yang akan membedakan siapa yang jujur dan siapa yang
berdusta"

"Barangsiapa mudah mewujudkan cita-cita akhiratnya dan sulit menggapai
cita-cita dunianya, maka dia adalah Pewaris Nabi. Dan barangsiapa mudah
mencapai keinginan dunianya dan sulit menggapai kepentingan akhiratnya, maka
dia termasuk orang-orang yang tertipu. Dan barangsiapa sulit mewujudkan
kepentingan akhirat dan dunianya, maka dia dalah orang yang dimurkai"

"Seburuk-buruk orang miskin adalah dia yang ingin menjadi kaya (karena tidak
rela menjadi orang miskin. Sedangkan sebaik-baik orang kaya adalah dia yang
tidak berkeberatan untuk menjadi orang miskin"

"Seorang dai yang menyeru manusia ke jalan Allah, tidak akan menjadi
sempurna sebelum ucapan dan perbuatannya menjadi suri tauladan bagi seluruh
alam"

"Barangsiapa senang dipuji dengan kebaikan yang tidak pernah dia lakukan,dan
benci dicaci atas keburukan yang ia lakukan,maka dia adalah seorang yang
suka pamer (riya)"

"Manusia sering tidak mampu membedakan rasa malu yang terpuji dengan sifat
pengecut yang tercela. Perasaan malu yang mencegahmu dari berbuat baik dan
mendorongmu untuk bermaksiat, dia adalah sifat pengecut yang tercela, bukan
rasa malu yang terpuji. Sebab rasa malu akan selalu membawa kebaikan"

"Barangsiapa mudah berdusta ketika merasa takut kepada sesuatu, maka ketika
menginginkan sesuatu dia pun akan berdusta"

"Ada 3 jenis tanah, PERTAMA, tanah yang jika diberi air mampu menumbuhkan
rumput. Inilah permisalan manusia yang mampu memahami ilmu yang
dipelajarinya. Sebagaimana air akan membuat tanah menjadi subur, maka
kecerdasan akan memudahkan manusia untuk memperoleh ilmu. KEDUA, tanah yang
mampu menyimpan air, tetapi tidak dapat menumbuhkan rumput. Inilah
permisalan manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk menghafal, tetapi
tidak dapat memahami apa yang dia hafal. Jika engkau melihat seorang berilmu
yang tidak mampu memahami lebih dari apa yang ia dengar, maka dia akan masuk
ke dalam kelompok kedua ini. Tetapi, jika dia mampu memahamai lebih dari apa
yang ia dengar maka ia masuk dalam kelompok pertama. KETIGA, tanah yang
tidak mampu menumbuhkan rumput maupun menyimpan air. Inilah permisalan
manusia yang tidak memiliki kemampuan menghafal maupun memahami, mengajarkan
ilmu kepadanya justru menyia-nyiakan ilmu itu sendiri. Bukankah seseorang
yang memiliki tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput maupun air tidak
akan mengairi tanahnya ?! bukankah dia berpikir bahwa mengairinya merupakan
suatu perbuatan yang sia-sia ?! Begitu pula ilmu, seharusnya tidak ia
ajarkan kepada orang yang akan menyia-nyiakannya. Inilah sikap yang lebih
utama."

"Jika nafsu mengajakmu untuk memenuhi keinginannya, maka jangan kau katakan,
`Akan kupenuhi keinginannya sekali ini saja agar ia tidak terus-menerus
menuntut hatiku`. Sebab sekali kau penuhi keinginannya, maka dia akan
memintamu untuk memenuhi keinginannya yang lebih besar lagi"

Senin, 19 September 2011

TINGGALKAN DENGKI

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: "Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam, beliau bersabda, ’akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga’. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari kaum anshar yang datang sementara bekas air wudhu masih
mengalir di jenggotnya, sedang tangan kirinya memegang terompah.
Keesokan harinya Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam
mengatakan seperti perkataanya yang kemarin. Lalu muncullah laki-laki itu lagi persis seperti kedatangannya pertama kali. Di hari ketiga Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam mengatakannya lagi dan datanglah laki-laki itu lagi seperti kedatangannya pertama kali. Setelah Rasulullah beranjak abdullah bin amr bin Ash membuntuti laki-laki tadi sampai kerumahnya. Lalu abdullah berkata, ’Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau setuju aku mau tinggal bersamamu sampai tiga hari.’ Dia menjawab, ‘ya,
boleh.'

Anas berkata: Abdullah menceritakan bahwa ia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia lihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (tahajjud). Hanya saja, setiap kali ia terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca dzikir dan takbir sampai dia bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Selain itu, kata abdullah, ‘aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik. Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku
menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya, ‘wahai hamba allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran antara aku dan ayahku, aku hanya mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam berkata tentang dirimu tiga kali, bahwa akan datang kepada kalian ini seorang laki-laki penghuni surga dan sebanyak tiga kali itu kaulah yang datang. Maka akupun ingin bersamamu agar aku bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti akan aku tiru.

Tetapi ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai seperti apa yang disabdakan Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam?’. Maka dia menjawab, “Aku tidak mempunyai amalan kecuali seperti apa yang engkau lihat sendiri.’

Ketika aku hendak berpaling pergi, dia memanggilku lalu berkata, ‘benar amalanku hanya yang kau lihat sendiri, hanya saja aku tidak mendapatkan sifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri atas karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepadanya’. Maka Abdullah bin Amr berkata, ‘inilah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat tinggi dan inilah yang berat untuk kami lakukan. (Abu Abdurrahman) Riwayat Ahmad, Al-Musnad 3/166.

Berkata Al-Hafidh Al-‘Iraqi, sanadnya shahih sesuai dengan sarat Al-Bukhari dan Muslim.

Minggu, 18 September 2011

Hak-hak dan kewajiban suami-istri

Ini semua saya dapat dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

Hak Bersama Suami Istri
- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19, Al-Hujuraat: 10)
- Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

Adab Suami Kepada Istri .
- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-taubah: 24)
- Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
- Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)

Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah:
Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)

- Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan:
(a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34)

‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.

- Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
- Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya. (Ath-Thalaq: 7)
- Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
- Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)

- Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
- Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
- Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
- Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (Al-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
- Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
- Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
- Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
- Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
- Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)

Adab Isteri Kepada Suami
- Hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
- Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
- Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)
- Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:
a. Menyerahkan dirinya,
b. Mentaati suami,
c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,
d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami
e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)
- Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’i, Muttafaqun Alaih)
- Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
- Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
- Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
- Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya" (Timidzi)
- Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
- Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami (Thabrani)
- Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)

Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) Istri yang berkhianat {hasan basri}

Wanita mukminah hanya diperboleh berkabung untuk suaminya sendiri selama 4 bulan 10hari (Mutafaqun alaih).

Wanita dan laki-laki mukmin wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya (an-nur 30-31).

Semoga bermanfaat yah :) untuk keterangan selengkapnya silahkan lihat pada buku "halal dan haram" Dr. YUsuf Qordhowi.

review http://mahesakujenar.blogspot.com on alexa.com
free counters

Followers

 
heramkempek © . Template by: SkinCorner. SEO By: Islamic Blogger Template