Kamis, 12 November 2009

Catatan Presiden..

Ini Lebih Penting Ketimbang Cicak yang Melawan Buaya

Oleh : Wahyu Jatmiko
(Ketua Umum Kesatuan Pelajar Muslim Depok-KPMD)

Hegemoni drama perseteruan cicak versus buaya belakangan ini menjadi topik yang tak terlewatkan dalam setiap pemberitaan media, baik cetak maupun elektronik. Beritanya seakan menutupi kita tentang berbagai macam hal-hal penting yang seharusnya ‘lebih terprioritaskan’ untuk kaum muslimin. Atau lebih tepat, berita yang tersiar mengalihkan pandangan kita kepada berita yang lebih penting. Berita mengenai kabar penderitaan saudara-saudara kita di Palestina seakan tertelan cicak dan buaya yang sedang on fire mengibarkan panji-panjinya masing-masing. Dengan saling mengklaim berada di pihak yang benar.

Satu yang pasti dalam perseteruan KPK vs POLRI. Keduanya tidak ada yang mengobarkan panji-panji islam. Keduanya tidak ada yang menegakkan kalimat Allah secara utuh. Sehingga sudah jelaslah, apapun hasilnya kelak tidak akan ada untungnya untuk kita umat muslimin. Ya, pilihannya hanya dua. ‘Kita mendapatkan keburukan, atau mendapatkan hal yang lebih buruk’. Tiada efek baik diantaranya. Bila KPK menang, yang dikhawatirkan adalah kemenangan tersebut merupakan hasil timbulnya people power (kekuatan rakyat) yang menjelma menjadi kemarahan rakyat. Bila dengan kekuatan mahasiswa saja orde baru bisa runtuh pada tahun 1998, bagaimana bila yang memiliki kekuatan dalam hal ini adalah rakyat yang pastinya jauh lebih besar dan kuat dari mahasiswa. Jelas yang dapat memanfaatkan hal ini adalah kelompok-kelompok yang telah mempersiapkan diri sebelumnya. Namun bila yang menang adalah POLRI, maka bersiaplah menghadapi bencana yang lebih besar atas kembali menangnya kezhaliman dinegeri ini.

Maka kini, wahai saudaraku, khususnya para pemuda untul membuka pikiran, bahwa perihal Palestina adalah masalah yang lebih penting ketimbang memperhatikan cicak versus buaya. Ahad 25 Oktober 2009 yang lalu, Al Aqso kembali diserang oleh kaum fundamentalis Zionis Israel. Kiblat pertama umat muslim itu kembali dinodai oleh mereka. Dan kini saudara-saudara kita di sana masih terus dizhalimi oleh Zionis. Mereka masih berjuang dalam ketiadaan. Kitiadaan harta, keluarga, nyawa, tempat tinggal, makanan, obat-obatan dan kini mereka mulai merasakan ketiadaan dukungan moril dari saudara-saudaranya di bumi Allah ini. Tidakkah kita tergerak untuk membantu mereka. Kita yang masih dapat dengan enaknya mendapatka pendidikan formal di sekolah, kita yang masih memiliki orang tua dan keluarga, kita yang masih diberi kecukupan harta, masih dapat tidur dengan nyenyak!

Bukan tidak mungkin suatu saat kita akan melihat runtuhnya kiblat pertama umat muslim, masjidil Aqso. Karena Allah dan Rasul-Nya memang tidak pernah menjamin untuk menjaga Al-Aqso. Bila Ka’bah saja yang notabene memiliki kedudukan yang lebih mulia dari Al Aqso dapat dihancurkan pada masa Hajaj bin Yusuf selepas wafatnya nabi Muhammad, bagaimana dengan Al-Aqso? Maka menjadi tugas kitalah untuk menjaganya bersama.

Mungkin masih terlalu jauh untuk kita menolong saudara-saudara kita di Palestina dengan hadir ke negeri para nabi tersebut. Maka kami menyerukan untuk minimal memberikan bantuan yang paling sederhana. Selain do’a mari kita ‘menggemborkan’ kembali gerakan “BOYCOTT PRODUK-PRODUK pendukung ZIONIS.”

Karena memang di saat-saat yang lalu hal ini terbukti berhasil menggoyahkan kestabilan perusahan-perusahaan yang ikut andil dalam pembiayaan program pembentukan Israel Raya yang dalam hal ini berarti pula penghancuran terhadap bumi Palestina. Sebagai contoh, mari kita lihat bagaimana perekonomian Denmark yang sempat goyah saat kaum muslim mem-boycott produk-produk Denmark atas beredarnya karikatur Nabi Muhammad di Negara tersebut.

Jangan sampai kita turut andil dalam pembiayaan penghancuran Al-Aqso dan pembantaian saudara-saudara kita di Palestina dengan membeli produk-produk Zionis. Kita mulai dengan tidak lagi mengkonsumsi produk-produk yang telah akrab dengan kita. Semisal KFC, McDonalds, A&W, Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up, Coca-Cola dan anak perusahannya (Anda kalau membaca tulisan Coca-cola dari belakang botol, akan tertulis: no Muhammad, no Mecca): Sprite dan Fanta, Adidas, Nike, Eveready, Star Bugs Coffe, Nestle, Nescafe, Kit-Kat. Yang secara garis besar sering kita beli. Untuk lebih jelas dan lengkapnya silakan lihat www.inminds.com/boycott-israel.html atau dapat kunjungi www.infopalestina.com .

Untuk kita yang memang mencintai saudara se-aqidah dan memiliki rasa tanggung jawab atas tetap utuhnya Al-Aqso dan Palestina pasti bukanlah hal yang sulit untuk meninggalakan itu semua bila kita mau berkorban serta berssungguh-sungguh membantu saudara-saudara kita di Palestina. Tentunya jauh lebih baik jika kita tidak mengkonsumsi produk-produk tersebut dari pada harta kita turut andil dalam pembunuhan saudara-saudara kita dan juga penghancuran Masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Kita dapat mengalihkan untuk membeli produk-produk lokal negeri ini daripada membeli produk-produk pendukung Israel. Sehingga secara ekonomi dapat juga meningkatkan sektor riil negeri ini.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang kecil, dan dimulai dari saat ini. Insya Allah kejayaan Islam akan kita rebut bersama. Teruslah meng-update diri kita dengan berita-berita tentang palestina, jangan terhanyut dengan permainan media yang menutup-nutupi berita yang sudah seharusnya kita konsumsi. Dan tetaplah memberi dukungan moril dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, aksi-aksi mendukung kemerdekaan Palestina. Masih banyak kabar tentang palestina yang belum dan harus kita ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat. Wallahu’alam.




_Departemen Komunikasi dan Informasi-KPMD_

Tidak ada komentar:

Followers